Balai Layanan Platform Teknologi
| BLPT | |
| Informasi lembaga | |
|---|---|
| Dibentuk | September 9, 2022 |
| Wilayah hukum | Indonesia |
| Kantor pusat | Jl. Cendrawasih, Cipayung, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15411 6°19′38″S 106°44′55″E / 6.327180027826223°S 106.74872498733383°E |
| Pejabat eksekutif |
|
| Departemen induk | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah |
| Lembaga induk | Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah |
| Dasar hukum | |
Balai Layanan Platform Teknologi mempunyai tugas melaksanakan layanan pemanfaatan platform teknologi pendidikan dan kebudayaan. BLPT adalah unit pelaksana teknis dari Pusat Data dan Teknologi Informasi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah.


Fungsi
[sunting | sunting sumber]Dalam melaksanakan tugas, Balai Layanan Platform Teknologi menyelenggarakan fungsi:[1]
- penyusunan rencana, program, dan anggaran;
- pelaksanaan distribusi platform teknologi;
- pemberian layanan pemanfaatan platform teknologi;
- pelaksanaan jejaring dan kemitraan penyediaan layanan platform teknologi;
- pelaksanaan pemantauan dan evaluasi; dan
- pelaksanaan urusan administrasi.
Program
[sunting | sunting sumber]PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK)
[sunting | sunting sumber]PembaTIK merupakan progrm bimtek online untuk meningkatkan kompetensi digital duru dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran.
Pada tahun 2024, PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, dan dinas pendidikan dalam kegiatan Belajar, Mengajar, dan Berkarya untuk mendukung terciptanya Inovasi Pembelajaran Kolaboratif dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengedepankan Pemanfaatan Platform Teknologi.
Peningkatan Kompetensi TIK guru ini mengacu pada standar kompetensi TIK yang terdiri dari 4 level, yakni level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi & berkolaborasi.
PembaTIK level - 1 (Literasi)
[sunting | sunting sumber]- Peserta akan belajar secara mandiri melalui pembelajaran daring. Setelah menyelesaikan tahap ini, diharapkan peserta memiliki kemampuan dalam menggunakan TIK dan berbagai platform teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, serta mampu memahami Kurikulum Merdeka secara menyeluruh. Dengan demikian, peserta didik mereka dapat menjadi perwujudan Profil Pelajar Pancasila. Peserta PembaTIK akan mempelajari 3 modul dalam level 1, yaitu:
- Ekosistem Digital Merdeka Belajar di PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah
- Perangkat TIK untuk Pembelajaran
- Perangkat Pembelajaran Kolaboratif
PembaTIK level - 2 (Implementasi)
[sunting | sunting sumber]- Melalui aktivitas di Level 2, peserta PembaTIK diharapkan mampu menunjukkan bagaimana mengimplementasikan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, serta melaksanakan praktik baik pemanfaatan Platform Teknologi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Peserta PembaTIK akan mempelajari 3 modul dalam Level 2, yaitu:
- Optimalisasi Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Abad 21.
- Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Sumber Belajar Digital.
- Pengelolaan Kelas Terintegrasi TIK dalam Pembelajaran.
PembaTIK level - 3 (Kreasi)
[sunting | sunting sumber]- Peserta PembaTIK yang sudah mencapai level 3: Kreasi telah selangkah lebih dekat dengan penyelesaian program. Level 3 ini akan mendorong peserta untuk membuat bahan ajar berbasis TIK sesuai dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Peserta PembaTIK akan mempelajari 4 modul dalam Level 3, yaitu:
- Rancangan Media Pembelajaran Berteknologi Digital
- Pengembangan Media Audio & Video Pembelajaran Berbasis TIK
- Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif
- Inovasi Pembelajaran yang Memanfaatkan Media Pembelajaran Digital
PembaTIK level - 4 (Berbagi dan Berkolaborasi)
[sunting | sunting sumber]- Peserta PembaTIK yang sudah mencapai Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi telah mencapai tahap akhir dalam perjalanan PembaTIK. Level 4 ini akan berfokus pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi dalam pemanfaatan platform teknologi. Pada level tertinggi ini, peserta menyandang predikat sebagai Sahabat Teknologi. Sahabat Teknologi merupakan para guru hebat yang telah membuktikan kompetensinya secara lengkap dan diharapkan dapat menjadi mitra Dinas Pendidikan provinsi/kabupaten/kota di wilayah masing-masing dalam menggerakkan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran. Sahabat Teknologi pun berkesempatan untuk mengikuti seleksi Duta Teknologi, yakni peserta terbaik di setiap Provinsi. Duta Teknologi bertugas melakukan upaya penyebaran dan peningkatan pemanfaatan platform teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di provinsi masing-masing. Sahabat Teknologi akan mempelajari 3 modul dalam Level 4 ini, yaitu:
- Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Platform Teknologi
- Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran dan Sarana Berbagi Inspirasi
- Publikasi Karya Tulis untuk Pengembangan Profesi Guru
Jumlah Peserta PembaTIK
PembaTIK sudah diselenggarakan sejak tahun 2018 dan telah diikuti oleh lebih dari 500.000 guru dan tenaga kependidikan di seluruh provinsi Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Berikut data peserta PembaTIK tiap tahunnya:
| Tahun | Jumlah Peserta |
|---|---|
| 2018 | 6.875 |
| 2019 | 28.624 |
| 2020 | 70.312 |
| 2021 | 80.000 |
| 2022 | 29.269 |
| 2023 | 79.929 |
| 2024 | 319.743 |
Kihajar STEM
[sunting | sunting sumber]Wadah eksplorasi untuk peserta didik pada satuan pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK untuk berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan berkomunikasi dalam mengembangkan proyek berbasis STEM dalam mendukung Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
dengan Tujuan Meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, Memotivasi peserta didik dan pendidik untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, Memfasilitasi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang STEM, Meningkatkan pemanfaatan akun akses layanan pendidikan Belajar.id pada peserta didik.
Penyelenggaraan Kihajar STEM dilakukan secara berjenjang sebanyak 4 tahapan. Pada tiap tahapnya, peserta menyelesaikan tugas yang berbeda-beda.
Tahap Basic
Setiap tim yang telah mendaftar mengerjakan 20 soal berbasis STEM selama 90 menit secara daring. 20 tim terbaik dari setiap jenjang di setiap provinsi masuk ke tahap intermediate
Tahap Intermediate
Setiap tim yang lolos tahap basic mengerjakan 20 soal berbasis STEM selama 90 menit secara daring. 2 tim terbaik dari setiap jenjang di setiap provinsi masuk ke tahap advanced
Tahap Advance
Setiap tim akan membuat desain dari proyek berbasis STEM dengan mengusung kearifan lokal sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Satu tim terbaik dari setiap jenjang di setiap provinsi akan masuk ke tahap final
Tahap Final
Setiap Setiap tim akan membuat proyek berbasis STEM sesuai dengan desain yang telah dibuat di tahap advanced. Proyek tersebut didokumentasikan dalam bentuk video dan akan mempresentasikan proyek tersebut. Tim akan berkompetisi dengan tim perwakilan provinsi lainnya sesuai dengan jenjangnya masing-masing.
Jumlah Peserta Kihajar STEM
Data Peserta Kihajar STEM tahun 2021-2024
| Tahun | Jumlah Peserta |
|---|---|
| 2021 | 10.038 |
| 2022 | 9.585 |
| 2023 | 21.682 |
| 2024 | 43.483 |
Pembinaan Komunitas
[sunting | sunting sumber]
Komunitas Duta Teknologi
[sunting | sunting sumber]Merupakan para guru dan tenaga kependidikan terpilih yang telah melewati seluruh tahapan program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK)—dari Level 1 (Literasi), Level 2 (Implementasi), Level 3 (Kreasi), hingga Level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi). Di akhir program, peserta terbaik diseleksi menjadi Duta Teknologi Kemendikdasmen, sebuah peran kehormatan sekaligus tanggung jawab sebagai role model dan change agent dalam transformasi pembelajaran berbasis teknologi di daerahnya masing-masing.
Komunitas ini bukan sekadar gelar, melainkan ekosistem yang terus berkembang, berjejaring, dan saling menguatkan. Para Duta Teknologi berperan aktif dalam:
- Mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan TIK kepada rekan sejawat melalui pelatihan, webinar, mentoring, maupun kegiatan komunitas.
- Mendampingi guru dan satuan pendidikan dalam mengadopsi dan memanfaatkan platform teknologi pendidikan seperti Rumah Belajar, akun belajar.id, dan platform pembelajaran lainnya.
- Menjadi jembatan komunikasi antara pusat dan daerah, menyampaikan aspirasi serta tantangan di lapangan terkait integrasi teknologi dalam pembelajaran.
- Berinovasi dan membagikan praktik baik pemanfaatan TIK di lingkungan masing-masing, baik secara individu maupun kolaboratif.
Hingga saat ini, komunitas Duta Teknologi terdiri dari ratusan anggota yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, bahkan menjangkau SILN (Sekolah Indonesia di Luar Negeri). Mereka menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan transformasi digital pendidikan yang berkelanjutan, berbasis gotong royong, dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.
Komunitas Kapten dan Co-Kapten Belajar.id
[sunting | sunting sumber]Merupakan jaringan pendidik yang berperan penting dalam mendukung aktivasi dan adopsi akun belajar.id di seluruh Indonesia. Komunitas ini dipimpin oleh 34 Kapten Provinsi yang mewakili 38 provinsi, termasuk wilayah-wilayah khusus seperti DKI Jakarta, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Para Kapten ini menjadi ujung tombak dalam mendorong pemanfaatan akun pembelajaran di daerahnya masing-masing—mulai dari sosialisasi, pendampingan, hingga pelatihan teknis bagi guru, siswa, dan tenaga kependidikan.
Untuk memperkuat jangkauan dan efektivitas gerakan ini, setiap Kapten Provinsi didampingi oleh Co-Kapten, yaitu perwakilan dari berbagai kabupaten/kota. Mereka membentuk jejaring yang kolaboratif dan saling mendukung, sehingga pesan-pesan terkait pemanfaatan akun belajar.id dapat disampaikan secara lebih dekat, cepat, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan lokal.
Komunitas ini telah menjadi kekuatan nyata dalam mengawal transformasi digital pendidikan di satuan pendidikan, memastikan bahwa akun belajar.id bukan hanya aktif secara administratif, tetapi juga digunakan secara bermakna dalam kegiatan pembelajaran, manajemen kelas, dan pengembangan profesional guru.
Komunitas Bergema
Pelibatan kepala sekolah dan guru yang merupakan bagian dari komunitas ruang GTK terpilih, untuk mendapatkan pembekalan secara daring dalam jangka waktu enam bulan. Yang terlibat menjadi agen-agen untuk menciptakan interaksi dan meneruskan informasi secara lebih dekat kepada para pengguna platform-platform prioritas dan terkait komunitas
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Balai Layanan Platform Teknologi (BLPT) Kemendikdasmen menerima penghargaan Special Award Nasional dalam kategori Innovative Institution of The Year untuk kontribusinya yang luar biasa dalam difusi inovasi teknologi pendidikan, dalam acara Anugerah TIMES Indonesia 2024 yang digelar di Hotel Ijen Suites Resort and Convention, Kota Malang. [2] Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya BLPT dalam mendorong transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia. Visi dan misi yang dijalankan oleh BLPT selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang mencakup penguatan pembangunan sumber daya manusia, teknologi, pendidikan, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Melalui berbagai program inovatif, BLPT berusaha untuk mempercepat adopsi teknologi di dunia pendidikan, sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan platform digital sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dan efisien.
Salah satu inisiatif terobosan BLPT adalah mendorong sinergi antara Kemendikdasmen dan pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi digital pendidikan di setiap provinsi.
Salah satunya adalah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang diadakan dengan Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkom) dari 28 Dinas Pendidikan Provinsi di Indonesia. Rakor ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat dengan implementasi di tingkat daerah, khususnya dalam akselerasi platform digital pembelajaran.