Bahasa Sokotri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bahasa Sokotri
اللغة السقطرية
Pelafalan[skˤʌtˤri][1]
Dituturkan diYaman
WilayahSokotra
Etnisorang Sokotra
Penutur bahasa
~50,000 jiwa  (2000-an)
Kode bahasa
ISO 639-3sqt
Glottologsoqo1240[2]
{{{mapalt}}}

Bahasa Sokotri juga dieja sebagai Soqotri atau Suqutri (Bahasa Arab: اللغة السقطرية) adalah bahasa Semit bagian selatan yang dituturkan oleh penduduk di Pulau Sokotra dan dua pulau terdekat dari 'Abdul Kuri dan Samhah di Kepulauan Sokotra yang terletak di lepas pantai selatan Yaman.

Bahasa Sokotri adalah salah satu dari enam bahasa pra-Islam yang membentuk kelompok bahasa yang disebut bahasa Arab selatan modern. Lima bahasa lainnya yakni bahasa Mehri, bahasa Shehri, bahasa Bathari, bahasa Harsusi, dan bahasa Hobyot. Semua itu dituturkan di berbagai wilayah selatan Semenanjung Arab tepatnya di negara Yaman dan Oman. Bahasa Mehri dituturkan di Mahra yang terletak di tenggara Yaman, yang berhubungan dengan dialek yang dituturkan di perbatasan Mahra-Dhofar, Bahasa Jibbali atau bahasa Shehri dan bahasa Bathari dituturkan di Dhofar yang berada di wilayah Oman, bahasa Harsusi dituturkan di wilayah Oman bagian tengah, dan bahasa Hobyot dituturkan di kedua bagian dari perbatasan antara Mahra dan Dhofar di barat daya Oman.[3]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Bahasa Sokotri sering dikelirukan sebagai salah satu rumpun bahasa Arab tetapi secara resmi diklasifikasikan sebagai rumpun bahasa Afro-Asia, rumpun bahasa Semitik, rumpun bahasa Semit Selatan dan rumpun bahasa Arab Selatan.[4]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama bahasa ini mengikuti tempat ia berasal, yakni Pulau Sokotra. Diyakini terdapat tiga asal usul untuk nama pulau ini.

Asal mulanya, nama pulau ini dalam bahasa India muncul pertama kali menurut silsilah kekuasaan. Nama asli ini dianggap lebih tepat berasal dari bahasa Sanskerta, yakni dvipa sukhadhara. Makna dvipa berarti 'pulau', sukha berarti 'kebahagiaan', dan ’adhara berarti 'mendukung', yang secara keseluruhan bermakna 'tempat yang diberkati'.

Selain itu, ada juga asal mula dari bahasa Arab dan yang lainnya dari bahasa Yunani. Sumber bahasa Arab berasal dari istilah suqutra yang merupakan kependekan dari suq Al-qatra, di mana suq berarti 'pasar', dan qatra berarti 'tetesan', secara keseluruhan bermakna 'pasar tetesan' (kemungkinan tertuju pada getah yang menetes dari pohon darah naga, pohon gaharu, pohon wewangian, dll).[5]

Fonologi[sunting | sunting sumber]

Terisolasinya Pulau Sokotra telah menyebabkan bahasa Sokotri secara independen mengembangkan karakteristik fonetis tertentu yang tidak ada bahkan dalam bahasa-bahasa daratan yang terkait. Dalam semua dialek bahasa Sokotri yang diketahui, tidak ada perbedaan antara bahasa Arab Selatan yang asli untuk θ, ð, dan θˁdan hentian t, d, dan th.

Misalnya, dalam bahasa Sokotri kata dərh /do:r/ atau /dɔ:r/ untuk 'darah', sementara dalam bahasa Shehri ialah ðor. Tak hanya itu, dalam bahasa Sokotri kata tharb yang berarti 'sepotong kayu', sementara dalam bahasa Arab Selatan lainnya memiliki bentuk yang dimulai dengan θ. Ada pun, Bahasa Sokotri untuk 'dua', trih, sesuai dengan bentuk dalam bahasa Arab Selatan lainnya yang dimulai dengan θ.

Bahasa Sokotri pernah memiliki konsonan ejektif. Namun, pecahan ejektif sebagian besar telah menjadi konsonan faring seperti pada bahasa Arab, dan ini kadang juga mempengaruhi hentian.

Kosa kata[sunting | sunting sumber]

Letnan Wellstedt, yang merupakan bagian dari misi survei pada tahun 1835, adalah orang pertama yang mengumpulkan toponimi, nama suku, nama tanaman, dan secara keseluruhan dapat mengumpulkan daftar 236 kata-kata dalam bahasa Sokotri. Kata-kata tersebut tidak memiliki karakteristik dialek barat dan 41 kata dari 236 dicatat sebagai pinjaman dari bahasa Arab oleh Wellstedt. Banyak kata-kata termasuk dalam kosakata rumpun bahasa Semitik umum kuno dan dibuktikan dalam bahasa Arab dan bahasa Sokotri. Untuk 'telinga' edahn (tepatnya ˤídəhen), untuk 'jari' ˤaṣábi (ˤəṣābe) dll. Sajak religius menunjukkan pengaruh bahasa Arab dengan pinjaman dari kosakata bahasa Arab klasik.

Sistem penulisan[sunting | sunting sumber]

Sistem penulisan bahasa Sokotri dikembangkan pada tahun 2014 oleh tim Rusia yang dipimpin oleh Dr. Vitaly Naumkin setelah lima tahun bekerja. Sistem penulisan ini bisa dibaca dalam bukunya Corpus of Soqotri Oral Literature. Skripnya berbasis bahasa Arab dan teks transkripsi muncul dalam bahasa Inggris dan Arab. Ortografi berbasis bahasa Arab ini telah membantu perawi pasif dari pengetahuan lisan berkolaborasi dengan para periset untuk menyusun literasi yang benar dengan asal-usulnya.[6]

Contoh[sunting | sunting sumber]

Contoh berikut adalah bait yang merupakan dasar dari sajak dan syair bahasa Sokotri. Ini adalah cerita lucu tentang nelayan pelit dengan penggunaan bahasa yang mudah yang bisa dimengerti penduduk di pulau itu.

Ber tībeb di-ģašonten / Abdullah di-halēhn. D-iķor di-hi sode / af teķolemen eyh il-ārhen

Terjemahan: ‘Semua orang tahu pasti bahwa Abdullah cukup bodoh, berjalan kesana-kemari. Dia menyembunyikan ikannya begitu lama sehingga lalat berkerumun di sekelilingnya!’

Contoh berikut adalah baris yang paling mudah dipahami penduduk Sokotra:

  1. selleman enhe kita-mātA / le-ha le-di-ol yahtite
  2. di-ol ināsah ki-yiķtīni / lot erehon ki-gizol šeber

Terjemahan harfiah:

  1. ‘Salamkan atas nama saya dan pastikan salam saya sampai di sana dengan tidak memalukan’
  2. ‘Siapa yang tidak membersihkan wajahnya saat dia selesai makan, sama seperti kambing saat mereka makan tanaman šeber

Untuk memahami bagian ini, pendengar harus mengetahui pentingnya tanaman šeber. Tanaman ini adalah bagian dari kelompok tanaman Euphorbia, yang dapat bertahan lama di musim kemarau dan memiliki getah seperti susu yang sering dimakan kambing pada saat kekurangan. Tidak ada manfaat bergizi untuk itu, tapi ini membantu menghilangkan rasa haus bagi kambing. Namun, ketika kambing diberi makan getah dari tanaman yang rusak, itu menodai moncong mereka dan menyebabkan luka di dalam dan di sekitar mulut.[7]

Keterancaman[sunting | sunting sumber]

Bahasa ini berada di bawah pengaruh pengaruh bahasa dan budaya Arab. Karena banyak orang Yaman yang berbahasa Arab telah menetap di wilayah Sokotra secara permanen, sehingga menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi pulau ini. Bahasa Sokotri sekarang tergantikan oleh bahasa Arab sebagai sarana pendidikan di sekolah. Siswa dilarang menggunakan bahasa ibu mereka selama di sekolah. Dalam mencari pekerjaan orang Sokotra harus dapat berbicara bahasa Arab sebelum mendapatkan pekerjaan itu. Pemuda Sokotra bahkan lebih menyukai menggunakan bahasa Arab daripada bahasa Sokotri dan kini memiliki kesulitan mempelajari bahasa ini. Sering kali mereka mencampurkan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari dan tidak bisa mengerti sepenggal ucapan lisan bahasa Sokotri pun.

Bahasa Arab sekarang menjadi sebuah simbol, atau lebih ideologisnya, identitas bangsa, menjadikannya lingua franca yang istimewa dari negara ini. Pemerintah setempat juga telah mengambil sebuah kecenderungan untuk mengabaikan bahasa Sokotri. Hal ini tampaknya didasarkan pada pandangan bahwa bahasa Sokotri hanyalah sebuah dialek dan bukanlah sebuah bahasa itu sendiri. Juga tidak ada kebijakan budaya mengenai apa yang harus dilakukan terhadap bahasa non-Arab yang tersisa di negara Yaman, termasuk bahasa Sokotri dan bahasa Mehri.

Bahasa ini dipandang sebagai hambatan untuk berkembang karena generasi muda menganggap bahasa ini tidak relevan dalam memperbaiki status sosio-ekonomi pulau ini. Keterbatasan terhadap bahasa Sokotri, seperti tidak bisa berkomunikasi melalui tulisan, juga dipandang sebagai hambatan oleh generasi muda yang menguasai 60% dari populasi di pulau ini. Tampaknya ada sentimen budaya terhadap bahasa tersebut. Namun tetap saja itu merupakan sikap ketidakpedulian karena mengabaikan dan pemikiran tentang hambatan yang terkait dengannya.[3]

Oleh karena itu, bahasa Sokotri dianggap sebagai bahasa yang sangat terancam punah dan kurangnya perhatian utama terhadap penelitian di bidang bahasa Sokotri tidak hanya terkait dengan rumpun bahasa Semitik, tetapi juga terhadap pelestarian warisan kesusastraan penduduk Sokotra. Pulau terpencil ini memiliki tekanan modernisasi yang tinggi dan dengan lingkungan budaya yang berubah dengan cepat, ada kemungkinan terjadi kehilangan lapisan penting dari warisan kesusastraan penduduk Sokotra.[8]

Sajak dan syair dahulu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang biasa bagi penduduk di pulau ini. Caranya berkomunikasi dengan orang lain tidak peduli apakah mereka adalah manusia, hewan, roh orang mati, penyihir, atau pun ilahi. Namun, persajakan bahasa Sokotri telah diabaikan dan keterampilan penyair pulau ini diabaikan pula.[7]

Ini telah menginduksi penelitian sejak abad kesembilan belas pada Program Pengembangan PBB untuk menyurvei pulau dengan cermat dan memahami keanekaragaman hayatinya.[9]

Uni Eropa juga telah menyatakan keprihatinan serius mengenai isu aturan pelestarian budaya kepulauan tersebut.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Simeone-Senelle, Marie-Claude (2010). MEHRI AND HOBYOT SPOKEN IN OMAN AND YEMEN. 07-02-2010, Symposium Yemen - Oman - Muscat.
  2. ^ Nordhoff, Sebastian; Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2013). "Sokotri". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. 
  3. ^ a b Elie, Serge D. (2012-06-01). "Cultural Accommodation to State Incorporation in Yemen: Language Replacement on Soqotra Island". Journal of Arabian Studies. 2 (1): 39–57. doi:10.1080/21534764.2012.686235. ISSN 2153-4764. 
  4. ^ "Soqotri". Ethnologue. Diakses tanggal 2017-05-04. 
  5. ^ Elie, Serge D. (2006-01-01). "Soqotra: South Arabia's Strategic Gateway and Symbolic Playground". British Journal of Middle Eastern Studies. 33 (2): 131–160. 
  6. ^ Naumkin, V. V; Kogan, Leonid Efimovich (2014-01-01). Corpus of Soqotri oral literature (dalam bahasa English). ISBN 9789004278400. 
  7. ^ a b Morris, Miranda J. (2013-01-01). "The use of 'veiled language' in Soqoṭri poetry". Proceedings of the Seminar for Arabian Studies. 43: 239–244. 
  8. ^ Elie, Serge D. (2016-01-01). "Communal Identity Transformation in Soqotra: From Status Hierarchy to Ethnic Ranking". Northeast African Studies. 16 (2): 23–66. doi:10.14321/nortafristud.16.2.0023. 
  9. ^ "Info:Private Page - New World Encyclopedia". www.newworldencyclopedia.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-04. 
  10. ^ "Saba Net - Yemen news agency". www.sabanews.net. Diakses tanggal 2017-05-04.