Bahasa Baekje

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bahasa Baekje
Bahasa Paekche
Dituturkan diBaekje
WilayahKorea
EraAbad ke-4 sampai ke-7
Koreanik
  • Bahasa Baekje
Kode bahasa
ISO 639-3Mencakup:
pkc – Paekche (Bahasa Paekche)
xpp – Puyo-Paekche
LINGUIST List
pkc
 xpp
Glottologpaek1234
{{{mapalt}}}
Tiga Kerajaan Korea, dengan Baekje berwarna hijau.

Bahasa kerajaan Baekje (abad ke-4 sampai ke-7), salah satu dari Tiga Kerajaan Korea, kurang dapat dibuktikan, dan para pakar berbeda pendapat mengenai penggunaan satu atau dua bahasa. Namun, setidaknya beberapa materi tampaknya terkait erat dengan bahasa Korea Kuno kerajaan tetangga Silla.

Penggambaran dalam teks awal[sunting | sunting sumber]

Baekje didahului di bagian barat Korea oleh konfederasi Mahan. Catatan Tiga Sejarah Kerajaan Tionghoa (abad ke-3) menyatakan bahwa bahasa di Mahan berbeda dari bahasa di Goguryeo di bagian utara dan Samhan lain ('Tiga Han') di bagian timur, Byeonhan dan Jinhan, yang bahasanya dikatakan mirip satu sama lain. Namun, Kitab Han Akhir (abad ke-5) berbicara tentang perbedaan antara bahasa di Byeonhan dan Jinhan.[1]

Ahli sejarah percaya bahwa Baekje didirikan oleh imigran dari Goguryeo yang mengambil alih Mahan, sedangkan Byeonhan dan Jinhan masing-masing digantikan oleh Gaya dan Silla. Menurut Kitab Liang (635), bahasa di Baekje mirip dengan bahasa di Goguryeo.[2] Bab 49 Kitab Zhou (636) mengatakan tentang Baekje:[3]

王姓夫餘氏,號於羅瑕,民呼為鞬吉支,夏言竝王也。
Raja yang tergolong puak Puyŏ; bangsawan memanggilnya 於羅瑕; rakyat jelata memanggilnya 鞬吉支. Dalam bahasa Tionghoa, itu berarti 'raja'.

Berdasarkan bagian ini dan beberapa kata Baekje yang dikutip dalam sejarah Jepang Nihon Shoki (720), banyak cendekiawan, dimulai dengan Kōno Rokurō, berpendapat bahwa Kerajaan Baekje adalah dwibahasa, dengan bangsawan bertutur bahasa Puyŏ dan orang umum bertutur bahasa Han.[4][5]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lee & Ramsey (2011), hlm. 35–36.
  2. ^ Lee & Ramsey (2011), hlm. 44.
  3. ^ Vovin (2005), hlm. 119.
  4. ^ Kōno (1987), hlm. 84–85.
  5. ^ Kim (2009), hlm. 766.

Karya-karya yang dipetik[sunting | sunting sumber]

  • Bentley, John R. (2000), "A new look at Paekche and Korean: data from the Nihon shoki", Language Research, 36 (2): 417–443, hdl:10371/86143alt=Dapat diakses gratis. 
  • ——— (2001), A Descriptive Grammar of Early Old Japanese Prose, Leiden: Brill, ISBN 978-90-04-12308-3. 
  • Kim, Nam-Kil (2009), "Korean", dalam Comrie, Bernard, The World's Major Languages (edisi ke-2nd), London: Routledge, hlm. 765–779, ISBN 978-0-415-35339-7. 
  • Kōno, Rokurō (1987), "The bilingualism of the Paekche language", Memoirs of the research department of the Toyo Bunko, 45: 75–86. 
  • Lee, Ki-Moon; Ramsey, S. Robert (2011), A History of the Korean Language, Cambridge University Press, ISBN 978-1-139-49448-9. 
  • Lee, Seungjae (2017), Mokgan-e girokdoen Godae Hangugeo 木簡에 기록된 古代 韓國語 [The Old Korean Language Inscribed on Wooden Tablets] (dalam bahasa Korea), Seoul: Iljogag, ISBN 978-89-337-0736-4. 
  • Nam, Pung-hyun (2012), "Old Korean", dalam Tranter, Nicolas, The Languages of Japan and Korea, Routledge, hlm. 41–72, ISBN 978-0-415-46287-7. 
  • Vovin, Alexander (2005), "Koguryŏ and Paekche: different languages or dialects of Old Korean?", Journal of Inner and East Asian Studies, 2 (2): 107–140. 
  • ——— (2010), Korea-Japonica: A Re-Evaluation of a Common Genetic Origin, Honolulu: University of Hawaii Press, ISBN 978-0-8248-3278-0. 
  • ——— (2013), "From Koguryo to Tamna: Slowly riding to the South with speakers of Proto-Korean", Korean Linguistics, 15 (2): 222–240, doi:10.1075/kl.15.2.03vov.