Badroen Arieph
| Badroen Arieph | |
|---|---|
| Lahir | 1 November 1911 Samarinda, Hindia Belanda |
| Meninggal | 23 September 1983 (umur 71) Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Pekerjaan | Pengusaha |
| Dikenal atas | Pejuang Republiken, tokoh pers |
| Anak | M Fuad Arieph |
| Orang tua | Arieph Said dan Gusti Bulan |
Badroen Arieph (1 November 1911 – 23 September 1983) adalah pejuang Kemerdekaan Indonesia yang bergerak pada bidang pers dan gerakan politik Republiken (pendukung Republik Indonesia dan anti-Belanda) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.[1]
Latar keluarga
[sunting | sunting sumber]Badroen Arieph merupakan putra dari pasangan Arieph Said dan Gusti Bulan. Keluarga Arieph ini berasal dari Long Iram, sebuah kampung di pedalaman Kutai.[2] Dari nama depannya “Gusti” dan konteks kelahiran abad ke-19, ibunya Badroen merupakan keturunan dari Kesultanan Banjar. Badroen mempunyai seorang putra tunggal bernama M Fuad Arieph, yang kelak berkiprah sebagai pendiri surat kabar Suara Kaltim serta menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda periode 1999–2004.[3] Salah satu cucu dari Badroen, yakni Myrna A Safitri, merupakan orang pertama Kalimantan Timur yang diangkat oleh Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu pimpinan tinggi madya Otorita Ibu kota Nusantara.[4]
Masa kecil Badroen dijalani di kawasan Pasar Pagi Samarinda.[5] Pada zaman kolonial Belanda, lokasi ini terkenal dengan julukan Kampung HBS, yakni singkatan nama perusahaan dagang Handel-maatschaappij Borneo Samarinda yang didirikan oleh komunitas Banjar di Pasar Pagi Samarinda. Kampung HBS juga populer sebagai permukiman para pejuang.[6]
Kiprah
[sunting | sunting sumber]Badroen berkiprah di bidang penerbitan media cetak sejak zaman kolonial Belanda bersama kakak kandungnya, Anang Atjil Arieph.[2] Pada 1935 mereka mengelola penerbitan surat kabar Pantjaran Berita. Koran ini berhenti terbit pada awal Perang Pasifik ketika balantara Jepang memasuki wilayah Kalimantan Timur, Januari 1942.[7] Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, Badroen berpartisipasi dalam Panitia Persiapan Penyambutan Kemerdekaan Republik Indonesia (P3KRI) di Samarinda sebagai anggota bersama Oemar Dachlan, Abdoel Moeis Hassan, dan lain-lain.[8][9]
Pada masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia 1945–1949, Badroen menjadi penyandang dana sekaligus bendahara untuk gerakan politik Republiken di Kalimantan Timur, yakni partai lokal Ikatan Nasional Indonesia (INI) yang dipimpin oleh Abdoel Moeis Hassan (kelak menjadi Gubernur Kalimantan Timur periode 1962–1966). Badroen bersama keluarga Barack menyediakan logistik dan makanan untuk laskar gerilyawan Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) Samarinda pimpinan Djunaid Sanusie.[2][8]
Pada 4 Agustus 1946 Badroen mendirikan surat kabar Masjarakat Baroe. Ia bertindak sebagai pemimpin umum koran yang terbit 2 kali dalam seminggu ini. Dalam bidang keredaksian, ia merekrut Oemar Dachlan sebagai pemimpin redaksi.[10] Ukuran cetak surat kabar ini sangat kecil sehingga dijuluki “koran sapu tangan”. Badroen sebagai direktur Persatuan Dagang Indonesia (Perdi) berperan membiayai penerbitan Masyarakat Baroe. Distribusi koran ini selain di wilayah Kalimantan Timur juga sampai ke luar Kalimantan Timur, bahkan ke luar negeri.[11] Koran ini berperan sebagai media perjuangan kaum Republiken di Kalimantan Timur.[12] Kantor redaksi Masyarakat Baroe semula berada di Jalan Panglima Batur, kemudian berpindah ke Jalan Garuda (kini Jalan Pangeran Diponegoro) di Kota Samarinda.[13]
Wafat
[sunting | sunting sumber]Badroen wafat di Samarinda pada 23 September 1983. Ia dimakamkan di Kuburan Muslimin Samarinda, Jalan Abul Hasan.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sarip, Muhammad (2023). Perang di Samarinda: Sejarah Perjuangan Indonesia Merdeka di Ibu Kota Kalimantan Timur 1945–1949. Samarinda: RV Pustaka Horizon. hlm. 62–70. ISBN 978-623-6805-60-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 3 Hassan, A. Moeis (2004). Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana. Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu. ISBN 979-9222-88-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Sarip, Muhammad; Sheilla, Nanda Puspita (2024). Historipedia Kalimantan Timur: Dari Kundungga, Samarinda, hingga Ibu Kota Nusantara. Samarinda: RV Pustaka Horizon. ISBN 978-623-6805-66-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "Perempuan Samarinda yang Jadi Deputi Otorita IKN Itu Cucu Pejuang Kemerdekaan". Kaltimkece. 14 Oktober 2022. Diakses tanggal 9 Maret 2025.
- ↑ "Orang Banjar Samarinda Cucu Pejuang Kemerdekaan Jadi Unsur Pimpinan Otorita IKN". Kaltim Post. 14 Oktober 2022. Diakses tanggal 22 Februari 2025.
- ↑ Suprapto, Agus (1996). Perang Berebut Minyak; Peranan Strategis Pangkalan Minyak Kalimantan Timur dalam Perang Asia Pasifik 1942–1945. Samarinda: Pusat Penelitian dan Penulisan Sejarah Lembaga Penelitian Universitas 17 Agustus 1945. hlm. 44. ISBN 979-95028-0-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Noer , Syafril Teha; et al. (1997). Buku Putih Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Kalimantan Timur. Samarinda: PWI Cabang Kalimantan Timur. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Sanusi dkk, M. Djunaid (1984). Secercah Perjuangan BPRI Bn. VIII Brig. “S” Div. VI (NAROTAMA) di Samarinda. Samarinda: Pemda Kalimantan Timur. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Hassan, A. Moeis (1994). Ikut Mengukir Sejarah. Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu. hlm. 57. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Hartanto, Agung Dwi (2007). Seabad Pers Kebangsaan, 1907–2007. Jakarta: I:Boekoe. hlm. 572–574. ISBN 978-979-1436-02-1. OCLC 289071007. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Purba, Juniar; Anita; Tamam, Fathul Futuh (2007). H. Oemar Dachlan: Tokoh Pers Kalimantan Timur (Hasil Karya dan Pemikirannya) (PDF). Pontianak: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional. hlm. 10. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Sofyan, Masykur; Basyir, Hadri Abd (2003). Tokoh Pers Kaltim: Sejarah Karya dan Pengabdian. Samarinda: Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Kalimantan Timur. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Daftar Persuratkabaran jang Diterbitkan di Indonesia. Jakarta: Kementerian Penerangan. Maret 1953. hlm. 30 & 34. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)