Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
BEM UI 2020.png
BEM UI 2020
Tanggal pembentukan1974
Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (Dema UI)

1992
Senat Mahasiswa Universitas Indonesia
(SM UI)

1999
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
(BEM UI)[1]
JenisOrganisasi Kemahasiswaan
Kantor pusatPusat Kegiatan Mahasiswa, Kampus UI
Depok, Jawa Barat
Ketua
Fajar Adi Nugroho (2020)
Wakil Ketua
Tri Rahmawati (2020)
Organisasi induk
Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia
(IKM UI)
Situs webbem.ui.ac.id

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (disingkat sebagai BEM UI) adalah organisasi mahasiswa intra kampus Universitas Indonesia yang menjalankan peran eksekutif. Dalam menjalankan tugasnya BEM UI berdasar kepada Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, dan menjalankan program-program kegiatan yang tercantum dalam Garis-Garis Besar Haluan Kerja BEM UI. BEM UI juga menjadi wadah aspirasi mahasiswa UI.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Diskursus mengenai gerakan mahasiswa tidak bisa dilepaskan dengan gerakan para pemuda Indonesia yang dimulai sejak masa kebangkitan nasional. Gerakan mahasiswa Indonesia sendiri merupakan bentuk transformasi dari gerakan pemuda dan pelajar dari masa kebangkitan nasional hingga masa orde lama. Ketika jumlah mahasiswa semakin bertambah, kalangan intelektual diwakili oleh kelompok mahasiswa. Universitas Indonesia sebagai universitas tertua di Indonesia mempunyai umur yang lebih tua dari kelahiran Indonesia, bila cikal bakal UI ditarik dari STOVIA. STOVIA atau sekolah mantri Jawa menjadi embrio lahirnya Fakultas Kedokteran UI saat ini, yang menjadi fakultas tertua di UI. Berasal dari sekolah inilah muncul Budi Utomo sebagai organisasi kepemudaan pertama Indonesia yang mengusung ide nasionalisme. Dalam masa pergerakan nasional kita mengenal sosok founding fathers Soekarno. Soekarno, menamatkan pendidikan tingginya di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau sekarang dikenal dengan ITB (Institut Teknologi Bandung). ITB sendiri merupakan pecahan Fakultas Teknik dari Univeritas Indonesia yang berdiri sendiri.

BEM UI dan BEM Fakultas se-UI ajukan kontrak politik kepada dua Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI 2014.

Memasuki era tahun 1966, tanggal 10 Januari 1966, di halaman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mahasiswa UI yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) menggelar aksi demonstrasi. KAMI pada awalnya hanya merupakan aliansi yang terbentuk saat demonstrasi untuk menentang pemerintahan Soekarno. Dalam demonstrasi tersebut mahasiswa mencetuskan istilah TRITURA atau tiga tuntutan rakyat. Tuntutan inilah yang sering digaungkan hingga kini sebagai salah satu peranan besar gerakan mahasiswa Indonesia untuk pertama kalinya sekaligus peranan besar gerakan mahasiswa UI dalam mengarahkan perjalanan sejarah Indonesia. Keberhasilan mempercepat terjadinya perubahan rezim Orde Lama menuju Orde Baru kemudian menjadi tonggak pertama sejarah gerakan mahasiswa. Hal ini kembali dilanjutkan oleh mahasiswa UI pada tahun 1974 dengan dipimpin oleh sebuah lembaga baru yang disebut Dewan Mahasiswa UI (Dema UI). Kelahiran Dema UI tidak lama berselang setelah berpindahnya kekuasaan Soekarno ke Soeharto melalui Supersemar.

Dalam peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974, Dema UI gagal untuk membawa sebuah perubahan ekonomi yang tidak tergantung dengan modal asing. Akan tetapi, gerakan mahasiswa UI melalui Dema UI telah mampu untuk mewarnai dan mengguncang stabilitas politik nasional. Tahun 1978, sekali lagi Dema UI dibawah kepemimpinan Lukman Hakim bersama dengan mahasiswa dari kampus-kampus lainnya berencana untuk berdemonstrasi meminta pergantian Soeharto sebagai Presiden RI dalam Sidang Umum MPR yang akan dilaksanakan tanggal 11 Maret 1978. Akan tetapi, sebelum demonstrasi itu berlangsung gerakan telah diberangus dengan penculikan-penculikan yang dilakukan terhadap para aktivis. Pada tanggal 19 April 1978, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Menteri P dan K) Daoed Joesoef mengeluarkan SK Menteri P dan K No. 0156/U/1978 yang berisi tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Melalui SK ini pemerintah melarang mahasiswa melakukan politik praktis dan kampus tidak boleh dijadikan sebagai arena politik. Kemudian kurang lebih satu tahun kemudian pada tahun 1979 muncul SK kedua dari Menteri P dan K, SK No.037/U/1979 yang berisi bentuk susunan lembaga kemahasiswaan di setiap perguruan tinggi. SK ini menandakan represifitas pemerintah terhadap gerakan mahasiswa dan menurunnya peranan gerakan mahasiswa setelah sebelumnya Pangkopkamtib Benny Moerdani mengeluarkan SK No. SKEP 02/KOPKAM/1978 mengenai pembekuan Dewan Mahasiswa di seluruh Indonesia.

Fenomena terbangunnya kembali gerakan mahasiswa yang menjadi pengejawantahan suara-suara protes rakyat dimulai sejak awal tahun 1990. Melalui SK Mendikbud Fuad Hasan No. 0457/ U/ 1990 melahirkan lembaga kemahasiswaan SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi). Melalui lembaga ini kembali lahir sebuah lembaga di tingkat universitas yang diakui secara formal untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Ketua SM UI (Senat Mahasiswa UI) pertama tahun 1992 adalah Chandra M. Hamzah FH UI. SM UI masa awal masih berbentuk forum komunikasi yang terdiri dari ketua-ketua SM Fakultas. Tahun 1993, untuk pertama kalinya pemilihan ketua SM UI dilaksanakan melalui Pemilihan Raya (Pemira). Ketua SM UI pertama dengan sistem Pemira UI adalah Zulkiflimansyah FE UI. Tahun 1998, gerakan mahasiswa UI kembali memiliki peranan dalam membantu mengarahkan jalannya perubahan sejarah Indonesia. Terdapat dua kekuatan besar yang mewakili mahasiswa UI dalam melancarkan aksi-aksi demonstrasinya, yaitu SM UI pimpinan Rama Pratama FE UI dan Kesatuan Aksi Keluarga Besar UI (KB UI) yang salah satu pimpinannya adalah Irwansyah FISIP UI.[2]

Memasuki era reformasi, kehadiran BEM UI semakin diharapkan masyarakat menjadi aktor intelektual perubahan. BEM UI dituntut untuk selalu membantu memberikan solusi atas permasalahan bangsa. BEM UI memiliki beban sejarah besar dalam hal pergerakan kemahasiswaan yang mana sudah selayaknya dan sepatutnya menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain perihal gerakan mahasiswa. Apalagi lokasi BEM UI yang berada dekat dengan pusat ibu kota, sangat berpeluang untuk melancarkan gerakan sosial politik secara optimal. Perubahan sosial pasca reformasi, juga telah membentuk paradigma bahwa BEM UI tidak melulu hanya bergerak dalam gerakan sosial politik saja, namun BEM UI juga harus bias menjadi wadah pengabdian lain, khususnya pada gerakan-gerakan social kemasyarakatan dan kegiatan di bidang kemahasiswaan.

Beberapa momen penting dalam sejarah perjalanan BEM UI di era reformasi seperti misalnya:

  1. BEM UI tahun 2001 dalam Aksi Laporan Pertanggungjawaban Presiden Abdurahman Wahid.
  2. BEM UI tahun 2004 dalam Aksi Kasus Korupsi Akbar Tandjung (Golkar) di Mahkamah Agung
  3. BEM UI tahun 2011 memulai dirintisnya Gerakan UI Mengajar.
  4. BEM UI tahun 2012 melakukan gerakan occupy rektorat UI yang pada intinya menguliti kasus-kasus korupsi di internal Rektorat UI
  5. BEM UI tahun 2013 melakukan gerakan menyelamatkan sekolah untuk anak jalanan di depok, Sekolah Master (Masjid Terminal) Depok.
  6. BEM UI tahun 2014 melakukan kontrak politik dengan calon Presiden RI
  7. BEM UI tahun 2015 melakukan Aksi Rapat Akbar Anti Korupsi di Salemba UI dan menelurkan Catur Cita UI
  8. BEM UI tahun 2016 melakukan aksi penolakan reklamasi dan tuntutan DKI Jakarta menjadi pemerintah daerah yang bersih
  9. BEM UI tahun 2017 melakukan audiensi penolakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan aksi serta audiensi penolakan Panitia Khusus Hak Angket DPR RI untuk KPK.
  10. BEM UI tahun 2018 melakukan aksi penolakan revisi UU MD3
  11. BEM UI tahun 2019 melakukan aksi #ReformasiDikorupsi

Daftar pimpinan[sunting | sunting sumber]

No. Periode Logo Ketua SM Asal Fakultas Wakil Ketua SM Asal Fakultas
1 1992–1993 Chandra M. Hamzah FH
3 1994–1995 Zulkieflimansyah FE
4 1995–1996 Kamaruddin FISIP
5 1996–1997 Selamat Nurdin FT
6 1997–1998 Rama Pratama FE
No. Ketua BEM Asal Fakultas Wakil Ketua BEM Asal Fakultas
1 1998–1999 Bachtiar Firdaus FT
2 2000–2001 Taufik Riyadi FH
3 2001–2002 Wisnu Sunandar FT
4 2002–2003 Rico Marbun FMIPA
5 2003–2004 Achmad Nur Hidayat FT
6 2004–2005 Gari Primananda FIB
7 2005–2006 Azman Muammar FT
8 2006–2007 Ahmad Fathul Bari FIB Habibi Yusuf Sarjono FT
9 2007 Muhammad Tri Andika FISIP Rangga Zanuar FMIPA
10 2008 Edwin Nofsan Naufal FPsi Pongki Dwi Aryanto FKM
11 2009 Tri Setiatmoko FISIP Ananda Ridwansyah FISIP
12 2010 Imaduddin Abdullah FISIP Choky Risda Ramadhan FH
13 2011 Maman Abdurrakhman FT[3] Muhammad Adi Nugroho FIB
14 2012 Faldo Maldini FMIPA[4] Rosidi Rizkiandi FIB
15 2013 Ali Abdillah FH[5] Azhar Nurun Ala FKM
16 2014 Mohammad Ivan Riansa FT[6] Ahmad Mujahid FMIPA
17 2015 Logo BEM UI 2015.jpg Andi Aulia Rahman FH[7] Taufik Hidayat FMIPA
18 2016 Logo BEM UI 2016.jpg Arya Adiansyah FPsi Mochammad Abdul Majid FMIPA
19 2017 LOGO BEM UI 2017.jpg Muhammad Syaeful Mujab FISIP Yoga Prawira FIB
20 2018 Logo BEM UI 2018.png Muhammad Zaadit Taqwa FMIPA Idmand Perdina FIB
21 2019 BEM UI horz.png Manik Marganamahendra FKM Muhammad Rifadli FT
22 2020 BEM UI 2020.png Fajar Adi Nugroho FH Tri Rahmawati FEB

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "BEM UI sticks to moral action, upholds reform". Jakarta Post. 8 Februari 2001. Diakses tanggal 21 Oktober 2014. 
  2. ^ "Sejarah BEM UI". Kantor Komunikasi & Informasi BEM UI. Februari 2014. Diakses tanggal 21 Oktober 2014. 
  3. ^ "Kunjungan BEM UI 2011". Admin Marching Band Madah Bahana Universitas Indonesia. 4 Juli 2011. Diakses tanggal 21 Oktober 2014. 
  4. ^ "Mantan Ketua BEM UI Pimpin PPI United Kingdom". Republika Online. 26 November 2013. Diakses tanggal 21 Oktober 2014. 
  5. ^ "BEM UI Tegaskan Tak Ikut Aksi 25 Maret". Okezone News. 24 Maret 2013. Diakses tanggal 21 Oktober 2014. 
  6. ^ "Struktur BEM UI". Kantor Komunikasi & Informasi BEM UI. Februari 2014. Diakses tanggal 21 Oktober 2014. 
  7. ^ "BEM UI: Banyak Jawaban Presiden yang Membuat Kami Belum Puas". Beritasatu.com. 18 Mei 2015. Diakses tanggal 20 September 2015.