Badak kalimantan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Badak kalimantan
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Perissodactyla
Famili: Rhinocerotidae
Genus: Dicerorhinus
Spesies: D. sumatrensis
Nama binomial
D. s. harrissoni
Subspesies

Rhinoceros sondaicus annamiticus
Rhinoceros sondaicus inermis (punah)
Rhinoceros sondaicus sondaicus

Badak Kalimantan atau The Bornean rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) adalah anggota famili Rhinocerotidae Badak kalimantan adalah badak terkecil[1] di dunia.

Tanda-tanda keberadaan badak di Kalimantan terdeteksi pada awal 2013. Ini menimbulkan tanda tanya, benarkah badak Kalimantan belum punah?. Selama beberapa dekade terakhir diyakini badak Kalimantan sudah punah. Badak hanya tinggal cerita rakyat Dayak. Tetapi pada survei bersama yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, Universitas Mulawarman (Unmul), Yayasan Badak Indonesia (YABI), dan WWF Indonesia, pada akhir tahun 2013 sampai awal tahun 2014, berhasil direkam keberadaan badak melalui kamera[2] jebak.

24 April 2016, sebuah dokumentasi mengejutkan datang dari kameraman WWF Malaysia[3], Stephen Hogg yang berhasil menangkap gambar Badak Borneo (Badak Kalimantan) yang sangat langka, bahkan dilaporkan punah. Badak Borneo (Badak Kalimantan) adalah varian spesies dari Badak Sumatra yang juga tengah berada di kondisi kritis atas menyusutnya populasi binatang bercula tersebut dalam angka yang ekstrem. Selama beberapa lama, Badak Borneo (Badak Kalimantan) diyakini telah punah akibat berkurangnya hutan secara masif di Kalimantan. WWF tengah menyelidiki populasi binatang eksotis ini yang tersisa di wilayah konservasi "Heart of Borneo" yang meliputi 3 negara, Brunei, Malaysia dan Indonesia.

Badak Kalimantan di temukan di Kutai Barat, Sampai saat ini teridentifikasi melalui kamera jebak dan jejak tapak setidaknya terdapat 15 individu Badak Sumatera di tiga kantong populasi di wilayah[4] Kabupaten Kutai Barat. Bupati Kutai Barat Ismael Thomas telah mengeluarkan surat edaran dan himbauan kepada masyarakat dan jajaran pemerintah Kabupaten untuk turut membantu upaya penyelamatan badak di Kutai Barat.

Referensi[sunting | sunting sumber]