BPTP Sulut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Kementerian Pertanian Republik Indonesia
LogoKementerianPertanian.jpg
Situs web Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Utara

PENDAHULUAN[sunting | sunting sumber]

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian "[["BPTP"]]" merupakan lembaga vertikal teknis eselon III yang berada di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Secara struktural, BPTP Sulut bersama 34 BPTP dan Satker Sulawesi Barat, berada di bawah Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang berkedudukan di Bogor. BBP2TP mengoordinasikan kegiatan pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian yang bersifat spesifik lokasi di 34 BPTP dan Satker Sulawesi Barat di 34 provinsi. Sedangkan BB2TP merupakan bagian dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementan RI.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16/Permentan/OT.140/3/2006. Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian di Sulawesi Utara. Sesuai Visi dan Misi Balai Pengkajian Teknologi paertanian (BPTP) Sulawei Utara : Menjadi lembaga pengkajian terdepan sebagai penghasil dan penyedia teknologi pertanian sesuai kebutuhan pengguna pada lokasi spesifik lokasi di Sulawesi Utara, maka BPTP dalam upaya mencapai harapan itu, telah melakukan berbagai kegiatan untuk menunjang program di daerah ini.

Sulawesi Utara adalah salah satu daerah yang mempunyai potensi untuk pengembangan pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan dan palawija sebagai sumber ketahanan pangan. Permasalahan utama dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Sulawesi Utara adalah masih rendahnya tingkat produktivitas, dan kurang berfungsinya kelembagaan sistem dan usaha agribisnis sehingga bermuara pada rendahnya tingkat pendapatan petani.

KEDUDUKAN TUGAS DAN FUNGSI

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) merupakan lembaga vertikal teknis Eselon III yang berada dibawah Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Secara struktural, BPTP Sulawesi Utara bersama 33 BPTP lainnya, berada di bawah Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang berkedudukan di Bogor.

BBP2TP mengkoordinasikan kegiatan pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian yang bersifat spesifik lokasi dan merupakan bagian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan RI.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara adalah Unit Pelaksana Teknis Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, berada didaerah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Litbang Pertanian dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, dan pengembangan teknologi perakitan tepat guna spesifik lokasi.

Tujuan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara adalah :

  1. Meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya lahan pertanian penataan pola tanam dan kesesuaian tanam;
  2. Meningkatkan ketersediaan teknologi yang diperlukan petani melalui berbagai kegiatan demplot dilahan petani;
  3. Meningkatkan kemampuan petani mengakses dan menerapkan teknologi maju melalui pembimbingan kelompok tani terutama dalam hal penyediaan benih yang berkualitas dan penyediaan alsintan yang diperlukan;
  4. Meningkatkan produksi tanaman dan ternak melalui peningkatan produktivitas lahan dan tenaga kerja;
  5. Meningkatkan kemampuan petani menerapkan teknologi pengolahan hasil
  6. Meningkatkan kemampuan petani mengakses pasar melalui pelatihan
  7. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani

Fungsi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, yaitu :

  1. Pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi pertanian tepat gua spesifik lokasi;
  2. Pelaksanaan penelitian pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifikasi lokasi;
  3. Pelaksanaan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan;
  4. Penyiapan kerjasama, informasi, dokumentasi serta menyebarluaskan dan pendayagunaan hasil pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokal;
  5. Pemberian pelayanan teknik kegiatan pengkajian penelitian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga;

Wilayah kerja BPTP Sulawesi Utara mencakup 11 (sebelas) Kabupaten dan 4 (empat) Kota, yaitu : Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Sitaro, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, dan Kota Kotamobagu.

VISI DAN MISI

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Utara merupakan, salah satu unit pelaksana teknis Eselon 3 Badan Litbang Pertanian, yang secara hirarkis merupakan Bussines Unit Balitbangtan. Berdasarkan hierachical strategic plan, maka BPTP menyusun Rencana Aksi dari Visi, Misi, Kebijakan, dan Program Badan Litbang Pertanian, yang selanjutnya pada tataran rencana strategis BPTP (functional unit) dituangkan menjadi Rencana Operasional.

Oleh karena itu, visi, misi, kebijakan, stretegi, dan program Badan Litbang Misi Balitbangtan 2015-2019 mengacu pada Visi dan Misi Kementerian Pertanian, yang selanjutnya akan menjadi visi, misi, kebijakan, strategi, dan program seluruh satuan kerja Badan Litbang Pertanian, termasuk BBP2TP dan BPTP. Memperhatikan hierarchical strategic plan, maka visi dan misi BB Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian adalah:

Visi

Menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian terkemuka di dunia dalam mewujudkan sistem pertanian bio-industri tropika berkelanjutan.

Misi

  1. Merakit, menguji dan mengembangkan inovasi pertanian tropika unggul berdaya saing mendukung pertanian bio-industri.
  2. Mendiseminasikan inovasi pertanian tropika unggul dalam rangka peningkatan scientific recognition dan impact recognition.

Berdasarkan Permentan: No 19/Permentan/OT.020/5/2017, Tugas & Fungsi BPTP adalah:

Tugas

BPTP Balitbangtan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Fungsi

  1. Pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja, anggaran, evaluasi, dan laporan pengkajian ,perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  2. Pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi tepat guna spesifik lokasi;
  3. Pelaksanaan penelitian, pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  4. Pelaksanaan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  5. Perakitan materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  6. Pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi;
  7. Penyiapan kerja sama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil pengkajian, perakitan, dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  8. Pemberian pelayanan teknik pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi tepat guna spesifik lokasi;
  9. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan BPTP.

Susunan organisasi dan tata kerja BPTP diatur dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16/Permentan/OT.140/3/2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pértanian Nomor 48/Permentan/OT.140/6/2007, dan diubah lagi dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 20/Permentan/OT.140/3/2013.

Menurut Permentan Nomor 20 Tahun 2013 bahwa Balai Pengkajian Teknologi Pertanian adalah unit pelaksana teknis di bidang pengkajian pertanian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian, dengan susunan organisasi terdiri dari :

(1). Kepala Balai; yang mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Kepala BPTP menyelenggarakan fungsi:

  • Pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja, anggaran, evaluasi, dan laporan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  • Pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  • Pelaksanaan penelitian, pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;
  • Pelaksanaan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan;
  • Penyiapan kerja sama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil pengkajian, perakitan, dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi; pemberian pelayanan teknik pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi tepat guna spesifik lokasi; pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan BPTP.

(2) Subbagian Tata Usaha; mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian keuangan, perlengkapan, surat menyurat, dan rumah tangga.

(3) Seksi Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program, rencana kerja, anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil, serta pelayanan sarana teknis pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi

(4) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas :

a. Kelompok Jabatan Fungsional Peneliti; mempunyai tugas:

- melakukan inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;

- melakukan penelitian, pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi;

- melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

b. Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh; mempunyai tugas:

- Melakukan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan;

- Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tata kerja BPTP Sulawesi Utara diatur sebagai berikut :

  1. Dalam rnelaksanakan tugas, Kepala Balai, Kepala Subbagian, Kepala Seksi, dan Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi di lingkungan satuan organisasi pada BPTP, dan dengan instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.
  2. Setiap kepala satuan organisasi di lingkungan BPTP wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Setiap kepala satuan organisasi di lingkungan BPTP bertanggung jawab memimpin, mengkoordinasikan bawahan masing—masing dan memberikan bimbingan, serta petunjuk pelaksanaan tugas bawahan.
  4. Setiap kepala satuan organisasi di lingkungan BPTP Wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk, dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.
  5. Kepala Subbagian, Kepala Seksi dan Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Wajib menyampaikan laporan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala secara berkala dan / atau sewaktu-waktu.
  6. Setiap laporan yang diterima oleh kepala satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.
  7. Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, tembusan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
  8. Kepala wajib menyampaikan laporan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, secara berkala dan/atau sewaktu-waktu.
  9. Dalam melaksanakan tugas, setiap kepala satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan, wajib mengadakan rapat berkala.

Susunan organisasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (PBPT) Sulawesi Utara dapat dilihat pada Bagan Organisasi berikut ini di http://sulut.litbang.pertanian.go.id/index.php/profil/525-struktur-bptp-sulut== STRUKTUR ORGANISASI ==

  • Kepala Balai : Dr.Ir.Yusuf,MP.
  • Kepala Sub Bagian Tata Usaha : Ir. Hartin Kasim
  • Koordinator Kepegawaian : Leonie Paula Gosal,AP.
  • Koordinator Keuangan Emike S.Wajongere
  • Koordinator Rumah Tangga : Joly Lomboan B.A.
  • Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian : Daniel Victor Tutud, S.Pi, M.Si
  • Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian/ Humas, Website dan Layanan Publik : Arnold C. Turang,SP.
  • Koordinator Pelaporan dan Sarana Pengkajian : Ir. Mardiana
  • Koordinator Perpustakaan : Jany H.H.Sumampow,SPi.
  • Koordinator Program : Dr.Ir.J.B.M.Rawung, M.Si
  • Kepala Kebun Percobaan Pandu :Ir. Ibrahim E. Malia, M.Agr.
  • Ketua Kelompok Pengkaji Bidang Sosek Pertanian : Ir.Jantje G.Kindangen,MS.
  • Ketua Kelompok Pengkaji Bidang Sumberdaya Pertanian : Ir.Paulus C.Paat,MP.
  • Ketua Kelompok Pengkaji Bidang Budidaya Pertanian : Ir. Jeaneke Wowiling
  • Ketua Kelompok Pengkaji Bidang Pengolahan Hasil dan Alsin : Ir. G.H.Joseph.

MANTAN KEPALA BALAI DI ZAMANNYA

  • Ir.Dolvi Mangkey (Kepala Balai Informasi Pertanian- Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian0
  • Ir.Dolvi Mangkey (Kepala BPTP Biromaru dan IPPTP Sulut)
  • Ir.Arifuddin Lantja (Kepala IPPTP Kalasey)
  • Ir.Jantje G. Kindangen,MS. (Kepala BPTP )
  • Dr.Ir.Luice Albertini Taulu,MS. (Kepala BPTP Sulut)
  • Ir.Bahtiar,MS. (Kepala BPTP Sulut)
  • Ir.Abdul Rauf Wahid,MS. (Kepala BPTP Sulut)
  • Dr.Ir.Hiasinta Francisca Jaqualine Motulo, MSi. (Kepala BPTP Sulut Thn. 2017-2018)
  • Dr.Ir.Yusuf,MP (Kepala BPTP tahun 2018-Sekarang)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]