Ayam pengemis
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Ayam pengemis | |
|---|---|
| Nama lain | Ayam yang kaya dan mulia Ayam panggang isi Ayam rebus Hangzhou Ayam rebus lumpur kuning Ayam foil (versi sederhana) |
| Jenis | Hidangan ayam isi |
| Tempat asal | Tiongkok |
| Daerah | Changshu, Provinsi Jiangsu |
| Bahan utama | Ayam, bumbu rendaman, dan isian dengan berbagai macam bahan |
| Ayam pengemis | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi sederhana: | 叫化鸡 | ||||||||||
| Hanzi tradisional: | 叫化雞 | ||||||||||
| Pinyin: | jiàohuā jī | ||||||||||
| Makna harfiah: | ayam pengemis | ||||||||||
| |||||||||||
Ayam pengemis (Hanzi sederhana: 叫化鸡; Hanzi tradisional: 叫化雞; Pinyin: jiàohuā jī) adalah hidangan ayam khas Tiongkok yang diisi, dibungkus dengan tanah liat dan daun teratai (atau daun pisang atau bambu sebagai alternatif), lalu dipanggang perlahan dengan api kecil. Persiapan satu porsi bisa memakan waktu hingga enam jam.[1]
Asal-usul
[sunting | sunting sumber]Ayam pengemis terkenal di Tiongkok. Banyak ahli sepakat bahwa makanan ini berasal dari Hangzhou, tetapi ada pula yang beranggapan berasal dari Changshu, provinsi Jiangsu.[2][3] Metode memasak lambat dengan membungkus tanah liat sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.[2]
Terdapat beberapa versi tentang asal-usul hidangan ini. Salah satunya adalah ayam ini dinamakan sebagai ayam pengemis karena dahulu ada seorang pengemis yang kelaparan. Ia punya ayam. Namun, karena tidak punya kompor untuk memasak, akhirnya ia memasaknya dengan cara disembelih kemudian menyelimutinya dengan lumpur dan dipanggang di atas api.[1]
Versi lain mengatakan bahwa ayam pengemis tercipta karena suatu hari seorang pengemis mencuri ayam. Namun karena ia kekurangan bahan memasak, ia membungkusnya dengan daun teratai dan tanah liat kemudian memanggangnya di sebuah lubang. Saat matang, ia menyadari bahwa ternyata hidangan tersebut terasa empuk dan memiliki aroma yang menggugah.[4]
Ada pula yang mengklaim bahwa ayam pengemis tercipta karena seorang kaisar Tiongkok memergoki pengemis yang mencuri seekor ayam lalu memasaknya dengan memanggangnya di lubang. Kaisar tertarik lalu ia makan malam bersama dengan si pengemis. Sejak itu, hidangan tersebut dinamakan fu gui jiao hua ji yang berarti “ayam pengemis keberuntungan” oleh Zhu Yuanzhang, Kaisar Hongwu, yang mendirikan Dinasti Ming (1368-1644).[4]
Di Changshu, ayam pengemis berkaitan dengan kisah seorang pertapa asal Gunung Yushan bernama Qian Muzhai yang tinggal bersama istrinya, Liu Rushi. Konon, ayam pengemis tercipta ketika Qian Muzhai menemui seorang pengemis yang sedang memanggang ayam berselimutkan lumpur yang dipanggang di atas ranting di celah gunung. Qian Muzhai yang tertarik dengan hidangan si pengemis lalu meminta juru masak untuk membuat hidangan serupa. Juru masak menurut. Namun ia memodifikasi menu dengan menambahkan beberapa bahan ke dalam perut ayam. Meski baru pertama kali mencoba, Liu Rushi langsung menyukainya.[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Beggar's Chicken". en.chinaculture.org. Diakses tanggal 2025-11-04.
- 1 2 Basler, Barbara (April 8, 1990). "FARE OF THE COUNTRY; Hong Kong's Mystery Chicken". The New York Times. Diakses tanggal 11 September 2017.
- ↑ "Beggar's Chicken: the Legend Behind the Dish". Four Seasons Hotel. Diarsipkan dari asli tanggal June 22, 2016. Diakses tanggal 11 September 2017.
- 1 2 Yang, Yating (2024-07-03). "Explainer | The curious history and myths of Chinese beggar's chicken". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
- ↑ "Beggar's Chicken_Local Specialties". english.suzhou.gov.cn. Diakses tanggal 2025-11-06.

