Asuka-dera
| Asuka-dera | |
|---|---|
飛鳥寺 | |
Balairung Utama Asuka-dera, Asuka, Nara | |
| Agama | |
| Afiliasi | Buddhisme |
| Sekte | Shingon |
| Wilayah | Kansai |
| Dewa | Shaka Nyorai |
| Pelindung | Soga no Umako |
| Lokasi | |
| Lokasi | Nara |
| Negara | Jepang |
| Arsitektur | |
| Tipe | Vihara (Kuil Buddhis) |
| Gaya | Jepang |
| Dibangun oleh | Klan Soga |
| Didirikan | 588 |

Asuka-dera (飛鳥寺), juga dikenal sebagai Hōkō-ji (法興寺), adalah sebuah kuil Buddhis di Asuka, Prefektur Nara. Asuka-dera dianggap sebagai salah satu kuil tertua di Jepang.
Kompleks kuil
[sunting | sunting sumber]
Bagian dari model 1/1000 Fujiwara-kyō di ruang referensi Kashihara-shi Fujiwara-kyō.
Sejumlah catatan yang mengacu pada asal mula kuil ini, seperti Nihongi dan Fusō-ryakuki. Bangunan asli dari apa yang kemudian disebut Hōkō-ji dibangun pada tahun 588, tak lama setelah diperkenalkannya agama Buddha ke Jepang, atas perintah Soga no Umako.[1][2] Kuil ini dibangun dengan menggunakan panduan pertukangan dari kerajaan kuno Korea, Baekje.[3]
Menyusul pemindahan ibu kota dari Asuka ke Heijō-kyō (kini kota Nara), bangunan-bangunan di Asuka-dera juga dipindahkan dari lokasi aslinya di Asuka ke Nara pada tahun 718 M, dan berkembang menjadi sebuah kuil besar dengan nama Gangō-ji. Lokasi asli Hōkō-ji juga dipertahankan sebagai sebuah kuil, yang bertahan sampai zaman modern.[4]
Objek utama pemujaan di Asuka-dera adalah Buddha Agung perunggu, yang konon dibuat oleh Kuratsukuri no Tori pada awal abad ketujuh. Patung tersebut ditetapkan sebagai sebuah Properti Budaya Penting.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Kawagoe, Aileen. Heritage of Japan https://heritageofjapan.wordpress.com/inception-of-the-imperial-system-asuka-era/how-buddhism-came-to-take-root-in-japan/.
- ↑ Aston, William. (2005). Nihongi, p. 101.
- ↑ Asuka Historical Museum http://www.asukanet.gr.jp/asukahome/ASUKA2/ASUKATERA/asukadera.html. Diakses tanggal 6 June 2017.
- ↑ Martin, John et al. (1993). Nara: A Cultural Guide to Japan's Ancient Capital, p. 121;
Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- Aston, William G. (2005). Nihongi: Chronicles of Japan from the Earliest Times to A.D. 697. Tokyo: Charles E. Tuttle Company. ISBN 0-8048-3674-4
- Brown, Delmer M. and Ichirō Ishida, eds. (1979). [ Jien, c. 1220], Gukanshō (The Future and the Past, a translation and study of the Gukanshō, an interpretative history of Japan written in 1219). Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-03460-0
- Martin, John H. and Phyllis G. Martin. (1993). Nara: A Cultural Guide to Japan's Ancient Capital. Tokyo: Tuttle Publishing. ISBN 978-0-8048-1914-5
- Shimura, Izuru. (1998). Kōjien, 5th edition. Tokyo: Iwanami Shoten. ISBN 978-4-00-080111-9 (cloth)
- Ponsonby-Fane, Richard Arthur Brabazon. (1959). The Imperial House of Japan. Kyoto: Ponsonby Memorial Society. OCLC 194887
- Titsingh, Isaac, ed. (1834). [Siyun-sai Rin-siyo/Hayashi Gahō, 1652], Nipon o daï itsi ran; ou, Annales des empereurs du Japon. Paris: Oriental Translation Fund of Great Britain and Ireland.
- Varley, H. Paul, ed. (1980). [ Kitabatake Chikafusa, 1359], Jinnō Shōtōki ("A Chronicle of Gods and Sovereigns: Jinnō Shōtōki of Kitabatake Chikafusa" translated by H. Paul Varley). New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-04940-4

