Arum italicum
| Arum italicum | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Ordo: | Alismatales |
| Famili: | Araceae |
| Genus: | Arum |
| Spesies: | A. italicum |
| Nama binomial | |
| Arum italicum | |
| Subspecies[1] | |
| Sinonim[1] | |
|
Spesies
subsp. albispathum subsp. canariense
subsp. italicum
| |
Arum italicum merupakan tanaman herba tahunan berbunga yang termasuk dalam famili Araceae. Spesies ini berasal dari Kepulauan Britania serta wilayah Mediterania, Kaukasus, Kepulauan Kanaria, Madeira, dan Afrika Utara. Tanaman ini juga telah dinaturalisasi di beberapa daerah lain, termasuk Belgia, Belanda, Austria, Argentina, Pulau Utara Selandia Baru, serta sejumlah lokasi di Amerika Utara.[1][2][3][4]
Arum italicum dapat menjadi spesies invasif di beberapa wilayah, terutama di kawasan Pasifik Barat Laut Amerika Serikat.[5][6][7] Setelah tumbuh menetap, tanaman ini sangat sulit dikendalikan. Herbisida hanya mampu mematikan daunnya, tetapi umbinya sering tetap bertahan. Upaya pengendalian manual pun berisiko memperluas penyebarannya, karena umbi dan potongan akar dapat tersebar melalui tanah yang terkontaminasi.[8]
Daun, buah, dan rimpangnya mengandung senyawa beracun, terutama oksalat. Jika umbinya tertelan, dapat menyebabkan gangguan serius pada ginjal, sistem pencernaan, dan otak, bahkan berakibat fatal.[9] Meski demikian, di Kroasia, umbi tanaman ini pernah dimanfaatkan sebagai sumber makanan pada masa kelaparan.[10]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Arum italicum dapat tumbuh setinggi 30–46 cm (sekitar 1–1,5 kaki) dengan lebar yang hampir sama. Tanaman ini berbunga pada musim semi, menampilkan bunga putih yang kemudian berubah menjadi buah merah terang yang mencolok.[11] Berdasarkan tinggi tangkai bunganya, spesies dalam genus Arum dibedakan menjadi dua kelompok: “spesies samar,” yaitu yang perbungaannya muncul di tangkai pendek di antara atau di bawah daun, dan “spesies bendera” yang memiliki perbungaan menjulang di atas daun pada tangkai panjang. Arum italicum termasuk dalam kelompok pertama, yaitu spesies samar.[12]
Pada tahun 1778, Lamarck mencatat bahwa perbungaan tanaman ini mampu menghasilkan panas.[13][14] Secara umum, Arum italicum memiliki jumlah kromosom 2n = 84, meskipun beberapa subspesies, seperti subspesies albispathum, hanya memiliki 2n = 56.[15]
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Dalam klasifikasinya, Arum italicum termasuk dalam subgenus Arum, bagian Arum.[15] Tanaman ini diketahui dapat membentuk hibrida dengan Arum maculatum.[16] Status dua subspesies yang saat ini dimasukkan ke dalam Arum italicum, yaitu subspesies albispathum (yang ditemukan dari wilayah Krimea hingga Kaukasus) dan subspesies canariense (dari wilayah Makronesia), masih belum pasti, dan keduanya mungkin sebenarnya merupakan spesies yang terpisah.[17]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 "Arum italicum Mill". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 28 October 2024.
- ↑ Govaerts, R. & Frodin, D.G. (2002). World Checklist and Bibliography of Araceae (and Acoraceae): 1-560. The Board of Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew.
- ↑ Castroviejo, S. & al. (eds.) (2008). Flora Iberica 18: 1-420. Real Jardín Botánico, CSIC, Madrid.
- ↑ P.A. Stroh; T. A. Humphrey; R.J. Burkmar; O.L. Pescott; D.B. Roy; K.J. Walker (ed.). "Arum italicum Mill". BSBI Online Plant Atlas 2020. Diakses tanggal 1 May 2023.
- ↑ "Garden Mastery Tips from Clark County Master Gardeners - Arum italicum" (PDF). ext100.wsu.edu. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-07-05.
- ↑ "Natural Resources & Science - Resource Stewardship & Science - Region 1 NCA (U.S. National Park Service)". www.nps.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-28.
- ↑ "Invasive Italian arum". West Multnomah Soil & Water Conservation District (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-02-13.
- ↑ "Control Options for Italian Arum". Whatcom County, Washington. Whatcom County Noxious Weed Board. Diakses tanggal 18 February 2024.
- ↑ Prakash Raju, K. N. J.; Goel, Kishen; Anandhi, D.; Pandit, Vinay R.; Surendar, R.; Sasikumar, M. (2018). "Wild tuber poisoning: Arum maculatum – A rare case report". International Journal of Critical Illness and Injury Science. 8 (2): 111–114. doi:10.4103/IJCIIS.IJCIIS_9_18. ISSN 2229-5151. PMC 6018264. PMID 29963416.
- ↑ Łuczaj et al. 2012, hlm. 360.
- ↑ "Arum italicum - Plant Finder". www.missouribotanicalgarden.org. Diakses tanggal 2024-10-28.
- ↑ Gibernau, Macquart & Przetak 2004, hlm. 152.
- ↑ Meeuse, B.J.D. 1975. Films of liquid crystals as an aid in pollination studies. In Pollination and Dispersal, ed N.B.M. Brantjes, H.F. Linskens, pp 19-20. Nijmegen. The Netherlands: Dep. Botany, Univ. Nijmegen.
- ↑ Pfeffer, W. (Wilhelm); Ewart, Alfred J. (Alfred James) (1906). The physiology of plants; a treatise upon the metabolism and sources of energy in plants. MBLWHOI Library. Oxford, Clarendon press.
- 1 2 Boyce, Peter (1993). The Genus Arum. London: HMSO. ISBN 0-11-250085-4.
- ↑ Plantsman v13:3, p142, September 2014; Royal Horticultural Society
- ↑ Boyce, P.C. (2002). "Arum - a Decade of Change". Aroideana. 29: 132–139.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Łuczaj, Łukasz; Pieroni, Andrea; Tardío, Javier; Pardo-de-Santayana, Manuel; Sõukand, Renata; Svanberg, Ingvar; Kalle, Raivo (2012-11-19). "Wild food plant use in 21st century Europe: the disappearance of old traditions and the search for new cuisines involving wild edibles". Acta Societatis Botanicorum Poloniae. 81 (4): 359–370. Bibcode:2012AcSBP..81..359L. doi:10.5586/asbp.2012.031. eISSN 2083-9480. hdl:10278/3695496.
- Gibernau, Marc; Macquart, David; Przetak, Gilles (2004). "Pollination in the genus Arum – a review" (PDF). Aroideana. 27: 148–166. ISSN 0197-4033.