Arsitektur Batin
Arsitektur Batin adalah arsitektur tradisional dari suku Batin di Kecamatan Tabir, Desa Rantau Panjang, dan Kabupaten Sarolangun Bangko.[1]
Rumah tempat tinggal
[sunting | sunting sumber]Nama bangunan
[sunting | sunting sumber]
Bangunan rumah tempat tinggal orang Batin yang ada di Rantau Panjang disebut juga dengan istilah "Kajang Lako", karena bentuk dari bubungan rumah tersebut hampir berbentuk perahu, dimana ke dua ujung bubungan bagian atas dilengkungkan ke atas, dan ke bawah berlipat dua hingga berbentuk segitiga.[2]
Nama khusus bangunan ini tidak ada, tetapi masyarakat setempat menyebutnya rumah Lamo, karena rumah itu telah dilingkungi oleh adat. Umpamanya kalau kita tanyakan kepada salah seorang penduduk setempat "bapak dari mana?" dia akan menjawab "saya dari rumah lamo". Kalau dianalisis istilah rumah Lamo yang dipakai oleh penduduk setempat, istilah lamo dinilai dalam bahasa Indonesia sama dengan kata lama. Jadi rumah Lamo sama dengan rumah Lama. Kemungkinan besar sebab penduduk setempat menyebut rumah Lamo, karena menurut sejarah rumah tersebut cukup tua dan diperkirakan sudah berumur sekitar 400 tahun.[2]
Tipologi
[sunting | sunting sumber]Bila diperhatikan rumah adat yang ada di dusun Lamo ini tipologinya berbentuk bangsal, yaitu empat persegi panjang dengan ukuran lebarnya 9 meter dan panjangnya 12 meter.[2] Rumah ini dibuat dalam bentuk empat persegi panjang, untuk mempermudah dalam penyusunan ruangan yang disesuaikan dengan fungsinya, karena pada lingkungan adat Marga Batin V tidak terlepas dengan hukum-hukum agama Islam. Umpamanya kalau ada musyawarah adat, semua tingkat lapisan masyarakat akan hadir dan masing-masing mempunyai ruangan tersendiri yang telah ditetapkan oleh adat. Ruangan anak gadis dengan pemuda berjauhan. Anak gadis berada di ruang belakang sedangkan pemuda di ruang muka, begitu juga dengan ruang perempuan dewasa dengan ruang laki-laki dewasa berbeda.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]- ↑ Djafar dan Madjid 1986, hlm. 10-11.
- 1 2 3 Djafar dan Madjid 1986, hlm. 22.
- ↑ Djafar dan Madjid 1986, hlm. 22-23.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Djafar dan Madjid, A. (1986). Abu, Rifai (ed.). Arsitektur Tradisional Daerah Jambi (PDF). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)