Arini 2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Arini 2
PemeranAnneke Jodi
Andrea Dian
Vino Bastian
Alisia Rininta
Ben Joshua
Lagu pembukaAku Terjatuh, ST 12
Lagu penutupAku Terjatuh, ST 12
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia
Jumlah musim1
Jumlah episode35
Produksi
ProduserSukhdev Singh
Wicky V. Olindo
LokasiJakarta
Durasi1 Jam
Rumah produksiScreenplay Productions
Rilis
Jaringan penyiarSCTV
CCTV-1 Tiongkok (2013)
Format visualSDTV
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaBendera Indonesia Senin, 10 Januari 2011Minggu, 13 Februari 2011 (TAMAT)
Bendera Republik Rakyat Tiongkok Sabtu, 19 Januari 2013Jumat, 8 Februari 2013
Tanggal rilisBendera Indonesia Senin, 10 Januari 2011Minggu, 13 Februari 2011 (TAMAT)
Bendera Republik Rakyat Tiongkok Sabtu, 19 Januari 2013Jumat, 8 Februari 2013
Kronologi
Diawali olehArini
Dilanjutkan olehTAMAT
Pesantren & Rock n' Roll
Gala Tahun Baru Imlek CCTV 2013 (CCTV-1 Tiongkok)
Arini 2
Dibintangi
oleh
Anneke Jodi
Andrea Dian
Vino Bastian
Alisia Rininta
Ben Joshua
Panji Saputra
Negara asalIndonesia
No. episode35
Rilis
Saluran asalSCTV
CCTV-1 Tiongkok (2013)
Tayang perdanaBendera Indonesia Senin, 10 Januari 2011Minggu, 13 Februari 2011 (TAMAT)
Bendera Republik Rakyat Tiongkok Sabtu, 19 Januari 2013Jumat, 8 Januari 2013
Kronologi Musim
← Sebelumnya
Arini

Arini 2 adalah season terakhir dari sinetron Arini yang ditayangkan di SCTV dan CCTV-1 Tiongkok ditayangkan perdana Senin, 10 Januari 2011 hingga sampai dengan episode terakhir hingga tamat ditutup Minggu, 13 Februari 2011 digantikan oleh Pesantren & Rock n' Roll pada hari berikutnya. Sinetron ini diproduksi oleh Screenplay Productions. Pemainnya antara lain ialah Anneke Jodi, Andrea Dian, Vino Bastian, Alisia Rininta, Ben Joshua, dan masih banyak lagi.

Kru[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

GALANG membawa Arini ke sebuah rumah sakit. Saat itu hanya Galang-lah satu-satunya orang yang mengetahui keberadaan Arini. Sementara di bagian lain semua orang tengah sibuk mencari Arini. Sayang usaha mereka tampaknya sia-sia lantaran perempuan itu belum juga diketahui keberadaannya. Rupanya, Galang mendaftarkan Arini di rumah sakit dengan menggunakan nama lain. Widya menyalahkan Sinta sebagai penyebab semua tragedi yang terjadi dalam hidup Arini. Dalam kondisi kesal, Widya spontan menampar Sinta. Perbuatan Widya itu keruan saja membuat Sinta menaruh dendam. Di rumah sakit, Arini telah siuman dari pingsan. Galang berusaha menjelaskan kepada Arini peristiwa yang sudah terjadi selama tiga tahun terakhir saat Arini terbaring dalam keadaan koma. Penjelasan Galang ibarat angin lalu bagi Arini yang sakit hati setelah mengetahui bahwa Galang sudah menikah lagi dengan Sinta. Kekecewaan yang mengharu biru lantaran Arini bersikeras tidak mau mendengar penjelasannya, membuat Galang berpikir untuk meninggalkan Sinta sekaligus tempat tinggalnya. Galang berusaha memenangkan cinta Arini kembali. Sementara di lain pihak, permintaan ayah Sinta membuat ayah Galang setuju untuk menyuruh Galang tetap menjalankan tugasnya sebagai suami Sinta yang saat itu tengah berbadan dua. Kenyataan itu menjadikan Galang terbelenggu oleh tanggung jawab sebagai seorang suami, calon ayah, sekaligus menantu. Di bagian lain, Arini kabur dari rumah sakit demi mencari Kanaya, anaknya, yang berada di rumah Sinta. Di tengah jalan, dalam keadaan lemah Arini ditolong oleh seorang pemuda bernama Ben. Bak petir di siang bolong, Arini sangat terpukul setelah mengetahui bahwa Himawan dan Adrian telah memberitahukan kepada orang-orang perihal kematian perempuan itu tiga tahun silam. Peristiwa tersebut membuat Arini tidak mudah menaruh kepercayaan kepada sembarang orang. Di lain pihak, usaha Galang yang ingin mempertemukan Kanaya dengan Arini mendapat halangan dari Sinta. Ayah Sinta yang melihat putri tercintanya itu mendapat banyak tekanan, lantas mengancam Galang agar tidak menyakiti Sinta yang kini tengah berbadan dua. Di bagian lain, Arini kabur dari rumah sakit untuk mencari Kanaya yang tinggal di rumah Sinta. Di tengah jalan, Arini yang dalam keadaan lemah ditolong oleh seorang pemuda bernama Ben. Arini berusaha mencari Kanaya. Di tengah jalan, Arini yang dalam keadaan lemah ditolong oleh Ben. Tekad yang kuat bertemu sang buah hati membuat Arini memutuskan untuk kabur dari rumah Ben yang telah menyelamatkannya. Sementara itu Widya kembali menyalahkan Sinta atas semua kejadian yang menimpa Arini. Widya lantas mendatangi rumah Sinta untuk mencari Arini sekaligus mengambil Kanaya. Sinta yang sedang hamil terjatuh saat mempertahankan Kanaya. Di depan Widya, Galang terpaksa menolong Sinta atas perintah ayah mertuanya. Pada saat bersamaan, secara diam-diam Arini menyelinap masuk ke rumah Sinta. Arini pun terperangkap dalam kamar tidur Kanaya.

ARINI bersembunyi di rumah Tarjo lantaran tidak seorang pun yang dia percaya. Perempuan itu terus berusaha kembali ke rumah Sinta untuk mengambil Kanaya. Suatu hari, Galang dan Sinta menangkap basah Arini yang mencoba masuk ke rumah mereka. Ketika berusaha menghalangi Arini itulah tanpa sengaja Sinta terjatuh dan mengalami pendarahan ringan sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Sepeninggal Galang dan Sinta, Arini kembali mencoba masuk ke rumah mengambil Kanaya. Apes, Wiyogo memergokinya. Saat itulah Arini mengetahui bahwa Himawan dan Adrian ditahan polisi atas tuduhan kebohongan publik mengenai kematian Arini tiga tahun silam. Wiyogo kembali mengancam Galang agar menjaga Sinta, karena jika Sinta terus mendapat tekanan maka kemungkinan besar Sinta akan mengalami keguguran.

ARINI memutuskan untuk menenangkan diri sementara waktu dengan bersembunyi di rumah Tarjo. Sementara Tarjo berusaha menasihati Arini yang menyalahkan Galang dan berusaha menjauhi mantan suaminya itu meskipun Galang sepenuhnya tidak bersalah. Di kantor polisi, Widya yang mengetahui kalau Himawan dan Adrian ditahan polisi, melarang Dinda menjenguk ayah dan kakaknya. Wiyogo marah setelah mengetahui kalau Sinta mengalami pendarahan. Dia pun kembali mengancam Galang, dan mengatakan jika Arini kembali masuk ke rumahnya, Wiyogo pun akan membuat Galang dan Arini berada di balik sel. Tidak hanya itu, Wiyogo juga meyakinkan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan Arini adalah ibu kandung Kanaya. Keruan saja Galang terkejut mendengar ucapan Wiyogo perihal Kanaya. Dia pun berusaha mencari akta kelahiran Kanaya. Betapa terkejutnya Galang setelah menemukan akta kelahiran Kanaya yang tertera atas nama dirinya dan Sinta, bukan Arini.

GALANG mendapati akta kelahiran Kanaya tertulis atas nama dirinya dan Sinta. Pria itu pun yakin kalau Sinta dan ayah Sinta telah memalsukan akta tersebut. Kekecewaan yang membuncah membuat Galang memutuskan untuk memakai kembali cincin kawinnya dengan Arini. Mengetahui hal tersebut, Sinta pun meradang serta mengancam Galang. Sayang, Galang tetap bersikeras mengenakan cincin itu. Berkat bujukan Tarjo, Arini yang awalnya tidak percaya lagi kepada siapa pun, luluh juga dan bersedia bertemu dengan Galang, asalkan Galang membawa Kanaya. Demi memenangkan cinta Arini kembali, Galang nekat membawa kabur Kanaya dari rumah Sinta. Dia pun berhasil mempertemukan Arini dan Kanaya. Nahas, tanpa sengaja Galang membuat Sinta jatuh dan kembali mengalami pendarahan.

MALANG benar nasib Sinta. Perempuan itu terguling dari tangga sehingga mengalami keguguran. Wiyogo-lah satu-satunya orang yang mengetahui perihal keguguran itu. Wiyogo merahasiakan hal tersebut dari Sinta. Pria itu lantas mendesak Saring untuk menuntut tanggung jawab Galang atas kecelakaan yang menimpa Sinta. Arini yang mendengar teguran keras Saring kepada Galang lantas meminta Galang pergi dari kehidupannya, dan kembali pada Sinta, istri Galang. Sinta kedatangan tamu dari masa lalu, Billy, pria yang tiga tahun lalu dibayar oleh Wiyogo dan Sinta untuk mencelakakan Arini hingga perempuan malang itu mengalami koma.

TIDAK ada pilihan lain, Galang terpaksa berdamai dengan Saring, ayahnya, dan tinggal di rumah Saring untuk sementara waktu lantaran diusir oleh Shinta. Di sisi lain, Arini pun tidak menerima kehadiran Galang. Sementara Wiyogo berjanji akan membantu Sinta untuk membalaskan dendamnya pada Galang dan Arini. Di lain tempat, Arini pergi ke kantor polisi untuk menjenguk ayah dan kakaknya, Himawan serta Adrian. Di kantor polisi tampak Billy, pria yang dulu dibayar oleh Wiyogo dan Sinta untuk mencelakakan Arini. Billy terkejut setelah mengetahui ternyata Arini masih hidup. Billy juga kaget mendengar kabar bahwa Sinta sedang mengandung. Billy curiga kalau bayi dalam kandungan Sinta itu sebenarnya adalah anaknya.

ARINI membawa Kanaya yang saat itu tengah menderita sakit ke rumah sakit. Di tempat yang sama, Galang sedang menemani Sinta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Di situlah Arini semakin yakin bahwa Galang seharusnya memang senantiasa berada di samping Shinta. Sementara Galang dan Shinta terkejut ketika mendapat kabar bahwa Shinta mengalami keguguran. Shinta kecewa lantaran Wiyogo, ayahnya, tidak pernah memberitahukan perihal keguguran yang dialaminya. Kehilangan janin yang baru saja dialaminya itu membuat Sinta bertekad merebut kembali Kanaya. Wiyogo menyalahkan Galang sebagai penyebab keguguran Shinta. Galang sadar bahwa Wiyogo yang marah bisa melakukan kejahatan apa saja atas dirinya, Arini, dan Kanaya.

DALAM kondisi bingung dan panik, Arini berusaha mencari Kanaya yang ternyata diculik oleh anak buah Wiyogo. Beruntung Adrian yang kebetulan datang untuk melihat Arini dan Kanaya berhasil menyelamatkan Kanaya. Wiyogo juga memerintahkan anak buahnya untuk mengamati gerak-gerik Galang dan Arini. Namun Galang berhasil melumpuhkan anak buah Wiyogo. Sementara Shinta yang marah dan kecewa atas kebohongan Wiyogo perihal keguguran bayinya, kembali ke rumah dan berniat meninggalkan Wiyogo. Billy marah setelah mengetahui Shinta keguguran. Pria itu lantas masuk dan bersembunyi di kamar Shinta untuk meminta pertanggungjawaban Shinta. Di bagian lain, Galang yang mengetahui percobaan penculikan Kanaya, datang menemui Arini dan Kanaya. Sayang, Arini bersikeras tidak mau bertemu dengan Galang. Demi Arini dan Kanaya, Galang memastikan bahwa dia tidak akan menganggu kehidupan Arini lagi.

BILLY masih terus menyalahkan Shinta atas kematian janin dalam kandungan Shinta. Maklum, janin itu ternyata adalah anak Billy. Shinta yang merasa posisi dia kian tersudut, akhirnya mengatakan kepada Billy bahwa Galang dan Arini-lah yang menyebabkan kandungan Shinta mengalami keguguran. Sementara itu, setelah percobaan penculikan terhadap Kanaya yang dilakukan oleh Himawan, Adrian berhasil membujuk Arini untuk membawa Kanaya tinggal di rumah Widya. Kanaya akan tinggal bersama Dinda, Himawan, dan Adrian, agar merasa lebih aman. Tanpa sepengetahuan Arini, Adrian juga mengundang Galang untuk datang ke rumah Widya sebagai pertemuan keluarga. Saat keduanya bertemu, Arini menolak kehadiran Galang, sehingga Galang memutuskan untuk menceraikan Arini.

HATI Galang seperti disayat sembilu setelah mendapati kenyataan kalau Shinta telah mengkhianati cintanya. Tidak hanya itu, Sinta pun telah berbohong perihal anak dalam kandungannya yang ternyata adalah benih dari Billy. Arini yang datang atas permintaan Tarjo untuk bicara dengan Galang mendapati pria itu dalam kondisi kecewa. Galang tidak lagi percaya kepada siapa pun. Keadaan itu membuat Arini merasa bersalah. Berkat nasihat Tarjo, Galang pun menyadari bahwa Arini adalah cinta sejatinya. Akhirnya Galang dan Arini memutuskan untuk kembali bersatu dan menjalani kehidupan keluarga mereka bersama Kanaya. Sementara itu, Shinta yang menyadari telah membohongi Galang berusaha mencari Galang untuk meyakinkan perihal kehamilannya. Sayang, niat Shinta dihalangi oleh Billy dan sang ayah. Di depan keluarga besar Arini yang menyambut gembira berkumpulnya Galang dan Arini, Galang menyampaikan niatnya untuk menceraikan Sinta.

BAGI Arini, cinta tidak untuk dibagi-bagi. Karena itulah, Arini menolak mentah-mentah sewaktu Shinta memberikan penawaran agar mereka mau berbagi kehidupan berdua dengan Galang. Penolakan itu keruan saja membuat Shinta menjadi tertekan. Melihat keadaan putrinya itu, Wiyogo yang sedih berusaha terus mendapatkan akta kelahiran Kanaya yang asli untuk merebut bocah itu kembali. Tidak hanya itu, Wiyogo juga melakukan teror kepada keluarga Arini, bahkan mengirimkan surat ancaman untuk keluarga Himawan. Lantaran Arini khawatir kehilangan Kanaya lagi, Galang pun memutuskan pergi ke Kota Yogyakarta untuk mengambil dan mengurus akta kelahiran Kanaya. Ketika Galang akan berangkat ke Kota Yogyakarta itulah anak buah Wiyogo terus menguntit Galang. KEMBALI kehilangan Kanaya, buah hati yang sangat dicintainya, membuat hati Arini hancur berkeping-keping. Perempuan itu pun bingung karena tidak dapat menghubungi Galang yang saat itu sedang berada di Kota Yogyakarta. Sementara Wiyogo terlihat sangat puas melihat kerja timnya bersama pengacara Priyanto, setelah berhasil membawa Kanaya kembali ke pelukan Sinta. Di bagian lain, Billy terus berusaha mengambil kesempatan agar dapat menikahi Shinta. Pria itu memberikan rekaman percakapan antara dirinya dengan Wiyogo yang terjadi tiga tahun silam. Rekaman tersebut diberikan kepada Galang yang sampai dengan selamat di Jakarta. Ketika tiba di rumah, dengan berat hati Galang menceritakan hasil penemuannya yang sangat memberatkan posisi mereka untuk mengambil hak asuh Kanaya. Di sisi lain, Arini juga tidak kuasa menceritakan keadaan Kanaya ketika Galang menanyakan keberadaan bocah itu. Dengan hati hancur sekaligus terpukul, Arini meminta maaf dan menceritakan bahwa Kanaya telah diambil oleh Wiyogo. Bak petir di siang bolong, Galang terkejut hingga merasa tak berdaya. Namun Galang meyakinkan Arini, kalau mereka berdua akan tetap bersama dan berjuang untuk mendapatkan Kanaya.

TANPA sepengetahuan Arini dan keluarganya, Galang menemui Wiyogo untuk mengambil Kanaya. Tak ayal, Galang dan Wiyogo pun terlibat perkelahian. Wiyogo bersumpah tidak akan melepaskan Kanaya sampai kapan pun. Tidak mau kalah, Galang yang geram akhirnya menceritakan kepada Wiyogo bahwa benih yang kini tengah dikandung Sinta berasal dari Billy. Tidak hanya itu, Galang pun menyinggung perihal rekaman percakapan Wiyogo untuk mencelakakan Arini tiga tahun silam. Penuturan Galang itu sontak membuat Wiyogo terkejut sekaligus kecewa, lantaran Shinta telah berbohong padanya. Tak lama Billy datang menemui Wiyogo dan kembali mengancam untuk menikahkannya dengan Shinta. Billy juga ingin Galang agar secepatnya menceraikan Shinta. Wiyogo merasa terpojok dan marah. Sementara itu, Galang kembali mengutarakan niatnya untuk menceraikan Shinta. Namun Arini merasa khawatir perceraian Galang dengan Sinta akan menjauhkan Kanaya darinya.

SHINTA kesal karena Kanaya terus menerus menyebut nama Arini. Sementara itu untuk membuktikan kepada Wiyogo bahwa dirinya bisa diandalkan, Billy berhasil memukuli Adrian serta menyekap pria itu di sebuah rumah kosong. Kemala, ibunda Ratih, yang masih mencari informasi perihal kematian anaknya, secara tidak sengaja bertemu dengan Billy. Pada kesempatan itu Billy berpura-pura menjadi polisi yang sedang menangani kasus Ratih. Kemala lantas memberikan sebuah surat kepada Billy. Surat itu berisi permintaan maaf dari Ratih kepada Adrian dan keluarganya. Billy kembali menemui Kemala untuk mendapatkan informasi dan kemungkinan surat bukti yang disimpan oleh Ratih. Di bagian lain, Galang dan Arini berusaha mengambil Kanaya di rumah Wiyogo. Sayang, usaha mereka tidak berbuah manis. Keluarga Adrian semakin khawatir lantaran Adrian tidak dapat dihubungi. Tak lama, polisi pun datang untuk meminta keterangan dari Adrian. Di sisi lain, Billy yang terus berusaha meneror keluarga Arini, datang ke rumah Widya. Kedatangan Billy itu membuat Arini dan Galang terkejut.

GALANG berusaha terus untuk mendapatkan Kanaya, dengan mencari dokter yang membantu proses kelahiran Kanaya. Sementara itu Billy datang ke rumah Galang dan menawarkan kerja sama agar Galang segera menceraikan Shinta. Billy akan membantu Galang mendapatkan Kanaya kembali. Di lain pihak, Wiyogo yang merasa dalam situasi sulit akhirnya mengizinkan Billy tinggal di rumahnya, karena Billy telah melaksanakan perintah Wiyogo untuk menyekap Adrian. Galang melarang Arini supaya tidak ke rumah Wiyogo, karena dapat membahayakan dirinya. Namun Arini diam-diam datang kembali ke rumah Wiyogo demi melihat Kanaya.

TANPA lelah, Arini dan Galang terus mencari keberadaan dokter Priyoko yang dulu membantu proses kelahiran Kanaya. Di bagian lain, Adrian masih juga belum kembali ke rumah sehingga membuat semua keluarga khawatir. Sementara Billy datang menemui Galang untuk menawarkan kerja sama agar Galang menceraikan Shinta. Galang dan Arini melaporkan perihal hilangnya Adrian ke polisi. Di sana tanpa sengaja mereka bertemu dengan Wiyogo yang dipanggil sebagai saksi. Galang menuduh Wiyogo telah menculik Adrian. Di lain pihak, Arini merasa sangat menderita karena belum juga menemukan titik terang untuk mendapatkan Kanaya. Tanpa sengaja, Arini dan Galang nyaris bertemu dengan Shinta dan Kanaya.

SEWAKTU tengah berduaan dengan Galang, Arini berusaha mengejar seorang anak kecil yang mirip dengan Kanaya. Tak ayal, Arini pun dituduh hendak menculik sehingga menjadi korban amukan orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Galang lalu membawa Arini yang terluka ke rumah sakit. Melihat kondisi Arini yang mengenaskan itu, Galang pun berpikir untuk melakukan tes DNA terhadap Kanaya agar dapat memperkuat tuntutannya. Sementara itu Sinta merasa terancam dan panik, terlebih ketika Billy memaksa Wiyogo untuk menandatangani surat perjanjian yang berisi penyerahan 50 persen saham kepada dirinya. Di bagian lain, Kemala dan orang tua Ratih datang ke rumah Widya untuk memberikan surat bukti yang selama ini dicari Adrian agar dapat melawan Wiyogo. Saat itulah ibu Kemala baru mengetahui kalau dia selama ini menemui orang yang mengaku sebagai Adrian. Galang dan keluarga Arini pun yakin kalau Adrian telah diculik. Galang lantas bergegas menemui Arini untuk memberitahukan sebuah bukti baru. Namun betapa terkejutnya pria itu karena tidak mendapati Arini dalam kamar.

ARINI menolak meninggalkan rumah Shinta. Rupanya, perempuan itu tidak mau berpisah dari Kanaya. Namun berkat bujukan Galang serta akan adanya bahaya yang kelak dihadapi, Arini pun bersedia pergi tanpa sepengetahuan Shinta. Sementara itu, Adrian yang selama ini disekap oleh Billy akhirnya berhasil melarikan diri dan diselamatkan oleh warga setempat dalam keadaan lemah. Sesampainya di rumah, di depan keluarga besar Arini, Galang menceritakan bahwa Adrian diculik oleh Wiyogo dan Billy. Galang juga membeberkan bahwa kecelakaan yang menimpa Arini tiga tahun silam adalah rekayasa Wiyogo dan Billy. Sayang, Galang belum mempunyai bukti yang cukup untuk mengadukan mereka pada polisi. Tidak hanya itu, Billy juga menceritakan kepada Galang bahwa rekayasa itu adalah rencana Himawan. Keruan saja Himawan dan keluarga besar Arini terkejut mendengar penuturan Billy.

GALANG berjanji kepada Arini bahwa mereka akan mendapatkan Kanaya kembali, karena dia sudah memiliki bukti yang kuat dan menemukan dokter Priyoko yang dulu membantu proses kelahiran Kanaya. Galang juga menceritakan perihal Billy yang menculik Adrian dan anak yang dikandung Shinta bukanlah berasal dari benihnya, melainkan dari Billy. Sementara itu, Adrian berhasil kabur dari sekapan dan tiba di rumah dengan selamat. Semua keluarga menyambut bahagia kedatangan Adrian. Mereka akhirnya mengetahui semua tindakan Wiyogo terhadap keluarga Himawan. Di lain pihak, Arini yang pergi dari rumah Sinta membujuk Galang untuk mengantarkannya kembali ke rumah Sinta. Akhirnya secara diam-diam, Galang mengantarkan Arini masuk ke rumah Shinta.

ARINI berhasil menyelinap masuk ke rumah Sinta. Sementara Wiyogo dan Billy dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian atas kasus yang dilaporkan oleh Adrian. Keduanya yakin kalau Adrian tidak akan datang memberikan kesaksian. Namun betapa terkejutnya Wiyogo dan Billy karena Adrian ternyata bisa hadir di sana. Tidak hanya itu, Galang pun datang dengan membawa dokumen asli perjanjian antara Himawan dan Shinta tiga tahun silam. Wiyogo marah kepada Billy karena mereka bisa kecolongan lantaran kehadiran Adrian yang telah kabur dari sekapan. Di bagian lain, Shinta yang curiga dengan Arini berusaha menghalangi perempuan itu untuk dekat dengan Kanaya. Rupanya Shinta hanya memanfaatkan Arini untuk mempertahankan Kanaya.

ADRIAN menegaskan kepada Wiyogo bahwa dia sudah memiliki bukti yang cukup kuat untuk mengirim Wiyogo ke penjara, atas kasus penculikan dirinya. Termasuk juga pembunuhan terhadap Ratih serta surat perjanjian dan akta kelahiran Kanaya. Wiyogo yang merasa posisinya di ujung tanduk lantas menekan Galang dengan mengingatkan bahwa Kanaya masih berada dalam genggamannya. ARINI merasa iba sekaligus berutang budi kepada Sinta yang telah merawat Kanaya dengan baik. Arini pun mempercayakan Sinta untuk mengasuh Kanaya, asalkan dia selalu diberi kesempatan menemui Kanaya. Sikap Arini itu tentu saja membuat Shinta bingung. Namun perempuan itu menyambut baik keputusan Arini, dengan harapan supaya dirinya dapat bersatu lagi dengan Galang. Arini tidak sengaja mendengarkan percakapan antara Billy dan Shinta. Pada kesempatan itu Billy meminta Sinta untuk menikahinya. Billy menganggap kalau Kanaya adalah penghalang hubungan mereka. Shinta merasa tersudut karena Billy mengancam akan menyakiti Kanaya. Shinta akhirnya setuju untuk menikah dengan Billy, meskipun Wiyogo menolak keputusan Shinta. Di lain pihak, Arini merasa cemas apabila Billy akan menyakiti Kanaya. Arini lantas menceritakan kepada Galang perihal niat Billy terhadap keluarganya. Kebetulan Galang masuk ke kamar Kanaya secara diam-diam. Galang pun berjanji akan menyelamatkan keluarganya. Billy lantas memaksa Shinta untuk kembali ke kamarnya. Saat itulah Shinta merasa khawatir Billy akan menemukan Arini dan Galang di sana. Galang menahan diri karena khawatir akan kondisi Kanaya. Wiyogo juga mengancam Billy dan Prianto agar membantu dirinya. Bahkan Wiyogo menekankan Shinta supaya tidak menceraikan Galang, karena pria itu adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan Kanaya dan membuat posisi mereka kuat. Semula Shinta didera keraguan. Akhirnya perempuan itu menyadari kalau dia telah kehilangan semuanya. Apa boleh buat, Shinta tidak mempunyai pilihan lain kecuali membela Wiyogo. Arini yang mendengar semua percakapan antara Wiyogo dan Sinta merasa iba dengan pengorbanan Shinta selama ini dalam mengasuh Kanaya.

ARINI merasa iba sekaligus berutang budi kepada Shinta yang telah merawat Kanaya dengan baik. Arini pun mempercayakan Shinta untuk mengasuh Kanaya, asalkan dia selalu diberi kesempatan menemui Kanaya. Sikap Arini itu tentu saja membuat Shinta bingung. Namun perempuan itu menyambut baik keputusan Arini, dengan harapan supaya dirinya dapat bersatu lagi dengan Galang. Arini tidak sengaja mendengarkan percakapan antara Billy dan Shinta. Pada kesempatan itu Billy meminta Shinta untuk menikahinya. Billy menganggap kalau Kanaya adalah penghalang hubungan mereka. Shinta merasa tersudut karena Billy mengancam akan menyakiti Kanaya. Galang pun berjanji akan menyelamatkan keluarganya. Billy lantas memaksa Shinta untuk kembali ke kamarnya. Saat itulah Shinta merasa khawatir Billy akan menemukan Arini dan Galang di sana.

SERAPAT-RAPATNYA menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Itulah yang dialami Wiyogo.Pria itu sudah tidak bisa mengelak lagi, lantaran bukti-bukti kejahatan yang selama ini dilakukan semakin lengkap. Kini proses pengadilan terhadap Wiyogo berjalan. Posisi Wiyogo semakin terpojok, terlebih pengacara Wiyogo enggan mendukung. Mereka malah mengundurkan diri. Wiyogo meminta Billy menyingkirkan semua orang yang menyudutkannya. Billy setuju dengan syarat bisa mendapat bagian dari kekayaan Wiyogo, serta menikahi Shinta. Apa boleh buat, Wiyogo pun sepakat dengan perjanjian itu. Namun tanpa mereka sadari ternyata Galang, Arini, dan Shinta mendengar percakapan itu.

Arini Finale[sunting | sunting sumber]

Arini Finale
PemeranAnneke Jodi
Andrea Dian
Vino Bastian
Alisia Rininta
Ben Joshua
Lagu pembukaAku Terjatuh, ST 12
Lagu penutupAku Terjatuh, ST 12
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia
Produksi
Durasi1 Jam
Rumah produksiScreenplay Productions
Rilis
Jaringan penyiarSCTV
CCTV-1 Tiongkok (2013)
Tayang perdanaBendera Indonesia Minggu, 13 Februari 2011 (TAMAT)
Bendera Republik Rakyat Tiongkok Jumat, 8 Februari 2013
Kronologi
Dilanjutkan olehTAMAT
Pesantren & Rock n' Roll
Gala Tahun Baru Imlek CCTV 2013 (CCTV-1 Tiongkok)

Arini Finale merupakan akhir dari Arini, yang merupakan episode terakhir dari season terakhir Arini 2.

BILLY menyanggupi permintaan Wiyogo untuk menyingkirkan semua orang yang menyudutkan pria separuh baya itu. Namun Billy mengajukan syarat yaitu dia bisa mendapat bagian dari kekayaan Wiyogo, serta dapat menikahi Shinta. Demi meloloskan diri dari jebakan hukum, Wiyogo pun menyetujui syarat tersebut. Ternyata tanpa mereka sadari Galang, Arini, dan Shinta mendengar percakapan itu. Di bagian lain, Shinta panik setelah menyadari bahwa Arini pergi membawa Kanaya. Billy pun menganggap Shinta sudah menipunya. Tak ayal terjadi pergumulan antara Billy dan Wiyogo. Dalam kondisi terdesak, nyawa Wiyogo terancam. Shinta gara gara awas tertusuk tikam mendorong Billy hingga jatuh sehingga tewas korban itu bahaya sehingga meninggal dunia dan turut berduka cita atas kematian Billy mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". Polisi datang untuk menahan Wiyogo atas berbagai tuduhan kejahatan. Demi menyelamatkan Shinta, Wiyogo juga mengakui bahwa dia yang bunuh Billy seorang kematian meninggal dunia. Kini Wiyogo harus dilarikan ke bui penjara dikunci tutup telah selamanya (kecuali bebas dari bui penjara). Saat ini, pasca tidak Wigoyo lagi sehingga Shinta dan Arini sebagai tanda kembali ke sehat, hidup, normal, baik, bahagia untuk selamat ke aman bersama Galang bersatu Arini si Adrian oleh Monika (Monica) untuk Dinda.

Satu tahun kemudian, Seluruh keluarga berkumpul masing-masing (kecuali Billy dan Wigoyo) tanda kembali ke sehat, hidup, normal dan baik sehingga berbahagia bersama Kanaya merayakan ulang tahun yang keempat hadiahnya kado baru dibuka televisi resolusi tinggi sehingga televisi resolusi ultratinggi melalui televisi berlangganan internet Inidhome (UseeTV) menggunakan televisi digital terestrial oleh DVB-T2 dibuatkan televisi berlangganan satelit Transvision bersama televisi berlangganan kabel First Media suka menonton E! Entertainment HD, dan DIVA HD oleh NBC Universal melalui Universal Studios (Universal Pictures) asal Manhattan, Kota New York bergabung dengan Universal Music Group (melalui Universal Music Indonesia) untuk gratis seluruh saluran atau gratis semua saluran kasih oleh Sinta sehingga Satu tahun kemudian, seorang bos pebisnis dan pasar modal menjadi pialang saham oleh Galang dan Adrian sebagai perbankan dan keuangan oleh Citigroup melalui Citibank dengan Standard Chartered dikutip Bloomberg L.P. melalui Bloomberg Markets untuk kawasan ASEAN seluruh Asia Tenggara bersama anak perempuan adalah Monika (Monica) menjadi kuliah perguruan tinggi di hotel bertaraf internasional berbintang lima bernama Hotel JW Marriott Medan dipengusaha oleh Dinda seorang manajer direktur Hotel JW Marriott Medan sehingga seorang suami-istri menjadi upacara peresmian nikah, kawin, dan tunang melamar mirip menyerupai sama seperti Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia Wijaya sampai Dua tahun kemudian, episode terakhir penutup, Terakhir Galang dan Arini tanda setelah kembali ke sehat, hidup, normal dan baik sehingga berbahagia bersama Kanaya kami ucapkan terakhirnya atau akhir kata puji tuhan, kemuliaan tuhan, tuhan yesus memberkati, dan halleluyah.

TAMAT

Sinetron Arini Season Terakhir tamat di SCTV pada Episode Terakhir. Sebagai gantinya SCTV menayangkan komedi religi baru berjudul Pesantren & Rock n' Roll yang tayang mulai Senin, Hari Kasih Sayang/Hari Valentine (14 Februari) 2011.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Pemeran utama[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]