Kereta api Argo Dwipangga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Argo Dwipangga)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Argo Dwipangga
Papan Nama KA Argo Dwipangga Khas Daop 6.png
KA Argo Dwipangga TB.jpg
Kereta api Argo Dwipangga saat melintas di Tambun Selatan, Bekasi
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
PendahuluDwipangga
Mulai beroperasi5 Oktober 1998
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpangrata-rata 800 penumpang per hari
Lintas pelayanan
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh571 km
Waktu tempuh reratasekitar 8 jam 28 menit hingga 8 jam 35 menit
Frekuensi perjalananSatu kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif & luxury (reguler)
Eksekutif (fakultatif)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, meja lipat, speaker, bantal, dan selimut.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal9-10 (reguler)
59F-60F (fakultatif)
Peta rute
Solo Balapan–Yogyakarta–Jakarta Gambir
Untuk KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, dan Taksaka,
baik perjalanan reguler maupun fakultatif/tambahan
Ke Surabaya
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Ke Tegal
Ke Semarang
Cirebon
Ke Bandung
Jembatan Sungai Citarum
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundeltjk10.png Roundeltjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Bogor dan Sukabumi
Ke Tanah Abang dan Merak
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Taksaka berterminus di Stasiun Yogyakarta
  • Taksaka juga berhenti di stasiun bertanda bolong
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kutoarjo,
    kecuali Argo Lawu Fakultatif dan Argo Dwipangga Fakultatif
  • Hanya Taksaka reguler jadwal pagi, tambahan jadwal pagi arah Jakarta,
    dan tambahan jadwal malam arah Yogyakarta yang berhenti di Kebumen
  • Hanya Taksaka tambahan jadwal pagi arah Yogyakarta
    yang berhenti di Gombong
  • Hanya Taksaka reguler arah Jakarta, tambahan jadwal malam arah Jakarta,
    dan tambahan jadwal pagi arah Yogyakarta yang berhenti di Kroya
  • Hanya Taksaka reguler jadwal malam arah Jakarta yang berhenti di Bekasi

Kereta api Argo Dwipangga merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan luxury (reguler) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas Solo BalapanGambir dan sebaliknya.

Kereta api ini menempuh perjalanan dari Solo Balapan menuju Gambir sejauh 571 km dalam waktu sekitar 8 jam dan hanya berhenti di Klaten, Yogyakarta, Kutoarjo (kecuali untuk layanan fakultatif), Purwokerto, dan Jatinegara (arah Gambir). Kereta api yang membawa sembilan kereta kelas eksekutif dan satu kereta kelas luxury ini menawarkan alternatif perjalanan pada siang hari dari Gambir ke Solo Balapan dan perjalanan pada malam hari dari arah sebaliknya.

Nama "Dwipangga" diambil dari sebutan kendaraan Dewa Indra berupa gajah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awal pengoperasian kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api Dwipangga (1998)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Dwipangga pertama kali diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI saat itu, Giri Suseno Hadihardjono, pada 21 April 1998.[1] Rangkaian kereta yang digunakan awalnya merupakan kereta kelas spesial dengan susunan kursi 2–1 sebanyak 33 kursi dalam satu kereta, hasil perbaikan kereta keluaran 1950-an maupun lebih muda secara besar-besaran.[2] Tarif yang ditetapkan untuk kelas spesial saat itu sebesar Rp160.000,00.[2]

Kereta api Argo Dwipangga (1998–2011)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Dwipangga saat melintas di Stasiun Cikini, 2013

Sebagai tanggapan atas rendahnya tingkat okupansi pada kereta api kelas spesial, maka ia dilakukan perubahan layanan menjadi kelas eksekutif dan mengalami perubahan nama menjadi "Argo Dwipangga" pada 5 Oktober 1998. Corak pada rangkaian kereta api Argo Dwipangga saat itu berwarna putih-kuning gading, sebagian berwarna abu-abu khas kereta api Argo.[3]

Pada November 1998, kereta api Argo Dwipangga mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA, namun kereta makan dan kereta pembangkit yang digunakan berupa kereta yang telah ada di Dipo Solo Balapan. Selain itu, kereta api ini beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta eksekutif Argo Lawu keluaran 1996 setelah ia beroperasi menggunakan rangkaian berbogie K9.[3]

Kereta api Argo Dwipangga saat itu memiliki ciri khas, yaitu logo "Dwipangga" dengan gambar gajah baik saat masih menjadi kereta kelas spesial maupun kelas eksekutif Argo—tidak seperti logo pada kereta api Argo saat itu—sebelum dilakukan perubahan logo seperti kereta api kelas eksekutif Argo lainnya.

Pengoperasian kereta api mulai 2011–sekarang[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Dwipangga saat meninggalkan Stasiun Purwokerto, 2020

Setelah Balai Yasa Manggarai melakukan penyehatan kereta eksekutif keluaran tahun 1984 dan 1986 sebagai eksekutif new image dengan kaca berbentuk "seperti pesawat", kereta api Argo Dwipangga beroperasi menggunakan kereta eksekutif hasil penyehatan tersebut mulai 2011, sementara kereta buatan tahun 1996 digunakan untuk pengoperasian kereta api Taksaka.

Setelah hari raya Idul Fitri pada 2016, kereta api Argo Dwipangga untuk perjalanan reguler sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif terbaru keluaran 2016 oleh PT INKA—bersama kereta api Argo Lawu—sebelum dilakukan penggantian rangkaian kereta pada 2019.

Kereta api Argo Dwipangga melayani kelas luxury mulai 26 Mei 2019.[4]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan Solo BalapanGambir pp.
Lokomotif CC206
Susunan rangkaian kereta Kereta api reguler

1 kereta pembangkit (P 2018/2019 SLO) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 SLO) + 1 kereta makan (M1 2018/2019 SLO) + 5 kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 SLO) + 1 kereta kelas luxury (K1 2019)

Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api Argo Dwipangga berkisar antara Rp210.000,00–Rp900.000,00 tergantung pada layanan kelas, jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus untuk kelas eksekutif yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan di stasiun-stasiun yang berada dalam lintas berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah jadwal perjalanan kereta api Argo Dwipangga per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

KA 9 Argo Dwipangga
(Solo Balapan – Gambir)
KA 10 Argo Dwipangga
(Gambir – Solo Balapan)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Solo Balapan - 19.45 Gambir - 08.00
Klaten 20.10 20.12 Cirebon 10.47 10.55
Yogyakarta 20.37 20.42 Purwokerto 12.53 13.05
Kutoarjo 21.34 21.37 Kebumen 14.13 14.16
Kebumen 22.03 22.05 Kutoarjo 14.42 14.48
Purwokerto 23.14 23.23 Yogyakarta 15.39 15.44
Cirebon 01.16 01.25 Klaten 16.08 16.10
Jatinegara 04.02 04.04 Solo Balapan 16.35 -
Gambir 04.20 -

Jadwal perjalanan kereta api Argo Dwipangga Fakultatif*) per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

*) Kereta api fakultatif beroperasi pada masa lebaran, natal-tahun baru, terkadang di akhir pekan tertentu

KA 59F Argo Dwipangga Fakultatif
(Solo Balapan – Gambir)
KA 60F Argo Dwipangga Fakultatif
(Gambir – Solo Balapan)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Solo Balapan - 21.25 Gambir - 09.45
Klaten 21.51 21.54 Cirebon 12.38 12.48
Yogyakarta 22.20 22.29 Purwokerto 14.44 14.57
Gombong 00.05 00.12 Yogyakarta 17.22 17.27
Purwokerto 01.03 01.10 Klaten 17.51 17.53
Cirebon 03.08 03.14 Solo Balapan 18.19 -
Jatinegara 05.54 05.56
Gambir 06.11 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada 10 Desember 2002, kereta api Argo Dwipangga terguling ke sawah di Sarwogadung, Mirit, Kebumen, akibat truk yang menyenggol jembatan kereta dan mengakibatkan rel bergeser. Akibatnya, empat orang tewas dan 24 lainnya luka berat, serta ratusan penumpang terluka ringan akibat anjlokan tersebut.[5]
  • Pada 3 April 2007, kereta api Argo Dwipangga mengalami anjlok di km 342+500, Babakan, Karanglewas, Banyumas yang mengakibatkan perjalanan kereta api terhambat.[6]
  • Pada 1 Oktober 2013, kereta api Argo Dwipangga menabrak mobil bak terbuka yang mengangkut rombongan haji di Kertasemaya, Indramayu. Ketiga belas orang tewas dalam kejadian tersebut.[7]
  • Pada 25 Agustus 2019, kereta api Argo Dwipangga menabrak truk di km 463+4/5 antara Stasiun Kutowinangun dan Stasiun Prembun yang mengakibatkan sopir truk meninggal dunia dan satu orang lainnya luka-luka.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Liem, Dewangga (2019-09-02). "Dwipangga, Tunggangan Dewa Indra yang Disematkan HB X Sebagai Nama Kereta Api | GenPI Jogja". Diakses tanggal 2020-01-04. 
  2. ^ a b "Dwipangga". Perusahaan Umum Kereta Api. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Februari 2002. 
  3. ^ a b "Argo Dwipangga, Gajah Sakti dari Solo". Roda Sayap. Diakses tanggal 2020-04-22. 
  4. ^ "Mengenal Kemewahan KA Luxury 2, Ini Fasilitas dan Jadwal Keberangkatan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-04-10. 
  5. ^ Suara Merdeka: KA Dwipangga Terguling, 4 Tewas
  6. ^ Detikcom: KA Dwipangga Anjlok di Banyumas, Jalur Tengah Terganggu
  7. ^ Vivanews: Argo Dwipangga Tabrak Pick Up Rombongan Haji, 13 Meninggal
  8. ^ [1]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia