Anjrah Lelono Broto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Anjrah Lelono Broto[1] Lahir di Jombang, 03 Juli 1979. Ia adalah seorang penyair, esais, cerpenis, penulis naskah drama, aktor, dan salah satu penggagas organisasi nirlaba Lembaga Baca-Tulis Indonesia. Dia menamatkan pendidikan menengah atasnya di SMAN 2 Jombang, menempuh S-1 di STKIP PGRI Jombang, dan sekarang tengah menempuh S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/Daerah di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sebelumnya sempat tergabung dalam beberapa kelompok teater, di antaranya Sansesus (SMA Negeri 2 Jombang), teater Ringin Tjonthong (STKIP PGRI Jombang)[2], Komunitas Tombo Ati, dan sekarang bersama dengan Cucuk Espe, Farid Khuzaini, Gandis Uka, dan Fibia Renjani, dia berjihad teater dalam naungan nama Teater Kopi Hitam Indonesia (TKHI). Selain pernah menjadi pengisi tetap di acara talkshow Belajar Sastra di radio Suara Pendidikan (SPFM) Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang[3] hingga penghujung 2015, dirinya juga aktif sebagai bendahara Komite Sastra Dewan Kesenian Jombang (Dekajo) periode kepengurusan 2010-2014[4].

Selain menulis puisi, esai, dan cerpen berbahasa Indonesia, Anjrah Lelono Broto juga dikenal sebagai penulis geguritan (puisi berbahasa Jawa) dan crikak (cerpen berbahasa Jawa). Karya-karya esai, puisi, dan cerpennya telah dimuat di media-media massa tanah air dan luar negeri, di antaranya adalah Harian Umum Media Indonesia, Harian Pikiran Rakyat, Harian Banjarmasin Post, Harian Lampung Post[5], Harian Haluan[6], Harian Riau Post, Harian Solopos, Harian Wawasan, Harian Suluh Papua, Harian Radar Surabaya, Harian Radar Mojokerto, dll, serta beberapa media online. Di antaranya adalah di Kompasiana[7], Nusantaranews[8], Harian Online Kabar Indonesia (HOKI)[9], Suara Guru[10], Sagang[11], Loker Seni[12].

Belakangan ini, Anjrah Lelono Broto juga aktif di agenda sastra bulanan Terminal Sastra [13]dan Ronda Sastra[14] di kabupaten Mojokerto. Nampaknya Mojokerto menjadi tanah subur bagi proses berkesenian dan berkebudayaan seorang Anjrah Lelono Broto, sehingga di kota inilah banyak karya-karyanya yang mengalir deras hingga kini. Hal ini ditandai dengan lahir tumbuhnya sebuah komunitas yang digawanginya bernama Lingkar Studi Sastra Setrawulan[15].

Karya Buku[sunting | sunting sumber]

  • Syukuran (naskah monolog, 1998)
  • Lelaki Terbuang (saduran naskah teater Perampok, 1998)
  • Blossom In The Wind (saduran naskah teater, 1999)
  • Lilih (antologi geguritan, 2004)
  • Negeri Di Angan (antologi esay, 2008)
  • Esem Ligan Randha Jombang (antologi geguritan, 2010)
  • Orasi Jenderal Markus (naskah monolog, 2011)
  • Pasewakan (antologi geguritan, 2012)
  • Meletakkan Cinta Pada Hati (antologi puisi, 2013)
  • Tasbih Hijau Bumi, (antologi puisi, 2014)[16]
  • Emak, Sayak, Lan Hem Kothak-Kothak (antologi cerita cekak, 2015)[17]

Agenda yang pernah diikuti[sunting | sunting sumber]

  1. Festival Teater Nasional, Jakarta, 1997
  2. Festival Teater Nasional, Yogyakarta, 1999
  3. Gladi Sastra Etnik, Surabaya, 2003
  4. Kongres Bahasa Jawa, Surabaya, 2012
  5. Kongres Bahasa Jawa, Yogyakarta, 2016

Pranala luar[sunting | sunting sumber]