Angsabatu Kakimerah

Angsa-batu kaki-merah (Sula sula) adalah spesies burung laut besar dari keluarga Sulidae. Burung ini merupakan anggota terkecil dari famili angsa-batu (booby) dengan persebaran yang luas di wilayah tropis.[1] Sesuai dengan nama umumnya, spesies ini memiliki ciri khas berupa kaki yang berwarna merah cerah pada individu dewasa.[2] Status konservasinya saat ini dikategorikan sebagai Risiko Rendah oleh IUCN.[2]
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Angsa-batu kaki-merah pertama kali dideskripsikan secara formal oleh naturalis asal Swedia, Carl Linnaeus, pada tahun 1766 dalam edisi ke-12 Systema Naturae.[3] Linnaeus awalnya memberinya nama binomial Pelecanus sula.[3] Genus Sula kemudian diperkenalkan oleh ilmuwan Prancis Mathurin Jacques Brisson pada tahun 1760. Secara global, terdapat tiga subspesies yang diakui, yaitu S. s. sula yang ditemukan di Karibia, S. s. rubripes di Pasifik dan Hindia, serta S. s. websteri di Pasifik tengah bagian timur.[3]
Morfologi
[sunting | sunting sumber]Spesies ini memiliki ukuran tubuh sekitar 70 sentimeter (28 in) dengan lebar sayap mencapai 1 meter (3,3 ft). Berat rata-rata individu dewasa adalah sekitar 850 gram, menjadikannya spesies terkecil dalam genus Sula.[1] Ciri fisik utama yang membedakannya dari spesies lain adalah kaki berselaput yang berwarna merah, serta paruh berwarna biru pucat dengan pangkal merah muda dan kantung tenggorokan yang dapat berwarna hitam atau biru.[2]
Angsa-batu kaki-merah memiliki variasi warna bulu atau polimorfisme yang cukup beragam. Bentuk yang paling umum dijumpai adalah fase putih, di mana sebagian besar bulu tubuh berwarna putih bersih dengan sedikit warna kekuningan di kepala, serta bulu terbang berwarna hitam.[1] Selain itu, terdapat fase cokelat di mana seluruh tubuh berwarna cokelat muda hingga gelap. Variasi lainnya adalah fase ekor putih yang memiliki tubuh cokelat namun bagian perut, tunggir, dan ekornya berwarna putih.[2] Burung muda (juvenil) umumnya memiliki bulu berwarna cokelat kusam dengan kaki yang lebih pucat dibandingkan burung dewasa.[1]
Habitat dan persebaran
[sunting | sunting sumber]Angsa-batu kaki-merah adalah burung laut kosmopolitan yang menghuni sabuk tropis di tiga samudra utama dunia. Di Samudra Pasifik, populasi besar dapat ditemukan di Kepulauan Galapagos dan Kepulauan Hawaii.[1] Di Samudra Hindia, koloni mereka tersebar di Pulau Natal (Christmas Island) dan Kepulauan Cocos (Keeling), sementara di Atlantik mereka menghuni wilayah Karibia.[2]
Spesies ini memiliki perilaku bersarang yang unik dibandingkan kerabatnya. Jika angsa-batu lain lazim bersarang di permukaan tanah, angsa-batu kaki-merah lebih menyukai bersarang di atas vegetasi.[1] Mereka membangun sarang dari ranting-ranting di atas semak pesisir atau pohon kecil di pulau-pulau terpencil. Perilaku ini merupakan bentuk adaptasi untuk menghindari gangguan dari predator darat.[2]
Perilaku
[sunting | sunting sumber]Makanan utama burung ini terdiri dari ikan kecil dan cumi-cumi. Salah satu mangsa yang paling sering diburu adalah ikan terbang dari famili Exocoetidae. Angsa-batu kaki-merah dikenal sebagai pemburu yang gesit dan mampu menangkap ikan terbang yang sedang melompat di udara, selain juga melakukan teknik menukik tajam (plunge-diving) ke dalam air.[1]
Dalam hal perkembangbiakan, spesies ini bersifat monogami dan hidup dalam koloni besar. Betina menelurkan satu butir telur berwarna biru kapur yang akan dierami secara bergantian oleh kedua induk selama kurang lebih 45 hari. Anakan burung membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sebelum dapat terbang secara mandiri.[2]
Status konservasi
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan Daftar Merah IUCN, Angsa-batu kaki-merah dikategorikan sebagai spesies dengan status Risiko Rendah (Least Concern). Meskipun populasinya secara global dianggap stabil, beberapa ancaman lokal tetap ada. Ancaman tersebut meliputi hilangnya habitat vegetasi pantai untuk bersarang, perburuan telur, serta dampak perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan mangsa di lautan.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 "Red-footed Booby". eBird. Cornell Lab of Ornithology. Diakses tanggal 2023-11-30.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 BirdLife International (2018). "Red-footed Booby (Sula sula)". IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 2023-11-30.
- 1 2 3 "Sula sula (Linnaeus, 1766)". Integrated Taxonomic Information System (ITIS). Diakses tanggal 2023-11-30.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Galeri foto Angsa-batu kaki-merah di eBird
- (Inggris) Profil spesies di IUCN Red List
≥