Anggrek larat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anggrek larat
LR030 72dpi Dendrobium phalaenopsis (Wiki).jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Dendrobium
Spesies:
Dendrobium bigibbum

Anggrek larat (Dendrobium bigibbum var. schoederianum (Rchb.f. ex W.Watson) Peter B.Adams) adalah jenis anggrek (suku Orchidaceae[1]) asli dari Pulau Larat di Kepulauan Tanimbar[2]. Nama dalam bahasa setempat (bahasa Fordata) adalah lelemuku.[3] Bunganya berwarna ungu dan tersusun rapi sehingga banyak dikoleksi oleh penangkar anggrek. Tanaman ini diangkat sebagai flora identitas Provinsi Maluku.[2] Tanaman ini berstatus rentan (vulnerable) dan dilindungi di lokasi aslinya.

Nama ilmiah[sunting | sunting sumber]

Anggrek larat merupakan bagian dari Dendrobium bigibbum complex, sekelompok anggrek bermiripan yang tumbuh di pantai tepi perairan Laut Arafuru dan Selat Torres (Tanimbar, Papua bagian selatan, serta Queensland, Australia).[4] Jenis yang tumbuh di Pulau Larat memiliki nama ilmiah Dendrobium phalaenopsis[2], sedangkan jenis serupa yang ditemukan di tempat lain dinamakan D. bigibbum. Variasi besar yang ditemukan pada kedua spesies tersebut memperlihatkan saling tumpang tindih sehingga revisi dilakukan, terutama setelah diketahui bahwa nama D. phalaenopsis didasarkan pada spesimen tipe dari Queensland (yang berakibat D. phalaenopsis adalah bagian dari D. bigibbum). Oleh karena itu, jenis anggrek larat diusulkan menjadi D. striaenopsis. Adams selanjutnya menemukan bahwa D. striaenopsis merupakan variasi dalam D. bigibbum dan mengusulkan nama Dendrobium bigibbum var. schoederianum.[5] Anggrek larat juga memiliki sinonim Vappodes phalaenopsis.[4]

Deskripsi dan habitat[sunting | sunting sumber]

Semakin sehat daun tanaman anggrek larat, maka bunganya juga akan mekar dengan baik. Daun anggrek larat berbentuk panjang dnegan daging daun yang tebal.[6] Daun anggrek larat ini memiliki tekstur kaku dengan warna mulai dari hijau muda hingga hijau tua serta mengkilat dibagian permukaan daun.[6] Daun tersusun melekat pada batang, saling melekan dengan daun lain.[6]

Bunga anggrek larat berwarna ungu muda, putih, serta kombinasinya.[7] Mahkota bunga terdiri dari enam bagian mahkota bunga.[6] Bunga anggrek larat tersusun pada satu tangkai panjang.[6] Setiap satu tangkai panjang ini terdapat banyak mkuntum bunga.[6]

Tumbuhan epifit atau litofit. Menyukai kondisi agak kering tetapi mendapat angin yang cukup. Hidup pada dataran rendah sampai dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.[1] Suhu pertumbuhan anggrek larat antara 10 °C dan 40 °C.[6] Apabila tanaman ini berada pada suhu yang sedikit lebih tinggi atau rendah tanaman masih tetap toleran dan tidak menimbulkan efek buruk bagi tanaman.[7] Tanaman endemik Maluku ini dapat hidup pada kelembaban antara 50% dan 60%.[6] Secara umum dapat dikatakan bahwa anggrek larat hidup pada kelembaban rendah dan agak kering.[7] Suhu dingin yang lembab dapat menyebabkan tanaman anggrek larat yang sedang berbunga menjadi busuk.[7]

Penanaman[sunting | sunting sumber]

Budidaya anggrek larat kini sudah mulai dilakukan supaya tanaman ini tidak punah.[2] Pembudidayaan anggrek sebaiknya dilakukan pada lahan yang terkena sinar matahari langsung saat pagi hari.[8] Lahah yang digunakan untuk menanam anggrek seharusnya di beri semacam tirai untuk menaungi tanaman saat matahari mulai menyengat.[8] Meskipun membutuhkan sinar matahari langsung, anggrek larat juga tidak tahan apabila terlalu panas, jadi saat suhu sangat panas disiang hari sebaiknya dipindah ke tempat yang lebih teduh.[8]

Anggrek larat termasuk dalam tumbuhan hidjau yang hijau sepanjang tahun.[8] Meskipun habitatnya pada tempat yang agak kering tetapi tanaman ini harus segera disiram saat mendekati kekeringan.[8] Penyiraman sebaiknya dilakukan dua hari sekali atau lima hari sekali melihat kondisi tanaman.[8]

Proses pemumukan diperlukan supaya anggrek larat dapat tumbuh dengan subur.[9] Pupuk yang baik untuk anggrek jenis ini adalah makanan hijau dari hutan.[9] Apabila penyiraman menggunakan keran atau air sumur maka tanaman tersebut sebaiknya dipupuk dua atau tiga kali saat bulan dengan suhu panas dan setiap bulan sekali saat musim hijan atau saat udara memiliki udara lembab.[9]

Anggrek larat dapat ditanam di dalam pot dengan menggunakan media tanam kasar.[10] Media tanam kasar tersebut adalah terdiri dari campuran kayu cemara, potongan kulit kayu, perlite, dan arang.[10] Media tanam diganti saat mulai longgar dan mulai membusuk.[10] Tanaman anggrek larat yang masih muda membutuhkan banyak air sedangkan yang sudah dewasa sedikit membutuhkan air.[10] Pot yang dapat digunakna adalah pot dari plastik atau gerabah.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Dendrobium biggibum". Orchic Species. Diakses tanggal 6 Mei 2014. 
  2. ^ a b c d "Mengenal Hewan & Tumbuhan Asli Indonesia". Cikal Aksara. 2010. Diakses tanggal 2 Mei 2014. 
  3. ^ "Anggrek Larat Setara dengan Sakura di Jepang". Lelemuku.com. Diakses tanggal 22 December 2018. 
  4. ^ a b Brydie, Jim. "The Dendrobium bigibbum Complex". Species Orchid Society of Western Australia (Inc.). Diakses tanggal 18 September 2022. 
  5. ^ Adams, Peter B. (2015). "Dendrobium bigibbum (sect. Phalaenanthe) in Australia — analysis of diagnostic characters, review of taxa and a new classification". Kew Bulletin. 70 (2). doi:10.1007/s12225-015-9565-x. 
  6. ^ a b c d e f g h "Dendrobium Phalaenopsis Care". American Orchid Society. Diakses tanggal 6 Mei 2014. 
  7. ^ a b c d "Dendrobium phalaenopsis Orchids" (PDF). Canadian Orchid Congress. Diakses tanggal 6 Mei 2014. 
  8. ^ a b c d e f "Cultural Requirements of Dendrobium-Phalaenopsis Orchids". Akatsuka Orchid gardens. Diakses tanggal 6 Mei 2014. 
  9. ^ a b c "Breeding Dendrobium Orchids in Hawaii". University of Hawaii Press. Diakses tanggal 6 Mei 2014. 
  10. ^ a b c d e "Dendrobium Phalaenopsis Care". Orchid Web. Diakses tanggal 6 Mei 2014.