Lompat ke isi

Angeun Lada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Angeun Lada khas Banten

Angeun Lada merupakan salah satu hidangan khas masyarakat Banten yang berakar dari masyarakat Suku Sunda khususnya di kawasan Pandeglang. Nama Angeun Lada sendiri berasal dari dua kata bahasa Sunda: angeun yang berarti sayur atau sup, dan lada yang berarti pedas. Oleh karena itu, Angeun Lada dapat diartikan sebagai sayur pedas. Makanan tradisional ini telah menjadi hidangan wajib bagi masyarakat, khususnya di daerah Pandeglang, terutama saat momen Lebaran. Kuliner ini diperkirakan sudah ada sejak masuknya agama Islam di Banten. [1] Angeun Lada masuk sebagai salah satu Kebudayaan Takbenda dari Banten dan teregistrasi secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan nomor register 244/P/2016.[2]

Ciri khas dan rasa

[sunting | sunting sumber]

Angeun Lada bersifat berkuah yang memiliki rasa pedas dan gurih, serta kaya akan rempah. Kuahnya cenderung kental dan berwarna kemerahan karena penggunaan cabai. Lemak dan potongan daging kecil-kecil seukuran dadu terlihat mengambang pada kuahnya. Salah satu ciri khas utama yang membedakan Angeun Lada dari masakan berkuah lainnya adalah penggunaan daun walang atau dikenal sebagai Walangan. Daun walang memiliki aroma yang sangat menyengat, mirip seperti serangga walang sangit, dan memberikan cita rasa yang sangat khas dan segar. Meskipun aromanya mungkin terasa sedikit aneh bagi orang yang baru pertama kali mencicipinya, aroma dan rasa walang tidak terlalu menyengat ketika dimakan bersama daging.[1] Daun walang banyak dijumpai di daerah selatan Banten dan mengandung minyak atsiri. Masyarakat Baduy bahkan menggunakan tumbuhan walang sebagai pengusir hama padi dengan cara membakarnya di saung huma (gubuk ladang).[3] Bahan baku utama Angeun Lada bervariasi, tetapi umumnya menggunakan babat sapi, daging kerbau, daging sapi, atau daging kambing. Selain itu, dapat juga dicampur dengan sayuran.[1][4]

Penyanjian dan perayaan

[sunting | sunting sumber]

Angeun Lada biasanya disajikan sebagai makanan pendamping nasi atau ketupat. Hidangan ini merupakan menu utama masyarakat Banten pada berbagai kesempatan penting, seperti Hari Raya Lebaran (Idul Fitri dan Idul Adha), acara hajatan, kumpul keluarga, pernikahan dan sunatan, acara selamatan (di pedesaan, karena bahan pokoknya dianggap mahal). Angeun Lada dapat dinikmati baik saat sarapan, siang, maupun malam hari.[1]

Ketersediaan dan pelestarian

[sunting | sunting sumber]

Saat ini, masakan Angeun Lada sudah jarang dijual dan hanya dapat dijumpai di warung makan pada lokasi-lokasi tertentu di sekitar Kabupaten Lebak, Serang, Pandeglang, dan Rangkas Bitung. Salah satu tempat populer untuk mencicipi Angeun Lada di Pandeglang adalah Warung Cep Udin di Lapangan Sukarela Pandeglang.[1] Selain itu, publikasi gencar dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Angeun Lada. Peran serta masyarakat juga dianggap sangat penting dalam pelestarian, seperti dengan tetap memasak, menghidangkan kepada tamu, atau menjualnya. BPK Wilayah VIII juga mengadakan lomba memasak Angeun Lada, seperti pada Festival Budaya Surosowan. Harapannya, Angeun Lada dapat semakin dikenal hingga muncul slogan main ke Banten ya harus cobain Angeun Lada.[5]

Selain rasanya yang pedas menggigit, angeun lada juga dianggap memiliki nilai simbolik dalam budaya masyarakat Banten. Hidangan ini melambangkan semangat dan kehangatan kebersamaan, terutama karena sering dimasak dalam jumlah besar dan dinikmati bersama keluarga atau warga desa. Dalam beberapa tradisi, memasak angeun lada juga menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen atau rezeki yang diterima. Secara umum, angeun lada mencerminkan kekayaan kuliner Sunda yang sederhana tetapi sarat makna. Kombinasi rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang kuat menjadikannya salah satu warisan kuliner daerah yang tetap lestari hingga kini.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 Kumparan 2023.
  2. referensi 2016.
  3. Ayo Jalan-Jalan 2025.
  4. 1 2 Hyperlocal, IDN Times (2024-03-04). "Resep Angeun Lada Khas Banten yang Super Pedas dan Nikmat". IDN Times Banten. Diakses tanggal 2025-10-18.
  5. DetikFood 2023.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]