Lompat ke isi

Andi Syamsuddin Arsyad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Andi Syamsudin Arsyad saat menerima Gelar Tanda Jasa Kehormatan Bintang Mahaputera Utama (2025)

Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam (lahir 1 Januari 1977)[1] adalah pengusaha asal Kalimantan Selatan yang keturunan bangsawan Bugis. Ia memulai kariernya sebagai sopir angkutan kayu dan tukang ojek, sebelum akhirnya merambah ke sektor perkebunan, pertambangan, dan transportasi. Ia dikenal luas sebagai pemilik Jhonlin Group yang menguasai bisnis batubara, biodiesel, dan jasa logistik terpadu di Kalimantan.[2]

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019. Ia juga sempat aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).[1]

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Haji Isam lahir di Batulicin, Kalimantan Selatan dari pasangan Andi Arsyad dan Wardatul Wardiyah. Ayahnya adalah pedagang tembakau asal Bone, Sulawesi Selatan, yang merantau ke Kalimantan Selatan, sedangkan ibunya berasal dari etnis Banjar.[3] Ia merupakan anak ke-6 dari 14 bersaudara—lima dari istri pertama ayahnya dan delapan dari ibunya.[4]

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA pada 1996, Haji Isam tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya dan memilih bekerja sebagai sopir truk kayu selama tiga tahun. Melalui pergaulannya dengan pengusaha lokal, ia belajar bisnis tambang batu bara dan pada 2003 mendirikan Jhonlin Baratama, yang kemudian berkembang menjadi Jhonlin Group.[4]

Perusahaan yang ia kelola kemudian berkembang pesat dengan memproduksi hingga 400 ribu ton batu bara per bulan. Ia memperluas bisnisnya ke sektor logistik (Jhonlin Logistik), pelayaran (Jhonlin Marine and Shipping), dan penerbangan (Jhonlin Air Transport).[5] Ia juga dikenal memiliki proyek besar di sektor pertanian melalui Jhonlin Agro Raya, yang bergerak di bidang biodiesel dan perkebunan kelapa sawit.

Pada tahun 2017, ia juga membangun pabrik gula dan kebun tebu seluas 20.000 hektare di Bombana, Sulawesi Tenggara melalui perusahaan Jhonlin Batu Mandiri, sebagai bagian dari proyek nasional swasembada gula.[6]

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Dugaan kriminalisasi rival bisnis

[sunting | sunting sumber]

Haji Isam disebut-sebut terlibat dalam kasus kriminalisasi terhadap sejumlah pengusaha batu bara pesaingnya di Kalimantan Selatan. Di antaranya adalah Haji Bachrullah (KUD Gajah Mada) dan Haji Amir Nasarudin (Baramega Citra Mulia Persada) yang ditangkap karena menambang di kawasan hutan lindung tanpa izin. Setelah mereka dipenjara, lahan-lahan tersebut kemudian dikelola oleh Jhonlin Baratama, yang dipimpin oleh Haji Isam sebagai kontraktor. Haji Isam membantah keterlibatannya dalam proses hukum para pesaingnya dan menyatakan hanya menjalankan kerja sama resmi dengan pemilik lahan tambang. [7]

Hubungan dengan aparat penegak hukum

[sunting | sunting sumber]

Haji Isam kerap dikaitkan memiliki kedekatan dengan sejumlah petinggi kepolisian, termasuk Bambang Hendarso Danuri. Sebuah manifest penerbangan menunjukkan bahwa Haji Isam dan beberapa pejabat kepolisian bepergian umrah bersama pada Februari 2010. Meskipun ia mengakui mengenal beberapa pejabat, Haji Isam membantah telah memanfaatkan hubungan tersebut untuk kepentingan bisnis. [7] [8]

Sengketa dengan PT SILO di Pulau Laut

[sunting | sunting sumber]

Pada 2018, Haji Isam dituduh berada di balik pencabutan izin tambang milik Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang juga merupakan kerabatnya. Sengketa terjadi karena adanya tumpang tindih lahan antara kebun sawit milik Multi Sarana Agro Mandiri (anak usaha Jhonlin Group) dengan lahan konsesi tambang milik SILO. Haji Isam membantah keterlibatannya dan menyatakan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan BUMN Inhutani dan tidak terlibat dalam konflik tersebut. [9]

Kontroversi proyek gula di Bombana

[sunting | sunting sumber]

Investasi Jhonlin Group dalam proyek kebun tebu dan pabrik gula di Bombana juga menuai kritik karena diduga merampas lahan penggembalaan milik masyarakat dan peternak lokal. Proyek ini dipercepat izinnya melalui dukungan langsung Menteri Pertanian saat itu, Amran Sulaiman, yang disebut-sebut sebagai sepupu Haji Isam. Kritik muncul karena wilayah yang digunakan tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bombana dan melibatkan pemanfaatan kawasan hutan dengan skema yang dipertanyakan. [10]

Dugaan gratifikasi kepada pejabat

[sunting | sunting sumber]

Nama Haji Isam juga disebut dalam sidang kasus korupsi yang melibatkan Zainudin Hasan, adik dari Zulkifli Hasan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPR. Dalam dakwaan jaksa, disebutkan bahwa PT Jhonlin dan PT Baramega Citra Mulia Persada memberikan gratifikasi kepada Zainudin sebagai imbalan atas izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan. KPK diminta untuk menyelidiki dugaan suap korporasi dalam kasus ini. [11]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Ia menikah dengan Nursam, dan memiliki tiga anak. Anak pertamanya, Liana Saputri, menikah sama Putra Rizky Bustaman, dikenal juga sebagai Haji Putra 969, seorang pengusaha yang juga merupakan kolektor mobil mewah.[12] Haji Isam membangun sebuah gerai KFC di Batulicin khusus untuknya.[13]

Putranya yang lain adalah Jhony Saputra, yang mulai terlibat dalam manajemen perusahaan Jhonlin di usia muda, termasuk sebagai komisaris di beberapa entitas keluarga.[14]

Tanda kehormatan

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Profil dan Bisnis Haji Isam yang Turut Dampingi Prabowo Bertemu Delegasi Jepang". Tempo.co.
  2. "Dominasi 9 Naga Digeser 9 Haji jadi Raja Ekonomi Indonesia, Ini Sosok dan Gurita Bisnisnya". Telisik.id.
  3. Ditugaskan Presiden Cetak Sawah 1 Juta Hektare di Merauke, Ini Sosok Haji Isam
  4. 1 2 Maksum, Dwidjo U. (14 Juni 2010 | 00.00 WIB). "Lelaki dari Batulicin". Tempo. Diakses tanggal 2025-08-06. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. Maksum, Dwidjo U. (14 Juni 2010 | 00.00 WIB). "Lelaki dari Batulicin". Tempo. Diakses tanggal 2025-08-06. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Tempo. Haji Isam, Kebun Tebu, dan Keinginan Swasembada Gula. 2019.
  7. 1 2 Tempo. Perang Mafia Emas Hitam. 14 Juni 2010.
  8. Tempo. Andi Syamsudin Arsyad: Saya Bukan Preman. 14 Juni 2010.
  9. Tempo. Andi Syamsuddin Arsyad, Pemilik Jhonlin Grup: Permintaan Helikopter Itu Fitnah. 8 April 2018.
  10. Tempo. Haji Isam, Kebun Tebu, dan Keinginan Swasembada Gula. 2019.
  11. Tempo. Tantangan Komisi Menyentuh Petinggi. 6 April 2019.
  12. NTBSatu. Liana Saputri, Anak Haji Isam. 1 Juni 2025.
  13. Tempo. Lelaki dari Batulicin. 14 Juni 2010.
  14. CNBC Indonesia. Anak Haji Isam, Umur 20-an Harta Tembus Rp 627 T. 5 Agustus 2025.
  15. Ulya, Fika Nurul (25 Agustus 2025). "122 Tokoh dan Ahli Waris Hadir di Istana, Terima Tanda Kehormatan dari Prabowo". Kompas.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2025.