Analisis Media Periklanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Analisis Media Periklanan adalah mendiskusikan pengaruh iklan dari berbagai sarana media periklanan yang membandingkan antara kelebihan dan kekurangan dari media satu dengan media lainnya. Seperti periklanan luar ruang,media surat kabar,televisi, radio,media cetak serta media alternatif juga jenis-jenis iklan di media internet.

Sarana Media Utama[sunting | sunting sumber]

Media periklanan di indonesia masih mengunakan metode-metode komunikasi yang bersifat konvensional dalam membawa pesan periklanan dalam mengkampanyekan produk-produk juga jasa yang ditawarkan.Seperti melakukan kampanye di koran,majalah, radio bahkan televisi. Sarana bisa merupakan tempat, konten/program yang dirancang secara khusus yang disiapkan untuk kesesuaian posisi iklan yang akan ditayangkan di mana iklan tersebut dipasang. contohnya indonesia morning show (Net TV ), Redaksi pagi ( Trans 7 ), Mancing mania ( Trans 7) program acara yang disiapkan secara khusus dengan segmentasi tertentu ini merupakan sarana untuk menempatkan iklan di televisi. begitu juga dengan majalah seperti surat kabar seperti suara pembaruan, Jakarta globe,koran kompas itu merupakan sarana di mana iklan surat kabar dipasang.

  • Di Indonesia terutama di kota-kota besar hampir setiap saat dilingkungan di mana pesan-pesan iklan dapat dicetak,dibagikan dan di informasikan dengan berbagai macam cara seperti di dinding restoran/cafe, pada Kaus, badan bis,halte bis,Lantai toko,Kereta Api di dalam trans jakarta juga termasuk dalam iklan -iklan yang Ada di dalam bioskop dan ini merupakan contoh beberapa tempat iklan dipasang. Setiap media dan setiap Sarana memiliki sifat/karakteristik yang berbeda. Bagi para pengiklan berusaha mencari media yang dianggap paling sesuai dengan produk yang Akan dipromosikan untuk mencapai khalayak yang sesuai dengan sasarannya dan tersampainya pesan yang Ingin disampaikan. Sebagaimana diketahui bahwa televisi merupakan media atau sarana yang paling baik saat ini disusul dengan majalah,Koran,radio dan iklan luar ruang. Televisi dianggap sangat kuat dalam mempengaruhi dan memberikan hiburan orang lain. Majalah Lebih terkait dengan gensi,keindahan. Koran merupakan Sarana dalam menyampaikan berita, dan berharga yang lebih terjangkau.

Periklanan Di luar Ruang[sunting | sunting sumber]

Ada berbagai macam pariasi sarana tempat periklanan luar ruang,papan reklame atau biasa dikenal dengan baliho/billboard merupakan media unggulan dan paling efektif untuk katagori media luar ruang. Iklan di media luar ruang,billboard/baliho disiapkan untuk memperkenalkan Sebuah merek atau pesan singkat untuk sebagai faktor utama.

Baliho/BIllboard[sunting | sunting sumber]

Kesalahan pengutipan: Parameter dalam tag <references> tidak sah;Baliho/ billboard ini biasanya berada disepanjang Jalan utama di jalur lalulintas yang padat dan ramai billboard pada umumnya di Indonesia biasanya merupakan papan besar yang di lapisi Oleh kain/ bahan flexy berukuran raksasa. Para agency periklanan biasanya menjual secara bulanan kepada para pengiklan. Ukuran billboard yang bervariasi antara 10 x 6 meter, 8 x 4 meter, Dll. Kebutuhan pengiklan yang tinggi dan berkembanganya teknologi juga merevolusi cara orang beriklan. Sebagian besar masyarakat bisa mengenalnya dengan LED/digital billboard.

LED billboard merupakan memiliki kelebihan dari billboard pada umumnya Yaitu dapat menampilkan visual secara cepat dan membuat billboard mejadi dapat Bergerak. Periklanan luar ruang terbukti sangat efektif untuk menjangkau semua khalayak dari populasi yang berada dalam daerah tersebut. jumlah orang yang meihat iklan tersebut tergolong tinggi jika diletakan di lokasi strategis yaitu daerah yang memiliki jalur yang tergolong ramai.

Manfaat dari pengunaan media luar ruang:[sunting | sunting sumber]

  • billboard fleksibel secara geografis, perusahaan dapat diposisikan secara strategis untuk melengkapi usaha-usaha periklanan lainnya dalam memilih atau menentukan lokasi akan di mana lokasi tersebut akan dipasang..
  • Biaya relatif lebih terjangkau
  • menguasai daerah sekitar.

kemampuan media luar ruang memberikan kesempatan terbaik untuk memperkenalkan produk dan kemasan juga inti dari pesan yang akan disampaikan.

Kekurangan Media Luar Ruang:[sunting | sunting sumber]

  • tidak tersengementasi sesuai dengan target market yang dissasar karena media luar ruang dapat dilihat oleh siapapun.
  • Waktu exposure nya yang singkat, khalayak tidak melihatnya secara tepat bagaimana menark perhatiaan
  • Sulit mengukur jumlah khalayak yang melihat media luar ruang, bagi sebagian orang hal ini merupakan hambatan.
  • Papan reklame di anggap sebagai sampah visual karena di anggap menghilangkan keindahan pada lingkungan.

Surat Kabar[sunting | sunting sumber]

Surat Kabar secara sejarah diindonesia merupakan media terdepan dan dipakai sebagai alat untuk membujuk,menyebarkan idealisme dan menyampaikan pesan-pesan yang bersifat provokatif. Saat ini dengan kemajuan teknologi televisi mampu mengungguli surat kabar sebagai media yang di anggap mampu mempengaruhi orang lain juga televisi saat ini menerima pendapatan iklan yang sangat besar. Periklanan yang besar untuk surat kabar berasal dari perusahaan berskala lokal, jelas hal ini merupakan pendukung utama surat kabar masih bisa bertahan sampai saat ini walaupun demikian surat kabar harus lebih aktif untuk meningkatkan jumlah pengiklan secara global. Ukuran di surat kabar yang bervariatif membuat para mengiklan harus mempersiapkan design iklan dengan berbagai macam ukuran mengingat perbedaan ukuran surat kabar di indonesia. Dalam hal ini pengiklan harus memperhatikan karakteristik khalayak, citra dari surat kabar, dan hak-hal lainnya yang mebuat keputusan pengiklan bukan hanya sekadar mempertimbang biaya saja.

Pilihan posisi iklan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan ketika membeli ruang di surat kabar. Harga ruang yang strategis mempengaruhi dalam harga yang akan dikeluarkan pengiklan .

Kelebihan Surat Kabar[sunting | sunting sumber]

  • Khalayak dalam kondisi emosi yang tepat untuk membaca pesan yang akan di sampaikan
  • Jangkauan khalayak yang luas
  • Fleksibel
  • Mampu menyampaikan pesan yang detail
  • tidak terbatas oleh waktu

Keterbatasan Surat Kabar[sunting | sunting sumber]

  • Pemempatan iklan disurat kabar tidak beraturan
  • bukan media yang sangat selektif
  • Harga iklan relatif tinggi untuk pengiklan berkala
  • mutu reproduksi relatif kurang
  • pembeli yang rumit bagi pengiklan yang bersifat nasional
  • komposisi pembaca bisa berubah

Majalah[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia saat ini tercatat ada ratusan majalah yang masing-masing ditujukan untuk khalayak yang memiliki perhatian dan minat khusus yang sesuai dengan gaya hidup yang berkembang di indonesia.seperti otomotif,olahraga,kecantikan,kesehatan,remaja putri,bisnis dan lain sebagainya.Dengan demikian,para pengiklan jelas mempunyai banyak pilihan ketika memilih majalah untuk mempromosikan produk/usaha mereka.

Seperti jenis-jenis media pada umumnya banyak faktor yang mempengaruhi para pengiklan memilih dan menetapkan majalah sebagai sarana pemasangan iklan. Yang paling penting adalah pemilihan majalah yang dapat menjangkau khalayak yang menjadi target utama pengiklan.Tetapi karena pengiklan dapat memilih dari beberapa sarana alternatif untuk memenuhi tujuan dari target utama pengiklan. maka dalam hal ini mempertimbangkan biaya mempermainkan peran yang sangat penting. Untuk para calon pengiklan yang ingin mengunakan majalah sebagai sarana untuk mempromosikan produknya akan memdapat banyak sekali data mengenai komposisi jumlah pembaca hal ini termasuk dengan lokasi,jenis kelamin umur dan lain sebagainya. Biasanya informasi lengkap ini diberikan melalui media kit masing-masing majalah yang dibuat untuk biro iklan dan calon pengiklan. Media kit juga menyampaikan informasi lengkap tentang biaya dalam bentuk rate card.

Kekuatan Periklanan di Majalah[sunting | sunting sumber]

  • beberapa majalah menjangkau khalayak yang luas
  • selektif
  • daya tahap relatif lebih lama
  • Mutu reproduksi tinggi
  • Menyampaikan infromasi dengan detail
  • Potensi keterlibatan tinggi.
  • penyampaian informasi sangat bervariatif

Kelemahan Periklanan di Majalah[sunting | sunting sumber]

  • Tidak menarik perhatian pembaca,
  • Tenggang waktu yang lama
  • penempatan iklan cenderung tidak beraturan
  • Pilihan geografis yang relatif terbatas

Radio[sunting | sunting sumber]

Radio merupakan media yang ada di mana- mana hampir setiap mobil yang berlalu lalang di indonesia memiliki perangkat radio di dalamnya, termasuk dalam perangkat di handphone memiliki aplikasi untuk mendengarkan radio. Hal ini merupakan pontensi yang cukup besar yang mejadikan radio sebagai salah satu alternatif utama media periklanan. Radio dipahami oleh sebagian pengiklan lokal sebagai sarana favorit selain surat kabar lokal dan billboard.

Para pengiklan radio berkepentingan di dalam menjangkau pelanggan yang sesuai sasaran dengan biaya yang relatif terjangkau. Pertimbangan kedua adalah pilihan daerah-daerah geografis yang akan di jangkau oleh pengiklan. Pengiklan nasional membeli waktu dari stasiun-stasiun yang di jangkau khalayak nya sesuai dengan daerah yang paling kuat pengaruhnya. Di Indonesia daerah jakarta,bandung dan surabaya merupakan daerah favorit bagi para pengiklan nasional yang akan mempromosikan produk atau jasa mereka.

Kekuatan Radio[sunting | sunting sumber]

  • Sesuai dengan khalayak yang tersegmentasi.
  • mencapai calon pelanggan pada tingkat perorangan
  • tenggang waktu yang pendek
  • sewa relatif terjangkau
  • bisa di ulang beberapa kali

keterbatasan Radio[sunting | sunting sumber]

  • ketidak teraturan
  • tidak berbentuk visual
  • kesulitan khalayak mencari frekuensi channel di radio

Televisi[sunting | sunting sumber]

pada tahun 1960an televisi pertama di indonesia dimulai dengan munculnya TVRI dan pada awal tahun 1990an mulai munculnya televisi-televisi swasta di indonesia. Sejak reformasi bergulir di indonesia yang ditandai dengan kebebasan Pers perttumbuhan media massa tergolong meningkat tajam dan ini juga berpengaruh dalam perkembangan industri televisi. Televisi dalam beberapa tahun terakhir menikmati pendapatan yang sangat besar dengan banyaknya pengiklan yang mempromosikan produknya di televisi. Periklanan melalui televisi jaringan tidak efisien jika para calon pengiklan hanya memasukan jika ingin sesuai dengan segementasi tertentu.

Kekuatan Televisi[sunting | sunting sumber]

  • Dapat mendemonstrasikan bagaimana cara mengunakan produk.
  • Muncul tanpa di harapan
  • Mampu menarik Perhatian
  • Dapat mengunakan sisi humor dalam iklan
  • efektif jika dipadukan dengan sales marketing
  • memiliki dampak besar dalam mempengaruhi orang lain

Keterbatasan televisi[sunting | sunting sumber]

  • Biaya Iklan ditelevisi sangat mahal untuk 1 kali tayang
  • penonton cepat menganti iklan dengan program lainnya.

Media Iklan Digital[sunting | sunting sumber]

Pada awal 2005 mungkin dimulainya masa milenials, dimana orang mulai menggunakan internet dalam hal bisnis dan mencari informasi, Dan selanjutnya iklan digital mulai mendominasi didunia internet, dan semakin tahun pengguna internet semakin meningkat, Sehingga sampai sekarang 2018 Iklan digital sangat berpengaruh signifikan didunia periklannan, disusul kembali pengguna smartphone dan Ios yang mendominasi 80% orang mengakses internet dari smarhphone mereka. ini Artinya kekuatan digital mempunyai peluang besar seperti Iklan Google Adwords, Facebook, Instagram, website, iklan portal berita, Mobile Apps dan Iklan Direktori Digital bahkan buku dan majalah sudah menjadi digital.

Kekuatan Digital[sunting | sunting sumber]

  • Iklan bisa di sesuikan target, Wilayah, biografi, umur dan Hoby
  • Penayangan iklan untuk waktu bisa di buat sesuai keinginan kita.
  • Biaya Iklan Digital jauh lebih murah.

Media Periklanan Interaktif[sunting | sunting sumber]

Selama bertahun-tahun para pengiklan di Indonesia masih mengunakan cara-cara yang konvensional untuk beriklan dengan menanfaatkan televisi,surat kabar,majalah,billboard dan lain sebagainya sebagai sarana efektif untuk beriklan dengan semakin tingginya persaingan antar pengiklan menuntut untuk para pengiklan mengunakan alternatif pengunaan media lainya di luar dari yang biasanya pengiklan lakukan. Dalam beberapa tahun belakang para pengiklan mengunakan cara-cara berbeda dalam menyampaikan pesan yang akan disampaikan ke khalayak dan hal ini dianggap oleh sebagian besar biro iklan jauh lebih potensial dan menarik perhatian masyarakat. Media interaktif di anggap memecahkan kebuntuan beriklan karena kemampuannya menarik perhatiaan khalayak.

Konsep Dasar Media Interaktif[sunting | sunting sumber]

Televisi, Radio, Majalah, Surat kabar melibatkan para khalayak yang lebih relatif lebih pasif. Para penonton hanya mendengar, melihat tentang infromasi yang disampaikan para pengiklan tentang produk dan jasa mereka.berbeda dengan media yang bersifat interaktif dalam hal ini pengiklan mengharapkan adanya keterlibatan interaksi dari para khalayak . berdasarkan definisi tersebut media iklan interkatif pada saat ini meliputi hal-hal berikut

  • CD ROM
  • Internet
  • Nomor telepon bebas pulsa

Dalam hal ini periklanan melalui internet di anggap paling bisa menyampaikan pesan media interaktif paling banyak digunakan oleh para pengiklan. Pertumbuhan pengunaan internet di indonesia tergolong memiliki pertumbuhan yang sangat pesat. meskipun media internet tergolong baru di indonesia tetapi internet menjadi media periklanan yang mencakup hal yang luas.

Media Periklanan Alternatif[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa pilihan media alternatif atau yang tidak konvensional yang dianggap sebagai media potensial sebagai sarana beriklan sebagai seorang pemasaran. Seperti beriklan melalui yellow Pages, periklanan penanyangan produk di bioskop, rambu-rambu, kaus, dan lain sebagainya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. Adam Snyder,"Outdoor,forecast:sunny,some Clouds,"Adweek's Marketing Week, 8 Juli 1991,18-19.
  2. Michael T.Elliot dan Paul Surgi Speck, "Consumer Perceptions of advertising Clutter and its Impact across Various Media," Journal of Avertising Research 38, 29-41
  3. Media Iklan Indonesia, Branding usaha di era digital - 2018