Anak berbakat
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Oktober 2025) |
Anak berbakat (bahasa Inggris: gifted child(ren)) atau anak CIBI (singkatan dari "Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa") adalah anak-anak yang memiliki kemampuan atau potensi yang luar biasa dalam satu atau lebih bidang dibandingkan dengan teman sebaya mereka. Anak-anak berbakat sering menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya mendalam, dan keinginan kuat untuk belajar hal-hal baru. Mereka juga cenderung memiliki kecerdasan di atas rata-rata, daya ingat yang kuat, dan kemampuan untuk memahami konsep baru dengan cepat. Mereka juga sangat kreatif dan imajinasi, yang memungkinkan mereka berpikir di luar kebiasaan dan menemukan solusi unik untuk berbagai masalah.[1]
Karakteristik anak berbakat
[sunting | sunting sumber]Menurut banyak pakar psikologi anak (dalam Rini, 2009) ciri-ciri anak berbakat dapat dilihat dari sebagai berikut:[2]
1. Keterampilan motorik lebih cepat
[sunting | sunting sumber]Anak berbakat pada umumnya mengalami perkembangan motorik yang lebih cepat dibandingkan anak biasa. Perkembangan motorik dapat dilihat dari kemampuannya dalam berbicara, berjalan, maupun membaca. Misalnya, secara normal, anak dapat berjalan pada usia 12,5 bulan. Namun, bagi anak berbakat, ia sudah dapat berjalan pada umur 8 bulan. Anak berbakat juga suka menjelajah sesuatu yang bagian menarik, misalnya mempreteli barang-barang karena rasa ingin tahunya yang besar. Anak berbakat lebih cepat mengeluarkan suara, lebih cepat berbicara mengeluarkan bahasa dengan cara bermakna, dapat terseyum pada orang lain, banyak bertanya dan dapat meniru kata-kata dengan lancar.
2. Perkembangan lebih cepat
[sunting | sunting sumber]Bakat anak berkaitan dengan kerja otak kanan karena belahan otak kanan berhubungan intusi, kemampuan dan kreativitas. Sementara itu, belahan otak kiri berhubungan dengan kecerdasan. Menurut Tabloid Nakita (dalam Rini, 2009), untuk mengenali bakat anak dapat dilihat dari ke-3 kelompok ciri-ciri berikut:
- Intelektual. Anak yang berbakat mudah menangkap pelajaran, berpikir logis, memiliki ingatan dan penalaran yang baik, kosakatanya banyak, senang membaca, senang mengamati, berkonsentrasi dalam belajar dan membaca pada usia muda.
- Kreativitas. Anak yang berbakat memiliki banyak gagasan/ide, menonjol dalam satu atau lebih bidang seni, tidak mudah terpengaruhi orang lain, daya imajinasi kuat, memiliki rasa humor tinggi, dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, dan mampu merinci satu gagasan. Ia juga sangat kreatif, senang menciptakan sesuatu. Anak kreatif cenderung memakai permainan buatanya sendiri ketimbang dibelikan oleh orang tua.
- Motivasi. Anak yang berbakat pada umumnya tidak mudah bosan dan putus asa dalam bekerja, tekun menghadapi tugas, ingin mendalami bidang ilmu yang diberikan, tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, dapat mempertahankan pendapat, serta senang mencari dan memecahkan soal-soal.
3. Kaya kosakata
[sunting | sunting sumber]Anak yang berbakat menujukan penguasaan bahasa yang lebih kaya dibanding anak-anak seusianya. Ia akan lebih ceriwis dan menyukai buku serta gambar.
4. Lebih aktif
[sunting | sunting sumber]Anak yang berbakat memiliki sikap yang lebih aktif. Hal ini yang menyebabkan ia memiliki waktu tidur yang relatif lebih pendek dengan masa aktif. Kebanyakan anak yang berbakat jarang tidur siang dan lebih suka bergadang dibandingkan menghabiskan waktu untuk tidur tanpa menghasilkan apa-apa.
5. Menyenangi hal-hal menarik
[sunting | sunting sumber]Anak yang berbakat biasanya sangat bersemangat dalam mempelajari hal-hal baru, dan tidak begitu saja menuruti intruksi atau aturan yang diberikan. Ia mempunyai inisiatif untuk mencoba suatu mainan.[3]
Jenis-jenis bakat pada anak
[sunting | sunting sumber]1. Bakat Anak: Verbal-Linguistik
[sunting | sunting sumber]Sesuai dengan namanya, bakat ini dilihat dari kecerdasan si kecil dalam hal berbicara dan berbahasa. Anak dengan bakat seperti ini biasanya gemar membaca dan menulis. Mereka juga mampu berbicara dan menjelaskan dengan baik.
Anak yang memiliki bakat verbal-linguistik juga biasanya dapat lebih mudah mengingat dan mempelajari informasi yang disampaikan secara verbal.
2. Visual-Spasial
[sunting | sunting sumber]Bakat yang satu ini ditunjukkan dengan cara menunjukkan hal-hal yang berbentuk visual. Biasanya terlihat pada si kecil yang bisa menjelaskan sesuatu hanya dengan melihat gambarnya saja. Seperti bisa membaca peta, menginterpretasi makna lukisan, beroipini tentang tayangan video, dan semacamnya.
Bakat anak dengan tipe ini biasanya gemar menyusun teka-teki, menggambar, melukis, memahami pola, menafsir gambar, dan memvisualisasikan segalanya.
3. Logis-Matematis
[sunting | sunting sumber]Anak yang memiliki bakat logis-matematis biasanya terkenal sebagai problem solver. Mereka suka hal-hal yang logis, membutuhkan penalaran dan berpola. Mereka juga suka menganalisis masalah dengan menggunakan logika dan senang berurusan dengan angka serta pola.
4. Musik
[sunting | sunting sumber]Bakat dalam musik ini tidak didefinisikan sebatas si kecil suka bernyanyi ya, Bunda. Anak yang berbakat di bidang musik biasanya menitikberatkan rasa sukanya pada pola, nada, dan ritme musiknya.
Si kecil yang memiliki bakat ini biasanya sudah mulai belajar bermain alat musik sejak dini. Mereka juga gemar bernyanyi, bahkan hingga coba-coba untuk buat lagu sendiri.
5. Kinestetik
[sunting | sunting sumber]Dalam hal kinestetik, artinya si kecil memiliki bakat dalam hal olah tubuh. Ia pandai dan gemar mengendalikan tubuhnya pada aktivitas tertentu.
Si kecil yang memiliki bakat kinestetik biasanya pandai dalam berolahraga, menari, mengatur mimik muka, menjadi model, dan semacamnya. Anak yang ahli kinestetik biasanya menonjolkan sisi non-verbalnya dalam memikat banyak orang.[4]
Strategi mengembangkan potensi anak berbakat
[sunting | sunting sumber]Bakat biasanya bergandengan dengan minat, minat merupakan sebuah dorongan yang berasal dari dalam individu yang bisa menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara selektif yang menyebabkan dipilihnya satu kegiatan yang disenanginya, menguntungkan,dan selanjutnya akan mendatangkan kemantapan dan keputusan akan dirinya. Minat perlu dikelola dengan baik dan harus disalurkan secara maksimal. Minat yang besar terhadap suatu hal akan memberi presentase peluang yang besar untuk perubahan dan keberhasilan dalam mencapai sebuah tujuan yang akan diraih individu. Minat sangat penting untuk memberi dorongan pada individu menjadi lebih efektif dan selektif untuk suatu hal yang disenangi dengan rasa puas saat melaksanakannya. Berikut beberapa tips untuk mengembangkan minat dan bakat untuk diri:
1. Mengobservasi lingkungan dan sesuaikan dengan potensi yang ada pada diri sendiri. Mengidentifikasi hal-hal yang menjadi kebiasaan, apa yang tidak disukai, yang menarik perhatian untuk dievaluasi dan disesuaikan dengan keinginan, kenyamanan, dan sesuatu yang benar2 kita inginkan. Kegiatan ini dilakukan bertujuan melihat apa yang riil di lingkungan dengan pengamatan secara langsung.
2. Melakukan klarifikasi, setelah mendapatkan beberapa gambaran dari observasi dan evaluasi. Klarifikasi ini dilakukan dengan kegiatan sehari-hari dengan apa yang benar-benar disukai. Kita perlu melakukan klarifikasi kembali mengenai apa bakat dan minat yang benar-benar kita senangi karena dalam mengembangkat bakat minat tidak hanya secara mentalitas saja, tetapi juga sarana prasarana untuk mengambangkan minta bakat juga harus terfasilitasi.
3. Berlatih, jika banyak sesuatu yang anda sukai anda perlu memilah milih kegiatan tersebut yang memang paling anda sukai, dan terus berlatih untuk kegiatan yang benar-benar anda pilih untuk menjadikan anda profesional dalam bakat anda tersebut.
4. Membentuk lingkungan yang mendukung. Lingkungan sangat berpengaruh kepada pengembangan minat dan bakat, individu perlu membentuk lingkungan yang dapat mendukung segala sesuatunya. Kita dapat membuat ruangan khusus atau tempat khusus untuk kita menuangkan, mengekplorasi, berkegiatan dan untuk menyalurkan minat bakat kita tanpa ada gangguan disaat kita berlatih menyalurkan minat bakat.
5. Memenuhi fasilitas pendukung. Selain membentuk dan membuat lingkungan yang kondusif untuk menyalurkan minat dan bakat diperlukan juga fasilitas pendukung seperti sarana dan prasarana dalam mengembangkan bakat dan minat.
6. Mengapresiasi diri, mengapresiasi merupakan kegiatan penilaian, dimaksudkan di sini menilai diri sendiri dengan kemampuan bakat minat yang dimiliki. Dan juga mengapresiasi dengan orang lain yang memiliki bakat minat yang sama sebagai acuan untuk meningkatkan dan mengembangkan diri melalui bakar dan minat.
7. Latihan, yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan bakat minat adalah dengan melatih diri secara terus menerus, dan tekankan kepada diri sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang ahli dalam satu bidang. Latihan dengan konsisten menjadi kunci utama untuk mengembangkan minat dan bakat kita, secara rajin dan terus berlatih.
Bakat dan minat perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan sebuah prestasi. Tujuan mengembangkan bakat dan minat adalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan individu untuk mengambangkan minat bakat secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan kepribadian dan kebutuhan manusia. [5]
Kisah Sukses Anak Berbakat
[sunting | sunting sumber]Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. |
Samaira Mehta – Pembuat Permainan Coding
[sunting | sunting sumber]Samaira Mehta, seorang anak berusia 10 tahun, telah menciptakan permainan papan bernama “CoderBunnyz” yang mengajarkan anak-anak cara coding. Permainan ini telah digunakan di lebih dari 106 sekolah dan menjadi alat yang populer untuk mengajarkan konsep dasar pemrograman kepada anak-anak.
Samaira mulai belajar coding pada usia 6 tahun dan dengan cepat menyadari bahwa banyak anak seumurannya merasa sulit untuk memahami konsep coding. Dengan menciptakan CoderBunnyz, dia membuat pembelajaran coding menjadi menyenangkan dan interaktif. Samaira juga sering memberikan workshop coding di sekolah-sekolah, menginspirasi banyak anak untuk mengejar minat mereka di bidang teknologi.
Gitanjali Rao – Penguji Air Bersih
[sunting | sunting sumber]Gitanjali Rao adalah seorang ilmuwan muda yang telah mengembangkan alat yang dapat mendeteksi kandungan timbal dalam air dengan cepat dan murah. Alat ini, yang dinamakan “Tethys,” menggunakan sensor karbon nanotube yang terhubung dengan aplikasi di smartphone untuk memberikan hasil yang akurat dalam waktu singkat.
Gitanjali terinspirasi untuk menciptakan Tethys setelah mengetahui tentang krisis air di Flint, Michigan. Dia ingin menciptakan solusi yang dapat membantu keluarga mengetahui apakah air mereka aman untuk diminum. Gitanjali telah menerima berbagai penghargaan atas karyanya, termasuk penghargaan dari Discovery Education 3M Young Scientist Challenge.[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sholehah, Aat Maratun; Putro, Khamim zarkasih (2022-02-10). "Anak Berbakat (Jenius Atau Gifted Children)". Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini. 4 (1): 304–317. doi:10.35473/ijec.v4i1.996. ISSN 2655-6561.
- ↑ "Ciri-ciri Anak Berbakat". nsd.co.id. Diakses tanggal 2025-03-15.
- ↑ "Ciri-ciri Anak Berbakat". nsd.co.id. Diakses tanggal 2025-03-15.
- ↑ Fajria, Rizqa (2023-08-02). "Kenali 5 Jenis Bakat Anak dan Cara Kembangkannya!". Sang Buah Hati (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-15.
- ↑ "Berita - Organisasi Kemahasiswaan". ormawa.stekom.ac.id. Diakses tanggal 2025-03-15.
- ↑ admin (2024-06-23). "Kisah Inspiratif Anak Berbakat yang Mengubah Dunia dengan Inovasi Teknologi". GRIYA BANGUN. Diakses tanggal 2025-03-15.