Amonium aluminium sulfat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Amonium aluminium sulfat
Ammonium aluminium sulfate dodecahydrate.svg
Ammonium aluminum sulfate crystals.jpg
Nama
Nama lain
Amonium alum
Tschermigite
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC 232-055-3 616-522-2 (dodekahidrat)
KEGG
Nomor RTECS WS5640010
UNII
Sifat[1]
(NH4)Al(SO4)2
Massa molar 237,15 g/mol (anhidrat)
453,33 g/mol (dodekahidrat)
Penampilan kristal putih
Densitas 2,45 g/cm3 (anhidrat)
1,64 g/cm3 (dodekahidrat)
Titik lebur 93,5 °C (200,3 °F; 366,6 K) (dodekahidrat)
Titik didih 120 °C (248 °F; 393 K) dehidr. (dodekahidrat)
15 g/100 ml (20 °C, dodekahidrat)
Struktur[1]
Heksagonal (anhidrat)
Kubik (dodekahidrat)
Oktahedral (Al3+)
Bahaya[2]
Lembar data keselamatan External MSDS
Piktogram GHS Skin Irrit. 2; Eye Irrit. 2
Keterangan bahaya GHS WARNING
H315, H319
P264, P280, P302+352, P305+351+338, P321, P332+313, P337+313, P362
Titik nyala Tidak terbakar
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Amonium aluminium sulfat, dikenal juga sebagai alum amonium atau alum saja (meskipun terdapat banyak zat lainnya yang disebut juga dengan "alum"), adalah kristal sulfat ganda berwarna putih yang biasanya dijumpai sebagai dodekahidratnya. Rumus kimianya adalah (NH4)Al(SO4)2·12H2O. Senyawa ini digunakan dalam jumlah kecil dalam beragam aplikasi ceruk. Dodekahidratnya terbentuk secara alami sebagai mineral langka tschermigite.[1]

Produksi dan sifat dasar[sunting | sunting sumber]

Alum amonium dibuat dari aluminium hidroksida, asam sulfat dan amonium sulfat. Ia membentuk larutan padat dengan alum kalium. Pirolisis meninggalkan alumina. Alumina ini digunakan dalam produksi bubuk penggiling dan sebagai prekursor untuk batu permata sintetis.[3]

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Alum amonium bukan industri kimia utama dan penggunaan utamanya adalah pereaksi laboratorium, tetapi senyawa ini murah dan efektif, yang memunculkan banyak aplikasi ceruk. Ia digunakan dalam pemurnian air, dalam perekat sayuran, dalam semen porselin, dalam deodoran dan dalam pemucatan dan pewarnaan tekstil serta dalam pembuatan tekstil tahan api.[4] pH larutan yang dihasilkan dari aplikasi alum amonium dengan perspirasi biasanya sedikit asam, yaitu antara 3 sampai 5.[5]

Ammonium alum adalah bahan umum dalam semprotan penolak hewan.[6][7][8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Weast, Robert C., ed. (1981). CRC Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-62nd). Boca Raton, FL: CRC Press. hlm. B–74, B–75. ISBN 0-8493-0462-8. .
  2. ^ HSNO Chemical Classification Information Database, New Zealand Environmental Risk Management Authority, diakses tanggal 2009-11-23 .
  3. ^ Otto Helmboldt, L. Keith Hudson, Chanakya Misra, Karl Wefers, Wolfgang Heck, Hans Stark, Max Danner, Norbert Rösch "Aluminum Compounds, Inorganic" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2007, Wiley-VCH, Weinheim.doi:10.1002/14356007.a01_527.pub2
  4. ^ "Alum", The Columbia Encyclopedia (edisi ke-6th), Ithaca, NY: Columbia University Press, 2004, diakses tanggal 2009-11-23 .
  5. ^ Aluminum Ammonium Sulfate Material Safety Data Sheet, J. T. Baker, March 2009, diakses tanggal 2009-11-23 .
  6. ^ D-TER Animal and Bird Repellent, Bruce Harris Project Management Pty Ltd, 2004-09-04, diakses tanggal 2010-03-03 .
  7. ^ Multicrop Scat Bird and Animal Repellent Data Sheet (PDF), Multicrop (Aust.) Pty. Ltd., 2003-03-04, diakses tanggal 2010-03-03 .
  8. ^ Pest Control: Foxes, Tandridge District Council (UK), February 2006, diakses tanggal 2010-03-03 .