Lompat ke isi

Alyansa Tigil Mina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Alyansa Tigil Mina (disingkat ATM, berarti “Aliansi untuk Mengakhiri Pertambangan”) merupakan organisasi advokasi lingkungan yang berupaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak negatif kegiatan pertambangan skala besar di Filipina. Organisasi ini merupakan koalisi yang terdiri atas lembaga swadaya masyarakat, kelompok gereja, dan institusi akademik, sekaligus menjadi jaringan advokasi anti-pertambangan terbesar di negara tersebut.[1]

Alyansa Tigil Mina awalnya terbentuk sebagai kelompok informal yang mulai berkumpul pada tahun 2004 untuk menanggapi ancaman terhadap upaya pembangunan berkelanjutan akibat kebangkitan kembali industri pertambangan di Filipina.[2] Alyansa Tigil Mina terlibat dalam berbagai kampanye untuk perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat adat. Aliansi ini menyerukan moratorium nasional terhadap kegiatan pertambangan skala besar, mendorong pengesahan Undang-Undang Pertambangan Rakyat Alternatif, serta menuntut pencabutan Undang-Undang Pertambangan Filipina tahun 1995. Selain itu, mereka juga menolak Kebijakan Nasional untuk Revitalisasi Pertambangan di Filipina dan Rencana Aksi Nasional Mineral.[3]

Alyansa Tigil Mina turut berpartisipasi dalam gerakan internasional Earth Strike yang menyerukan aksi terhadap krisis iklim.[4] Pada tahun 2011, Alyansa Tigil Mina bekerja sama dengan aktivis lingkungan Gina Lopez dan sejumlah organisasi masyarakat sipil lainnya untuk meluncurkan kampanye tanda tangan bertajuk “No to Mining in Palawan.” Kampanye ini digagas sebagai respons terhadap pembunuhan Gerry Ortega, seorang penyiar radio dan aktivis anti-pertambangan yang vokal menentang kegiatan pertambangan di Pulau Palawan. Melalui kampanye ini, organisasi menekankan pentingnya perlindungan lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, serta hak masyarakat lokal yang terdampak oleh kegiatan pertambangan. Inisiatif ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran publik tentang risiko sosial dan ekologis dari pertambangan skala besar, sekaligus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih tegas dalam menjaga ekosistem dan komunitas di wilayah tersebut.

Pada tahun 2021, Alyansa Tigil Mina menjadi salah satu dari 74 organisasi yang menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada pejabat Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR).[5] Surat tersebut berisi penolakan terhadap rencana penambangan magnetit lepas pantai di Provinsi Cagayan, wilayah di bagian utara negara itu. Aliansi ini bersama kelompok lain menyuarakan kekhawatiran bahwa aktivitas penambangan tersebut dapat merusak ekosistem laut, mengancam sumber penghidupan nelayan lokal, serta memperburuk dampak perubahan iklim. Mereka menilai proyek ini berisiko tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan tidak sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang selama ini diperjuangkan.[6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Alyansa Tigil Mina". Transnational Institute (dalam bahasa Inggris). 2016-05-17. Diakses tanggal 2025-11-06.
  2. "Philippines: A call to stop mining in Palawan | World Rainforest Movement". www.wrm.org.uy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  3. "ORGANIZATIONAL HISTORY". Alyansa Tigil Mina (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  4. "ABOUT US". Alyansa Tigil Mina (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  5. "Partners and Allies". Global Climate Strike (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-06.
  6. "Environmental groups thumb down magnetite mining in Cagayan". Manila Bulletin (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.