Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia (World Alliance of Reformed Churches) adalah persekutuan Gereja-gereja Reformasi yang mempunyai 218 Sinode Gereja di 107 negara di seluruh dunia. Keseluruhan anggotanya diperkirakan mencapai sekitar 75 juta orang. Gereja-gereja anggotanya berasal dari tradisi Gereja-gereja Kongregasional, Presbyterian, Reformasi, dan Gereja-gereja bersatu yang semuanya berakar pada Yohanes Calvin, John Knox dan lain-lainnya pada Reformasi abad ke-16 di Eropa Barat (Prancis, Swiss, Italia, dll).

Latar belakang sejarah[sunting | sunting sumber]

  • 1875: Sejumlah 21 Gereja Presbyterian dari Eropa dan Amerika Utara berkumpul di London untuk membentuk Aliansi Gereja-gereja Reformasi di seluruh Dunia yang berasaskan Sistem Presbyterian.
  • 1891: Dewan Kongregasional Internasional pertama diselenggarakan di London.
  • 1948: Aliansi Presbyterian memutuskan untuk memindahkan kantornya dari Edinburgh ke Jenewa, berdampingan dengan Dewan Gereja-gereja se-Dunia yang baru saja dibentuk. Di Wellesley, Massachussetts, AS, Dewan Kongregasional Internasional ke-6 mengesahkan anggaran dasar dan membentuk sebuah kantor internasional di London.
  • 1970: Di Nairobi, Kenya, dua organisasi dunia, yaitu Kongregasional dan Presbyterian, dipersatukan dengan nama Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia (Presbyterian dan Kongregasional), dengan 114 gereja anggota di 70 negara di seluruh dunia.
  • 1982: Sidang Raya ke-21 yang diadakan di Ottawa, Kanada, menyatakan bahwa apartheid di Afrika Selatan adalah dosa, dan pembenaran teologis terhadap apartheid adalah sebuah ajaran sesat.
  • 1989: Sidang Raya ke-22 di Seoul, Korea, menegaskan komitmen Aliansi kepada komunitas inklusif perempuan dan laki-laki di gereja dan masyarakat.
  • 1997: Sidang Raya ke-23 di Debrecen, Hongaria, menyerukan diadakannya proses penyadaran, pendidikan, dan pengakuan yang progresif pada semua tingkatan gereja mengenai ketidakadilan eonomi dan kehancuran lingkungan hidup.
  • 2000: Komite Eksekutif WARC menetapkan Sidang Raya ke-24 untuk bertemu di Accra, Ghana pada 2004, dengan tema, yang diambil dari Yohanes 10:10: "Supaya mereka mempunyai hidup ... dalam segala kelimpahan."

Keprihatinan Aliansi[sunting | sunting sumber]

Bidang-bidang yang menjadi keprihatinan persekutuan Gereja-gereja ini antara lain adalah:

  • Kerja sama dan Kesaksian: WARC mempunyai sejarah yang panjang dalam komitmennya terhadap hak-hak asasi manusia dan terhadap perjuangan gereja-gereja kecil yang seringkali mengalami penindasan ketika mereka memberikan kesaksian bagi Injil. Departemen ini dimaksudkan untuk membantu gereja-gereja anggota dalam membantu kebutuhan nyata anggota gereja dan masyarakat luas, dan mendorong mereka dalam memahami bagaimana seharusnya mereka menjawab tantangan-tantangan konkret di dalam gereja dan masyarakat. Karena itu, Departemen ini memusatkan perhatian pada peranan gereja dalam menegakkan hak-hak asasi manusia, demokrasi dan masyarakat sipil yang sedang berkembang, keadilan ekonomi dan keberlangsungan lingkungan hidup.
  • Teologi: Departemen Teologi WARC mengembangkan studi tentang ekumenisme, studi teologi, dan pendidikan khususnya. WARC telah banyak melakukan penelitian, konferensi dan konsultasi teologis. WARC juga aktif dalam menganjurkan dialog teologis dengan Gereja-gereja Kristen lainnya maupun persekutuan-persekutuan tingkat dunia yang lain, seperti dengan Gereja-gereja Lutheran, Anglikan, Katolik Roma, dll.

WARC juga menyediakan beasiswa pada 23 seminari dan sekolah teologi yang beraliran Reformasi kepada mahasiswa teologi yang menjadi anggota dari gereja-gereja WARC

  • Kemitraan Perempuan dan Laki-laki: Departemen ini mengembangkan kemitraan antara perempuan dan laki-laki demi terciptanya komunitas yang inklusif. Aktivitas departemen ini berakar pada keyakinan bahwa Gereja Yesus Kristus adalah milik perempuan maupun laki-laki. Departemen ini membuka kesempatan untuk dialog antara perempuan dan laki-laki, mengarahkan perhatian kepada ketidaksejajaran yang dialami kaum perempuan, serta ketidakadilan gender, serta mempromosikan tindakan menuju keadilan gender. Departemen ini telah bekerja sama dengan gereja-gereja anggota serta mitra-mitranya di setiap bagian dunia dalam menghadapi masalah-masalah utama yang memengaruhi kaum perempuan.

Departemen ini berperan dalam membantu gereja-gereja anggota untuk mendengar kembali secara baru kesaksian Alkitab tentang komunitas (koinonia) dan kemitraan, menghapuskan sexisme dalam teologi dan praktik serta mempromosikan kesadaran gender guna mengakui karunia-karunia serta talenta kaum perempuan dalam pelayanan gereja dan kepemimpinan, serta mengusahakan pembaruan serta transformasi gereja dan masyarakat dalam meruntuhkan tembok-tembok penghalang yang masih memisahkan kaum perempuan dari laki-laki.

Bidang-bidang keprihatinan Departemen ini antara lain adalah: Kesadaran gender, Penahbisan kaum perempuan, Keadilan gender dan ekonomi, Peranan perempuan dalam misi, dan Kerjasama ekumenis.

  • Komite pemuda: Komite yang dibentuk pada tahun 1991 ini dimaksudkan untuk membuat suara orang muda didengar dan dihormati di lingkungan persekutuan gereja ini. Dengan demikian partisipasi orang muda akan semakin meningkat di dalam kegiatan-kegiatan Aliansi dan struktur-struktur pengambilan keputusan. Aliansi pun mendorong gereja-gereja anggotanya agar tanggap terhadap keprihatinan orang muda serta mengusahakan langkah-langkah konkret sehingga mereka dapat terlibat di dalam seluruh bagian kehidupan dan pelayanan Gereja.

Hubungan dengan Gereja-gereja lain[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 2006, Paus Benediktus XVI mengadakan audiensi dengan Clifton Kirkpatrick, presiden Aliansi, untuk membahas tiga tahap dialog antara Gereja-gereja Reformasi dan Gereja Katolik Roma. Dialog ini terfokus pada langkah-langkah yang secara potensial dapat menghasilkan keesaan iman Kristen dalam milenium ketiga.

Setelah pertemuan dua hari yang berakhir pada 1 Februari 2006, Clifton Kirkpatrick, presiden Aliansi, dan Douwe Visser, presiden Dewan Ekumenis Reformasi (REC), mengatakan dalam sebuah surat bersama yang dikirim kepada gereja-gereja anggota mereka, "Kami bersukacita karena pekerjaan Roh Kudus yang kami yakini telah memimpin kami untuk menyatakan bahwa waktunya telah tiba untuk mempersatukan pekerjaan Aliansi Gereja-gereja Reformasi se-Dunia dan Dewan Ekumenis Reformasi ke dalam satu tubuh yang akan memperkuat keesaan dan kesaksian orang-orang Kristen Reformasi." Lembaga yang baru ini akan disebut Persekutuan Reformasi se-Dunia.

Gereja-gereja anggota Aliansi (2006)[sunting | sunting sumber]

Kebanyakan dari gereja-gereja ini berada di bagian selatan dari garis khatulistiwa, dan umumnya mereka merupakan kelompok minoritas di negaranya masing-masing.

Gereja-gereja anggota di seluruh dunia[sunting | sunting sumber]

Gereja-gereja anggota di Indonesia[sunting | sunting sumber]

  1. Gereja Kristen Rejang(GKR)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]