Ali Erfan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Cerita ini terkenal di masyarakat Istanbul dan daerah bekas Kekaisaran Bizantium. Cerita ini menceritakan tentang kehidupan Kaisar ketika masa pemerintahan Konstantinus III.[butuh rujukan]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Byzantium memiliki wilayah dari Anatolia sampai Daratan Balkan yang Legendaris. Seorang pangeran yang bernama Praha mendapat jatah memerintah di wilayah Transyvania ( di daerah Romania sekarang). Dia memiliki watak kasar, semena-mena, tidak pernah menuruti nasihat orang lain, irihati, suka menjelek-jelekkan hasil kerja orang lain, suka memaki orang. Ia tidak disukai oleh rakyat. Kisah hidupnya dirangkum dalam cerita "All Praha Fran" (Semua Praha Mati)

Cerita Asli[sunting | sunting sumber]

Praha memulai pemerintahan keras di Bizantium. Rakyatnya menderita. Sementara Praha mendapat kekayaan makmur digunakan sewenang-wenang. Istri Praha ada 7 orang yang bernama Julia, Levi, Yunai, Prani, Bizalia, Analia, Konstantia III. Semasa pemerintahannya, rakyat senantiasa tidak mendukungnya dan terdapat beberapa organisasi pemberontak seperti Pranius, Levatian, Bhismarv.

Pemberontakan pertama dilakukan oleh kelompok Levatian yang dipimpin Uranius sebagai pemimpin gereja. Pemberontakan ini berhasil menawan Ratu Julia dan dinikahkan dengan seorang Armenia. Praha memrintahkan pasukannya mencari dimana Julia berada. Julia tidak ditemukan di seluruh Yunani maupun Bizantium.

Pemberontakan kedua dilakukan pula oleh persekutuan Pranius-Bismarv. Yunai, Analia, Levi, serta Konstantia III ditawan dan dibuang ke Laut Mediterania. Sebagian besar pasukannya bergabung dengan Golden Horde Golden Horde membantunya menyerang Praha. Walaupun Praha masih bertahan, Praha harus kehilangan 3/4 wilayahnya. Yunai pun ditangkap orang Yahudi dan dijadikan budak oleh Raja Israel.

Pemberontakan terakhir dan ketiga pun dipelopori oleh Yahudi yang anti-Katolik, Bismarv, Levatian, Pranius. Mereka menggempur kota Transyvania. Dengan kekuatan sebesar 20.000.000, mereka meruntuhkan Transyvania sampai rata dengan tanah. Praha pun tertangkap dan dieksekusi mati dengan cara dibuang ke laut Mediterania.