Alfabet bahasa Latin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Alfabet bahasa Latin
A Specimen by William Caslon.jpg
Jenis aksara
BahasaLatin
Sebagian besar bahasa di Eropa Barat, bahasa Basque, serta banyak bahasa dari rumpun bahasa Turkik, Eskimo-Aleut, Finno-Ugrik, Austronesia, dan Austroasia (dalam bentuk alfabet Latin)
Periode
~700 SM–sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Aksara turunan
Aksara Cherokee dan Aksara Yugtun (tidak langsung)
Aksara kerabat
Kiril
Armenia
Georgia
Kubti
Rune
ISO 15924
ISO 15924Latn, , ​Latin
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Latin
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (IPA). Untuk bantuan dalam membaca simbol IPA, lihat Bantuan:IPA. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Alfabet bahasa Latin adalah susunan alfabet yang digunakan pada bahasa Latin. Alfabet bahasa Latin awalnya digunakan oleh orang Romawi kuno untuk menulis bahasa Latin dan ekstensinya masih digunakan untuk menulis bahasa Latin Gerejawi, yaitu satu-satunya penggunaan bahasa Latin yang masih bertahan hingga saat ini. Alfabet bahasa Latin bahkan digunakan sebagai metode standar penulisan dalam banyak bahasa dari Eropa Barat dan Tengah serta diadopsi oleh banyak bahasa lain di berbagai bagian dunia, dalam bentuk Alfabet Latin. Bahkan Alfabet Latin menjadi sistem aksara dengan jumlah penggunaan dan pengadopsian terbesar di dunia.[1]

Alfabet bahasa Latin Gerejawi umumnya terdiri dari 24 huruf alfabet, dengan mengecualikan huruf ⟨J⟩ yang dianggap alograf dari ⟨I⟩, dan huruf ⟨W⟩ yang muncul untuk melambangkan bunyi konsonan mirip U yang tidak ada dalam bahasa Latin. Huruf ⟨U⟩ awalnya dianggap merupakan alograf dari huruf ⟨V⟩, tetapi dalam perkembangannya huruf ⟨U⟩ kemudian melambangkan bunyi vokal, sedangkan ⟨V⟩ untuk bunyi konsonan.

Alfabet bahasa Latin Kuno
Huruf A B C D E F G H I K L M N O P Q R S T V X
Alfabet bahasa Latin Klasik
Huruf A B C D E F G H I K L M N O P Q R S T V X Y Z

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Haarmann 2004, hlm. 96

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Haarmann, Harald (2004), Geschichte der Schrift (dalam bahasa German) (edisi ke-2nd), München: C. H. Beck, ISBN 3-406-47998-7 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]