Alda Risma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Alda Risma
LahirAlda Risma Elfariani
(1982-11-23)23 November 1982
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Meninggal12 Desember 2006(2006-12-12) (umur 24)
Jakarta, Indonesia
Sebab meninggalOverdosis psikotropika
MakamTPU Blender, Kebonpedes, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat
KebangsaanIndonesia
Pekerjaan
Tahun aktif1996–2006
Dikenal atas"Aku tak Biasa" karya Rudy Loho
Tinggi160 cm (5 ft 3 in)
Orang tua
  • Amir Farid Riza
  • Halimah
PenghargaanAnugerah Musik Indonesia 1998
Karier musik
Genre
InstrumenVokal
Label
Artis terkaitCode Red

Alda Risma Elfariani (23 November 1982 – 12 Desember 2006) merupakan penyanyi dan pemeran berkebangsaan Indonesia keturunan Sunda. Namanya mulai dikenal berkat lagu "Aku tak Biasa" yang ditulis Rudy Loho dan dirilis pada tahun 1998.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Ia merupakan anak dari pasangan Halimah dan Amir Farid Riza.

Karier[sunting | sunting sumber]

Ia memulai kariernya sebagai model majalah remaja pada tahun 1996.

Pada tahun 1997, ia memulai debutnya di dunia tarik suara saat ia berkolaborasi dengan boyband asal Inggris Code Red melalui lagu "We Can Make It" yang terdapat dalam album Scarlet.

Pada tahun 1998, tepatnya setelah SMP, ia memulai solo kariernya, dan menjadi populer saat merilis singel debutnya berjudul "Aku tak Biasa" di usianya yang masih remaja, yaitu 15 tahun.[1]

Pada tahun 2006, sebelum ia meninggal, ia pernah merilis singel yang diciptakan oleh Harry Tasman yang berjudul "Satukanlah" dan singel yang diciptakan Pidi Baiq yang berjudul "Menanti Kekasihku". [2]

Kasus dengan Iwan Sastrawijaya[sunting | sunting sumber]

Ia pernah bertunangan dengan produser Blackboard, Iwan Sastrawijaya, tetapi selangkah lagi menuju pelaminan, keributan kecil mengakhiri jalinan asmara mereka.[3] Setelah itu namanya tidak terdengar, hingga muncul lagi di media massa ketika Alda pernah mengalami kecelakaan lalu lintas pada 19 Juni 2006.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 12 Desember 2006, ia ditemukan meninggal di kamar 432, hotel Grand Menteng. Sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bekas suntikan. Diduga ia meninggal karena kelebihan dosis,[4] ahli forensik RSCM Zulhasmar Samsu mengungkapkan bahwa ia meninggal karena keracunan psikotropika. Dalam tubuhnya ditemukan sekitar 20 bekas suntikan, mengandung benzodiazepine, propofol, pethidine, morfin, dan pil analgetik. Perpaduan kandungan obat-obatan tersebut menyerang sistem saraf pusat dan saluran pernapasannya.[1][5][6] Ini bukan kali pertama Alda mengalami overdosis, tetapi ia juga mengalami hal yang sama pada bulan Oktober 2005.

Menurut analisis selanjutnya menyatakan kematiannya disebut sebagai pembunuhan yang dilakukan oleh Ferry Surya Prakasa yang merupakan kakak ipar Ferry Salim,[7] diputus pengadilan dengan hukuman 14 tahun penjara.[1]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Singel[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul lagu Pencipta Singel Label
1997 "We Can Make It" (feat Code Red) Nicky Graham Scarlet PolyGram
1998 "Aku tak Biasa" Rudy Loho Aku tak Biasa Blackboard
"Patah jadi Dua" Deddy Dhukun
"Layu dalam Batin" Rudy Loho
2001 "Kupilih yang Mana" Yonni & Kamal Kupilih yang Mana Universal Music Indonesia
"Tiada Keraguan" Teddy Sujaya & E. Rejal
"Sampai Kapankah" Dhukun Wijaya
2006 "Pelabuhan Cinta" Dommy Allen Terakhir Untukmu EMI-Blackboard
"Untuk yang Terakhir"
"Satukanlah" Harry Tasman The Best of Alda
"Menanti Kekasihku" Pidi Baiq Menanti Kekasihku N/A

Album studio[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
1999—2000 Kesucian Prasasti Ajeng Rapi Films
2001 Romantika N/A
2001—2002 Kumasih Milikmu N/A
2002—2003 Kesetiaan yang Retak N/A Avicom Production
Keterangan
  • N/A: Not Available

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Karya yang dinominasikan Kategori Hasil
1998 Anugerah Musik Indonesia 1998 "Aku tak Biasa" Artis Solo Wanita Pop Terbaik Menang
Lagu Terbaik

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]