Lompat ke isi

Al-Imam (majalah)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Al-Imam
Sampul depan majalah Al-Imam
EditorMuhammad Tahir Jalaluddin
Staf penulisMuhammad Tahir Jalaluddin, Muhammad Salim al-Kalali, Ahmad al-Hadi, dan Abbas Mohammad Taha
KategoriMajalah Islam
Frekuensibulanan
SirkulasiNegeri-negeri Selat dan Hindia Belanda
Terbitan pertama23 Juli 1906
Terbitan terakhir
Angka
22 Juli 1908
Edisi ke-31
NegaraKoloni Singapura
Berpusat diKoloni Singapura
BahasaBahasa Melayu

Al-Imam adalah sebuah majalah bulanan yang menerbitkan artikel mengenai dunia Islam dan pembaharuan pemikiran Islam di Singapura sejak Juli 1906 hingga Juli 1908. Pendiri majalah Al-Imam ialah Muhammad Tahir Jalaluddin dan Muhammad Salim al-Kalali. Majalah Al-Imam ditulis dengan abjad Jawi dalam bahasa Melayu dengan kertas berukuran 6,3 × 8,8 inci setebal 32 halaman. Tulisan di dalam majalah Al-Imam terinspirasi oleh majalah Al-Manar yang diterbitkan di Mesir sehingga banyak mengutip pendapat dari Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha.

Edisi majalah Al-Imam diterbitkan di Singapura dan disebarluaskan ke Minangkabau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan hingga ke Kota Makassar. Pemerintah Kolonial Inggris di Singapura melarang penerbitan majalah Al-Imam pada tahun 1908 dan edisi terakhirnya adalah edisi ke 31. Pada tahun 1911, gagasan reformisme dan modernisme dari majalah Al-Imam diteruskan oleh Abdullah Ahmad melalui penerbitan majalah Al-Munir di Kota Padang Panjang yang kemudian disebarluaskan di wilayah Sumatera Barat hingga tahun 1918.

Pendirian

[sunting | sunting sumber]

Pendiri majalah Al-Imam ialah Muhammad Tahir Jalaluddin dan Muhammad Salim al-Kalali.[1] Nama Al-Imam pada majalah Al-Imam berasal dari nama panggilan akrab dari Muhammad Tahir Jalaluddin sebagai murid dari Muhammad Abduh yang merupakan gurunya ketika di Mesir.[2] Ia mendirikan penerbitan majalah Al-Imam karena terinspirasi oleh majalah Al-Manar yang ditulis oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha serta diterbitkan di Mesir dan beredar luas di Nusantara melalui Singapura.[3] Majalah Al-Imam didirikan untuk menyebarkan gagasan pembaharuan Islam terutama liberalisme Islam yang dimulai dari Timur Tengah ke wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapura.[4]

Penyuntingan dan isi

[sunting | sunting sumber]
Tahir Jalaluddin, penyunting edisi pertama untuk majalah Al-Imam.

Penyuntingan atas isi majalah Al-Imam dilakukan pertama kali oleh Tahir Jalaluddin.[5] Majalah Al-Imam ditulis dalam abjad Jawi dengan tebal sebanyak 32 halaman.[6] Bahasa yang digunakan dalam majalah Al-Imam adalah bahasa Melayu.[7] Ukuran kertas yang digunakan untuk menerbitkan majalah Al-Imam adalah 6,3 × 8,8 inci.[8]

Isi di dalam majalah Al-Imam berupa artikel tentang pengetahuan populer dan komentar atas kejadian-kejadian penting di dunia terutama di Dunia Islam. Di dalam majalah Al-Imam juga dibahas berbagai permasalahan agama Islam. Selain itu, di dalam majalah Al-Imam terdapat pembahasan mengenai perlunya umat Islam yang dalam masa penjajahan untuk memperoleh kemerdekaan dan mendirikan negara sendiri agar dapat bersaing dengan Dunia Barat.[9]

Tulisan dalam Majalah Al-Imam banyak mengutip pendapat dari Muhammad Abduh karena Tahir Jalaluddin terpengaruh oleh pemikiran Muhammad Abduh ketika dirinya bermukim di Makkah sebagai pelajar dan berhubungan langsung dengan Universitas Al-Azhar di Kairo.[10] Selain itu, isi majalah Al-Imam juga mengutip pendapat pembaharuan Islam oleh Rasyid Ridha di dalam majalah Al-Manar yang diterbitkan di Mesir.[11][12]

Penerbitan, penjualan dan pengedaran

[sunting | sunting sumber]

Proses penerbitan majalah Al-Imam dilakukan oleh Muhammad Tahir Jalaluddin bersama dengan Muhammad Salim al-Kalali, Ahmad al-Hadi, dan Abbas Mohammad Taha.[13] Ahmad al-Hadi dan Abbas Mohammad Taha merupakan murid dari Muhammad Tahir Jalaluddin dan Muhammad Salim al-Kalali.[14] Majalah Al-Imam diterbitkan di Singapura.[15] Dukungan keuangan untuk penerbitan majalah Al-Imam diperoleh dari seorang sahabat Muhammad Tahir Jalaluddin yang merupakan orang Arab kaya dari Timur Tengah.[16]

Majalah Al-Imam diterbitkan sebagai majalah bulanan.[8] Edisi pertama dari majalah Al-Imam diterbitkan pada tanggal 23 Juli 1906 di Singapura.[17][18] Satu eksemplar dari tiap edisi majalah Al-Imam dijual di Negeri-Negeri Selat dengan harga 25 sen Dolar Selat.[8] Setiap edisi dari majalah Al-Imam disebarluaskan di Singapura dan Minangkabau.[19] Di Minangkabau, majalah Al-Imam menjadi salah satu bacaan bagi para ulama selama masa penerbitannya.[20] Majalah Al-Imam juga disebarluaskan ke Pulau Jawa, Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Di Pulau Jawa, majalah Al-Imam diedarkan di Batavia, Kota Cianjur, Kota Semarang dan Kota Surabaya. Di Pulau Kalimantan, majalah Al-Imam diedarkan di Kota Pontianak dan Kota Sambas. Sedangkan di Pulau Sulawesi, Majalah Al-Imam hanya diedarkan di Kota Makassar.[9]

Pengaruh penting

[sunting | sunting sumber]

Majalah Al-Imam merupakan majalah pelopor pertama bagi pembaharuan Islam di Semenanjung Malaya dan Indonesia.[21] Dalam tulisan-tulisan majalah Al-Imam, terdapat anjuran untuk para pembacanya agar menggunakan akal dan menolak taklid atau hanya menerima pendapat suatu mazhab tertentu saja.[22] Selain itu, majalah Al-Imam juga menjadi majalah reformisme dan modernisme pertama di Singapura.[23] Pada tahun 1906, wilayah Singapura dan Malaysia merupakan jajahan Inggris, sedangkan Indonesia masih bernama Hindia Belanda dan merupakan jajahan Belanda. Perintisan Majalah Al-Imam yang berasaskan Islam bertujuan sebagai dakwah sekaligus upaya untuk mengakhiri penjajahan dan membentuk sebuah bangsa yaitu bangsa Melayu.[24]

Majalah Al-Imam juga berperan penting dalam mengenalkan mengenai kemajuan peradaban Jepang kepada penduduk di Semenanjung Melayu. Terbitan pertama dari majalah Al-Imam telah berusaha memberikan pandangan mengenai dampak politik yang terjadi jika orang Jepang menjadi penganut Kekristenan atau penganut Islam.[8] Majalah Al-Imam berisi anjuran kepada orang Jepang untuk menjadi penganut Islam. Anjuran ini diberikan dengan mengenalkan peradaban Islam yang hanya mencegah kerusakan dan memerintahkan kebaikan berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah dalam tulisan-tulisan majalah Al-Imam.[25]

Pelarangan terbit

[sunting | sunting sumber]

Periode penerbitan majalah Al-Imam hanya berlangsung selama 3 tahun.[26] Penerbitan majalah Al-Imam dihentikan pada tahun 1908 karena adanya larangan penerbitan oleh Pemerintah Kolonial Inggris di Singapura.[27][19] Edisi terakhir dari majalah Al-Imam diterbitkan pada tanggal 22 Juli 1908 setebal 32 halaman.[6] Jumlah edisi majalah Al-Imam yang berhasil diterbitkan sebanyak 31 edisi.[8]

Penerus pemikiran

[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1906, gagasan reformisme dan modernisme yang disampaikan dalam majalah Al-Imam telah memengaruhi para pemuda muslim di wilayah Sumatera Barat dan mendapat dukungan dari kalangan priayi untuk penyebarluasan gagasannya.[28]

Penerbitan majalah Al-Imam merintis budaya Islam yang baru bagi umat Islam di Semenanjung Melayu dan Hindia Belanda yaitu budaya cetak sekaligus mengawali pembentukan media massa Islam lainnya di Indonesia.[24] Setelah penghentian penerbitan majalah Al-Imam, majalah Al-Munir mulai diterbitkan di Sumatera Barat pada tahun 1911.[29] Majalah Al-Munir merupakan penerus pandangan pembaruan Islam dari majalah Al-Imam.[30] Perintis tunggal untuk penerbitan majalah Al-Munir ialah Abdullah Ahmad.[29] Ia sebelumnya merupakan koresponden sekaligus perwakilan dari majalah Al-Imam di Kota Padang Panjang yang telah mempelajari manajemen penerbitan majalah di Singapura pada tahun 1908.[31][29] Semboyan dan gaya penulisan pada majalah Al-Munir dibuat mirip dengan majalah Al-Imam. Penerbitan majalah Al-Munir berlangsung hingga tahun 1918.[29]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Ali, Fachry (2005). "Hamka dan Masyarakat Islam Indonesia: Catatan Pendahuluan Riwayat dan Perjuangan". Dalam Bashri, Y., dan Suffatni, R. (ed.). Sejarah Tokoh Bangsa. Bantul: Pustaka Tokoh Bangsa. hlm. 383. ISBN 978-979-3381-77-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Bahaf, Muhamad Afif (Februari 2015). Dzawafi, Agus Ali (ed.). Islam Liberal Indonesia: Sejarah dan Konsepsi. Kota Serang: Penerbit A-Empat. hlm. 37. ISBN 978-602-72189-3-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Rush, James R. (Juli 2018). Adicerita Hamka: Visi Islam Sang Penulis Besar untuk Indonesia Modern [Hamka's Great Story: A Master Writer's Vision of Islam for Modern Indonesia]. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 53. ISBN 978-602-03-6114-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Nurhayati, S., Idris, M., dan Burga, M. A. (2020). Burga, Muhammad Alqadri (ed.). Muhammadiyah dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, dan Sistem Nilai. Yogyakarta: TrustMedia Publishing. hlm. 137–138. ISBN 978-602-5599-11-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. Saifullah dan Yulika, F. (2017). Gunawan, Anggun (ed.). Pertautan Budaya - Sejarah Minangkabau & Negeri Sembilan. Kota Padang Panjang: Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. hlm. 107. ISBN 978-602-50846-6-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Mahayana, Maman S. (2001). Latifah dan Wangsitalaja, A. (ed.). Akar Melayu: Sistem Sastra & Konflik Ideologi di Indonesia & Malaysia. Magelang: IndonesiaTera. hlm. 64. ISBN 979-9375-29-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Maarif, Ahmad Syafii (Juni 2009). Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah. Kota Bandung: Penerbit Mizan & Maarif Institute for Culture and Humanity. hlm. 96. ISBN 978-979-433-556-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. 1 2 3 4 5 Iqbal, Hussin dan Seman 2019, hlm. 9.
  9. 1 2 Abidin, Mas'oed (2016). Gunawan, Anggun (ed.). Halakah Surau. Magelang: Gre Publishing. hlm. 21. ISBN 978-602-7677-88-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Daulay, Haidar Putra (April 2018). Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana. hlm. 44. ISBN 978-979-1486-02-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. Aziz, Moh. Ali (Maret 2024). Ilmu Dakwah Edisi Revisi. Jakarta: Kencana. hlm. 78. ISBN 978-979-3465-59-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. Surya, L., dan Kholik, N. (Februari 2020). Khomaeny, Elfan Fanhas Fatwa (ed.). Manifesto Modernisasi Pendidikan Islam: Ulasan Pemikiran Soekarno. Tasikmalaya: Edu Publisher. hlm. 44–45. ISBN 978-623-7640-18-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. Melebek, A. R., dan Moain, A. J. (2006). Sejarah Bahasa Melayu (dalam bahasa Melayu). Utusan Publications & Distributors. hlm. 84. ISBN 967-61--1809-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. Hamka (Mei 2018). Achdiat, Kukuh (ed.). Kenang-Kenangan Hidup. Depok: Gema Insani. hlm. 236. ISBN 978-602-250-743-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Pusat Data dan Analisa Tempo (2019). Perkembangan dan Pengakuan Muhammadiyah di Indonesia Jilid II. Tempo Publishing. hlm. 64. ISBN 978-623-344-367-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. Hakiem, Lukman (Juli 2018). Artawijaya (ed.). Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim Mengawal NKRI. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 3. ISBN 978-979-592-803-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. Tabroni, Roni (Januari 2022). Islam dan Media: Mediasi Agama dalam Ruang Publik. Kota Malang: CV Literasi Nusantara Abadi. hlm. 15. ISBN 978-623-329-674-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. Rahzen, T., dkk. (2007). Seabad Pers Kebangsaan, 1907-2007. Jakarta: I:Boekoe. hlm. 66. ISBN 978-979-1436-02-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. 1 2 Nofa, Yosi (Januari 2022). El-Badri, Muhammad Yusuf (ed.). Haji Abdul Latif Syakur: Pemikiran, Wacana dan Gerakan Pembaharuan Islam Abad XX. Sakata Cendekia. hlm. 10. ISBN 9786025809194. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  20. Maulana, Yusuf (Juni 2020). Maulana, Yusuf (ed.). Abduh atau Wahhabi? Jejak Pembaruan Pemikiran Islam di Nusantara. Sleman: Gaza Library Publishing. hlm. 107. ISBN 978-623-92877-5-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. Hamka (April 2020). Mardiati (ed.). Ayahku. Depok: Gema Insani. hlm. xiv. ISBN 978-602-250-701-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  22. Putuhena, M. Shaleh (2012). Fathorrahman dan Mustari (ed.). Historiografi Haji Indonesia. Bantul: LKiS Yogyakarta. hlm. 382. ISBN 978-979-2552-64-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  23. Latif, Yudi (2020). Tarigan, Andi (ed.). Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi, dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 116. ISBN 978-602-06-4720-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  24. 1 2 Nadie, Lahyanto (November 2018). Nurdiarsih, Fadjriah (ed.). Media Massa dan Pasar Modal: Strategi Komunikasi bagi Perusahaan Go Public. Jakarta Selatan: Media Center. hlm. 50. ISBN 978-602-573-506-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  25. Iqbal, Hussin dan Seman 2019, hlm. 9-10.
  26. Rakhmad, Hadi Nur (Desember 2021). Pemikiran Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) tentang Pendidikan Islam. Guepedia. hlm. 28. ISBN 978-623-5616-34-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  27. Abdullah, Abdul Rahman Haji (Mei 1997). Haikal, H., dan Firmansyah, J. (ed.). Pemikiran Islam di Malaysia: Sejarah dan Aliran. Jakarta: Gema Insani Press. hlm. 211–212. ISBN 979-561-430-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  28. Latif, Yudi (September 2005). Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad ke-20. Bandung: PT Mizan Pustaka. hlm. 181. ISBN 979-433-400-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  29. 1 2 3 4 Burhanudin, Jajat (Maret 2017). Islam dalam Arus Sejarah Indonesia. Jakarta: Kencana. hlm. 386. ISBN 978-602-422=533=9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  30. Darwis, Yuliandre (2013). Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau, 1859-1945. Jakarta Pusat: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 139. ISBN 978-979-22-9940-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  31. Mu'arif (November 2020). Elga, A. Yusrianto (ed.). Covering Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemajuan dalam Sorotan Media Massa pada Zaman Kolonial Belanda. Covering Muhammadiyah: Gerakan Islam Berkemajuan dalam Sorotan Media Massa pada Zaman Kolonial Belanda: IRCiSoD. hlm. 22. ISBN 978-623-6699-11-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]