Akustik ruang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Akustik ruang pada teater

Akustik ruang adalah bagian dari ilmu akustika yang membahas tentang pengendalian ragam bunyi yang dihasilkan dalam suatu ruang.[1] Permasalahan utama yang diselesaikan dalam akustik ruang meliputi kebisingan, getaran dan bahan bangunan peredam suara.[2] Acuan utama dalam merancang akustik ruang yaitu waktu dengung.[3] Akustik ruang menentukan tingkat kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan yang berkaitan dengan bunyi.[4] Penerapan akustik ruang dilakukan pada beragam jenis ruangan.[5]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Akustik ruang dapat mempengaruhi kenyamanan tubuh maupun kejiwaan kepada pengguna suatu bangunan yang berkaitan dengan bunyi. Manusia memiliki telinga yang sangat peka terhadap suara atau bunyi. Akustik ruang yang sesuai dengan batas ambang kebisingan dalam ruang dapat membuat pekerjaan tetap berlangsung tanpa gangguan.[4]

Penerapan[sunting | sunting sumber]

Ruang kelas[sunting | sunting sumber]

Kualitas akustik ruang mempengaruhi kualitas ruang kelas sebagai tempat penyampaian informasi. Akustik ruang dapat membantu mengatasi kesulitan mendengar, berbicara, berbahasa dan memahami materi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Akustik ruang dapat mengatasi kebisingan yang ditimbulkan oleh pantulan suara di dalam kelas, suara dari ruangan yang bersebelahan, suara dari koridor dan suara dari jalan raya.[6]

Ruang masjid[sunting | sunting sumber]

Kegiatan yang umum dilakukan di dalam ruang masjid yaitu salat, khotbah, dan mengaji. Ketiganya dapat dilakukan secara terpisah atau bersamaan dalam satu waktu. Akustik ruang diterapkan agar kegiatan-kegiatan ini menghasilkan suara yang terdengar jelas oleh setiap jemaah yang ada di seluruh ruangan.[7] Pantulan suara di dalam ruang masjid menghasilkan kebisingan yang dipengaruhi oleh bentuk geometri ruang, dimensi, volume dan bahan permukaan ruang. Dalam akustik ruang, bentuk persegi menjadi bentuk geometri terbaik untuk masjid karena menghasilkan penyebaran bunyi yang merata. Bentuk geometri yang terburuk yaitu segi delapan, karena menghasilkan interferensi gelombang bunyi di bagian tengah dan beberapa sisi ruangan serta saling menguatkan satu sama lain.[8]

Ruang serbaguna[sunting | sunting sumber]

Ruang serbaguna umumnya digunakan untuk kegiatan wicara dan musik. Kedua kegiatan ini mengandalkan akustik ruang untuk menyampaikan pesan melalui suara. Pesyaratan akustik ruangnya berbeda-beda, tetapi perhitungan waktu dengung menjadi hal yang paling penting untuk diketahui.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Imran dan Demak 2018, hlm. 71.
  2. ^ Kaharuddin dan Kusumawanto, A. (Januari 2011). "Rekayasa Material Akustik dalam Desain Bangunan (Studi Kasus: Rumah Tinggal Sekitar Bandara Adisutjipto Yogyakarta)". Forum Teknik. 34 (1): 9. ISSN 0216-7565. 
  3. ^ Syamsiyah, Utami, dan Dharoko 2014, hlm. 69.
  4. ^ a b Imran dan Demak 2018, hlm. 69.
  5. ^ Indrani dan Tansajaya 2011, hlm. 14.
  6. ^ Ulvariandani, Suwandi, dan Prawirasasra. M.S. (Maret 2018). "Evaluasi dan Peningkatan Performansi pada Akustik Ruang Kelas (Studi Kasus: Ruang P402 Gedung Deli Universitas Telkom)" (PDF). E-Proceeding of Engineering. 5 (1): 862. ISSN 2355-9365. 
  7. ^ Syamsiyah, Utami, dan Dharoko 2014, hlm. 66.
  8. ^ Dewi, Nur Utami Isyana (Juli 2019). "Kualitas Akustik Ruang Utama Masjid Siti Aisyah Surakarta". Sinektika. 16 (2): 76. doi:10.23917/sinektika.v16i2.10592. ISSN 2714-6251. 
  9. ^ Indrani dan Tansajaya 2011, hlm. 13.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]