Aksara Malesung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Aksara Malesung
{{{caption}}}
Bahasa Minahasa
Minahasa
Malesung
Minahasa Kuna
Periode sejak sekitar abad ke-2 M hingga ke-7 M
Status Tidak digunakan lagi
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Hieroglif dengan Demotic, maka silsilahnya sebagai berikut:
Abjad Proto-Sinaitik
Aksara kerabat Demotic
Aksara Paku
Perhatian: Halaman ini mungkin memuat simbol-simbol fonetis IPA menggunakan Unicode.
604pxHuruf: image/jpeg

Malesung adalah aksara tradisional masyarakat Minahasa Kuno yang tidak ada yang menggunakannya lagi. Bentuk aksara Malesung atau Aksara Watugirot menurut budayawan Paulus Lumoindong (alm) berasal dari serumpun dengan aksara Filipina. Huruf Malesung ini hanya dipakai untuk menulis keputusan penting pemerintahan, keagamaan dan kemasyarakatan. Naskah ditulis pada batu watu menggunakan besi atau pahat batu/besi. Lihat Buku Aksara Malesung oleh David DS Lumoindong. (Aksara Malesung) kini hanya tersisa pada beberapa peninggalan Prasasti di antaranya prasasti Watu Pinawetengan, Watu Rerumeran, Watu Tiwa, kayu dan juga batu lainnya.

Prasasti Pinawetengan ditemukan dari galian pada tahun 1888 di desa Pinawetengan (Tompaso), Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Penanggalan musyawarah tersebut masih diperkirakan antara abad 4 sedangkan menurut Riedel abad 7 tahun 670 Masehi, berdasarkan perhitungan silsilah. Prasasti ini menggunakan bahasa Minahasa Kuno meskipun huruf-huruf yang digunakan hiroglif belum ada yang mengetahui secara jelas, hanya syair kuno dan penjelasan turun temurun yang dipegang dipercaya sebagai Prasasti Musyawarah Leluhur untuk Pengaturan sistem pemerintahan dan Pembagian wilayah.

Huruf

Prasasti ini berbeda dengan prasasti lainnya di nusantara (Indonesia) yang menggunakan huruf Kawi yang masih terpelihara bukti-buktinya, sehingga mudah dipelajari. Hurufnya sangat berbeda apabila dibandingkan dengan prasasrti dari Jawa pada semasanya. Huruf ini sudah tidak dikenal. Huruf-huruf pada Pinawetengan ditatah pada batu langsung, seperti di Jawa ditulis tetapi bukan huruf Pallawa, Kawi dan sebagainya, kemungkinan besar huruf ini lebih tua dari huruf Kawi, Pallawa dan lainnya, karena masih berbentuk gambar (hieroglif) sama dengan huruf Mesir Kuno. Hieroglif adalah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir Kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Melihat jenis huruf maka diperkirakan digunakan sebelum Masehi dan kemungkinan hilang atau mulai jarang digunakan sekitar abad 9. Prasasti Pinawetengan bisa saja lebih tua dari Prasasti Mulawarman dan Purnawarman (Saekitar Abad 2 Masehi - Abad 5 Masehi)Menurut para ahli Prasasti Pinawetengan adalah peninggalan Megalit jadi sebelum kebudayaan Hindu Budha masuk Indonesia (Hindu sekitar tahun 400 M) demikian menurut David DS Lumoindong dalam buku "Aksara Malesung" (Aksara Kuno Minahasa). Ini peninggalan leluhur yang seharusnya menjadi kebanggaan bagi indonesia dan menjadi tantangan bagi para pakar arkeologi dunia, hanya saja anggaran pemerintah pusat belum secara khusus diarahkan untuk menjadi pusat riset Indonesia. Ini Aksara dan Prasasti Republik tua di dunia, deklarasi negara Demokrasi tertua di Asia mungkin juga di dunia demikian kata David DS Lumoindong dalam bukunya Indonesia Negara Republik yang memiliki prasasti deklarasi republik tertua di dunia. Sehingga akhirnya dunia belajar demokrasi ke Indonesia. Pinawetengan adalah merupakan aset dunia yang seharusnya dilindungi PBB.

Isi prasasti ini mengenai pernyataan Perdamaian, Deklarasi Penggunaan Sistem Demokrasi dalam Pemerintahan negara Republik Kuno, Pembagian Wilayah, Kebebasan Hak Asasi, Otonomi dan Hak Merdeka Berdiri Sendiri.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Indonesia) [1] aksara di kain pinawetengan
  • (Indonesia) Milis aksara-nusantara sebagai ruang virtual komunikasi.
  • (Indonesia) [2]
  • (Indonesia) Malesung Aksara Malesung di minahasanet
  • (Indonesia) [3] situs DavidLumoindong, Aksara Kuno