Aisjah Girindra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Prof. Dr. drh. Hj. Aisjah Girindra
Aisjah Girindra.jpg
Lahir7 Oktober 1935 (umur 84)
Bendera Belanda Bukittinggi, Hindia Belanda
Meninggal7 September 2018(2018-09-07) (umur 82)
Bogor
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Indonesia
Institut Pertanian Bogor
PekerjaanDosen
Suami/istridrh. I Gusti Nyoman Girindra
Orang tuaOemar Ali Sidi Maharaja
Siti Marhamah

Aisjah Girindra (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 7 Oktober 1935 – meninggal di Bogor, Jawa Barat, 7 September 2018 pada umur 82 tahun) adalah seorang guru besar biokimia dan pakar makanan halal asal Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia dan Presiden Dewan Halal Dunia (World Halal Council).[1]

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Aisjah lahir dari pasangan Oemar Ali Sidi Maharaja dan Siti Marhamah yang berasal dari Minangkabau. Pada tahun 1952, ia pergi merantau ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di SMA Budi Utomo. Tak lama kemudian ia mengikuti kakaknya di Bogor dan menamatkan SMA di sana. Setamat SMA ia melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Indonesia, Bogor hingga menamatkannya pada tahun 1962.

Setelah itu Aisjah langsung mengabdi di almamaternya. Tahun 1973 ia berhasil memperoleh gelar Doktor Biokimia Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan disertasi berjudul "Faktor anti-Triptik Kedelai". Gelar ini sekaligus juga menjadikannya sebagai doktor wanita pertama di Program Pasca-Sarjana IPB.[2]

Di IPB, Aisjah menjabat sebagai Ketua Jurusan Kimia FMIPA IPB, serta merintis terbentuknya Program Studi Biokimia Jurusan Kimia FMIPA IPB dan Program Studi Bioteknologi Program Pasca Sarjana IPB. Di dua program studi tersebut, ia ditunjuk sebagai pemimpinnya.

Tanggal 1 Desember 1993, Prof. Dr. Aisjah Girindra diangkat sebagai Direktur LPPOM MUI menggantikan Dr. Amin Azis, setelah sebelumnya menjabat sebagai tenaga ahli di MUI. Dalam memimpin LPOM dan melakukan proses sertifikasi halal, ia banyak melibatkan tenaga ahli seperti dari bidang biokimia, dokter hewan, teknologi pangan, teknologi industri, dan ahli pertanian. Banyaknya pihak yang terlibat dalam proses penentuan kehalalan suatu produk, maka LPPOM dikenal sebagai salah satu lembaga yang paling ketat di dunia dalam mengeluarkan sertifikasi halal. Sebagai Direktur LPPOM, Aisjah sering menjadi pembicara di acara seminar yang membahas sertifikasi halal.

Pada tahun 1999 ia mendirikan Dewan Halal Dunia, sekaligus sebagai Presiden pertama lembaga tersebut. Dewan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih mendalam serta menghasilkan suatu standar baku dalam proses audit kehalalan sebuah produk.[1]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]