Air suling

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Botol untuk air suling pada Real Farmacia di Madrid.

Air suling adalah air yang berasal dari proses distilasi (penyulingan).[1]

Alternatif[sunting | sunting sumber]

Air suling dengan tingkat kemurnian tinggi (ultrapure distilled water) dapat diperoleh dengan melakukan penyulingan ulang air suling biasa.[1] Kemudian air hasil penyulingan kedua kali tersebut dialirkan melalui sistem saringan dengan karbon aktif dan tabung deionisasi.[1]

Aplikasi[sunting | sunting sumber]

Air suling dapat dimanfaatkan sebagai larutan elektrolit untuk mengisi tabung elektroliser.[2] Larutan ini akan dicampur sodium bikarbonat (NaOH).[2] Volume air suling yang digunakan tergantung pada volume tabung yang digunakan.[2] Air mineral juga dapat digunakan sebagai pengganti air suling, namun hal ini akan membuat risiko rusaknya elektroda semakin tinggi.[2] Hal ini disebabkan kandungan logam dan mineral dalam air mineral masih cukup tinggi.[2]

Air suling juga digunakan untuk membilas berbagai peralatan untuk analisis laboratorium.[1]

Pada budidaya ikan cupang, kesadahan air tidak boleh melewati ambang batas tertentu.[3] Untuk menurunkan kesadahan, dapat digunakan air suling yang merupakan H2O murni sebagai salah satu alternatif penurun kesadahan.[3]

Dalam bidang kultur jaringan, air suling dapat digunakan untuk melarutkan zat hara.[4] Air suling juga digunakan untuk membilas eksplan ketika melakukan sterilisasi eksplan, namun air suling perlu disterilkan terlebih dahulu dengan autoklaf 30 menit.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Hadi A. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta : Gramedia.
  2. ^ a b c d e Sudirman U. 2008. Hemat BBM dengan Air. Jakarta : Kawan Pustaka.
  3. ^ a b Atmadjaja J. 2009. Cupang. Jakarta : Penebar Swadaya.
  4. ^ a b Sandra E. 2009. Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga. Jakarta : AgroMedia Pustaka.