Ahmad Syakir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ahmad Syakir
Lahir1309 H/1892 M
Kairo, Mesir
Meninggal1377 H/1958 M
Riyadh
EraEra modern
AliranAhlus Sunnah (Sunni)

Syaikh Ahmad bin Muhammad Syakir atau lebih dikenal dengan Syaikh Ahmad Syakir, adalah ulama ahli hadits terkemuka yang berasal dari Mesir. Lahir pada tahun 1309 H di Kairo, Mesir. Syaikh Ahmad Syakir memiliki nasab yang bersambung hingga sampai kepada seorang Shahabat Rasulullah yang terkenal, yaitu Ali bin Abi Thalib. Syaikh Ahmad Syakir merupakan salah seorang di antara 2 ulama hadits paling berpengaruh pada abad ke-20 bersama dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, dan banyak dijadikan rujukan oleh ulama-ulama dimasa kini. Wafat pada tahun 1377 H.

Riwayat Ilmiah[sunting | sunting sumber]

Syaikh Ahmad Syakir mulai menjadi seorang penuntut ilmu sejak usianya masih sangat belia. Ayah dialah yang menjadi guru pertama dia. Ketika ayahnya yang sebelumnya adalah kepala hakim di Sudan kemudian pindah ke kota Iskandariyah (Alexandria), Syaikh Ahmad Syakir pun juga turut serta. Dia pun kemudian tumbuh terbimbing di lingkungan ulama. Di antara ulama tersebut adalah Syaikh Abdussalam al-Faqi, dimana dia belajar syair dan sastra Arab dari Syaikh Abdussalam al-Faqi. Waktu itu usia dia belumlah sampai 20 tahun, akan tetapi dia telah bersemangat untuk mempelajari ilmu hadits.

Ketika ayahnya diangkat menjadi wakil rektor Universitas Al-Azhar, Syaikh Ahmad Syakir juga ikut belajar di Universitas tersebut. Disana dia belajar dari beberapa orang ulama, di antaranya: Syaikh Ahmad asy-Syinqithi, Syaikh Syakir al-Iraqi, dan Syaikh Jamaluddin al-Qasimi. Menurut kesaksian Syaikh Muhammad Hamid al-Faqi (salah seorang sahabat Syaikh Ahmad Syakir), Syaikh Ahmad Syakir terkenal memiliki kesabaran yang begitu tinggi. Hapalannya pun terkenal sangat kuat. Dia juga memiliki kemampuan tinggi dalam memahami hadits dan bagus mengungkapkannya dengan nash maupun akal (ketika melawan orang-orang liberalis dan ahli kalam).

Sebagaimana prinsip para ahli hadits, Syaikh Ahmad Syakir sangat anti terhadap metode taklid. Syaikh Ahmad Syakir telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia Islam kontemporer. Dia telah memberikan banyak sumbangan berupa karya-karya monumental atas penelitiannya pada kitab-kitab hadits ulama sebelumnya.

Karya-karya[sunting | sunting sumber]