Agus Mustofa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
BIOGRAFI
Panggilan Pak AM
Pekerjaan Penulis Buku
Dikenal Inisiator Diskusi Tasawuf Modern, Inisiator Hisab Astrofotografi Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Agama Islam
Lahir Malang, 16 Agustus 1963
Pendidikan Teknik Nuklir Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Istri Anna Ratnawati
Anak Citra Puspita Dini, Bara Ilmika, Oka Rimba, Nindya Suksma Saksita
DAKWAH
Youtube Agus Mustofa
Facebook Diskusi Tasawuf Modern
Instagram @agusmustofa63

Agus Mustofa atau kerap dipanggil "Pak AM" adalah seorang penulis puluhan buku serial Diskusi Tasawuf Modern yang diterbitkan oleh Padma Press. Pria asal Surabaya, Jawa Timur ini dikenal dengan pemikirannya yang tidak biasa karena memadupadankan kedalaman ilmu Tasawuf dengan pengetahuan Sains. Beberapa buku yang kental dengan peleburan dua ranah berbeda ini di antaranya adalah "Islam Digital: Smart Thinking & Anti-Hoax", "Wormhole: Jalan Pintas Menuju Surga", "Energi Dzikir Alam Bawah Sadar" dan "Pusaran Energi Kakbah". Pada 2010 ia juga sempat merantau ke Mesir selama setahun dan menelurkan sebuah buku yang cukup kaya dengan peleburan unsur Tasawuf, Jurnalistik, serta Sejarah di berbagai wilayah negara Piramida itu dengan judul "Ekspedisi Sungai Nil".

Pada 2013 dan 2014, di Indonesia sempat terjadi perdebatan dalam menentukan tanggal 1 Ramadhan disebabkan hilal sangat tipis dan sukar terlihat oleh mata telanjang. Pak AM pun menyumbangkan pemikirannya melalui buku "Jangan Asal Ikut-ikutan Hisab & Rukyat" pada tahun 2013 untuk memberikan solusi pada umat. Tidak hanya melalui tulisan, ia membentuk komunitas pemotretan benda langit atau disebut Astrofotografi dan mengajak seorang astronom asal Prancis Thierry Legault untuk memberi pelatihan pada para anggota komunitas. Ia juga menggalang dana untuk membeli dua puluh kamera Astrofotografi. Selama setahun, para anggota komunitas terus melakukan workshop dan berlatih untuk penentuan 1 Ramadhan pada 2014 dan menuliskan seluruh perjuangan bersama komunitas Astrofotografi dalam buku "Mengintip Bulan Sabit Sebelum Maghrib".

Pria yang terlahir di Malang, 16 Agustus 1963 ini sejak kecil telah diperkenalkan dengan filosofi ilmu Tasawuf oleh ayahnya, Syekh Djafrie Karim, seorang tarekat aktif yang pernah menduduki Dewan Pembina Partai Tarekat Islam Indonesia pada zaman presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno. Setelah menempuh pendidikan formal negeri hingga SMA, pada 1982 ia meninggalkan kota Malang, Jawa Timur, untuk menuntut ilmu di Fakultas Teknik, jurusan Teknik Nuklir, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selama di Kota Pendidikan itu dirinya kerap melakukan diskusi bersama sejumlah ilmuwan muslim berpemikiran kontemporer. Beberapa di antaranya adalah Prof. Ahmad Baiquni dan Ir. Sahirul Alim M.Sc, yang juga menjadi pengajar di sejumlah mata kuliahnya. Dari sinilah benih aliran ‘Tasawuf Modern’ a la Agus Mustofa tumbuh dan berkembang.

Menjadi wartawan di perusahaan media massa berbasis kertas Jawa Pos pada tahun 1990 usai memperoleh gelar insinyur, Agus Mustofa kenyang dengan ilmu kepenulisan dan jurnalistik selama 13 tahun. Pria yang identik dengan peci ekor kuda itu pun sempat menggeluti dunia televisi lokal milik Jawa Pos berposisi sebagai General Manager. Walau menekuni dunia jurnalistik, Agus Mustofa tetap mengisi ceramah di sejumlah masjid untuk menuangkan pemikiran keislamannya. Menginjak tahun 2003, idealisme Tasawuf arek Malang yang dikaruniai empat anak itu dituangkannya dalam buku seri pertama Diskusi Tasawuf Modern berjudul "Pusaran Energi Ka'bah". Sejak saat itu Agus Mustofa rutin menelurkan seri-seri berikutnya nyaris tiga bulan sekali. Dirinya pun tetap terlihat aktif melakukan syiar di berbagai ruang diskusi agama Islam seperti masjid, kampus, komunitas, serta berbagai instansi dan perusahaan. Selain itu, Agus Mustofa juga aktif menyebarkan dakwah di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Youtube.


Karya Tulis[sunting | sunting sumber]

No Buku Serial Diskusi Tasawuf Modern (DTM)
1. Pusaran Energi Ka'bah
2. Ternyata Akhirat Tidak Kekal
3. Terpesona di Sidratul Muntaha
4. Untuk Apa Berpuasa
5. Menyelam ke Samudera Jiwa & Ruh
6. Bersatu Dengan Allah
7. Mengubah Takdir
8. Tahajud Siang Hari Dzuhur Malam Hari
9. Dzikir Tauhid
10. Membonsai Islam
11. Menghindari Abad Bencana
12. Tak Ada Azab Kubur
13 Puyeng Karena Poligami
14. Ternyata Adam Dilahirkan
15. Adam Tak Diusir dari Surga
16. Bersyhadat Dalam Rahim
17. Melawan Kematian
18. Metamorfosis Sang Nabi
19. Memahami Al Qur'an Dengan Metode Puzzle
20. Beragama Dengan Akal Sehat
21. Membongkar Tiga Rahasia
22. Heboh Spare Part Manusia
23. Berdoa Atau Menyuruh Tuhan
24. Menjadi Haji Tanpa Berhaji
25. Membela Allah
26. Khusyuk Berbisik-bisik Dengan Allah
27. Perlukah Negara Islam
28. Salah Kaprah Dalam Beragama Islam
29. Mitos & Anekdot Di Skitar Umat Islam
30. Makrifat Di Padang Arafah
31. Lorong Sakaratul Maut
32. Energi Dzikir Alam Bawah Sadar
33. Sang Pengantin & Generasi Cinta
34. Mengarungi Arsy Allah
35. Ibrahim Pernah Atheis
36. Jangan Asal Ikut-ikutan HISAB & RUKYAT
37. Menjawab Tudingan Kesalahan Saintifik Al Qur'an.
38. Pasukan Iblis vs Barisan Malaikat.
39. Mengintip Bulan Sabit Sebelum Maghrib
40. Segalanya Satu
41. WORMHOLE: Jalan Pintas Menuju Surga
42. Jejak Sang NYAWA
43. TUHAN, Laki-laki Ataukah Perempuan.
44. Memilih Pemimpin
45. Berburu Malam Seribu Bulan.
46. ISLAM DIGITAL: Smart Thinking & Anti Hoax
47. Riba vs Sedekah: Mengungkap Konspirasi Kapitalisme Dunia


No. Non Serial DTM
1. Ekspedisi Sungai Nil
2. Makrifat Diri
3. Makrifat Ilahi
4. Ngaji Online
5. Adakah Reinkarnasi Dalam Islam
6. Mencegat Lailatul Qodar
7. Atheis vs Tasawuf Modern
8. Ketika Sang Atheis Bertanya Tentang Ruh
9. Sang Atheis Pun Menerima Konsep Takdir
10 Ternyata Akhirat Masih Tidak Kekal
11. TAFAKUR
12. Al Qur'an Inspirasi Sains
13. Indonesia Butuh Nuklir
14. Nuklir di Indonesia dalam Skema Perang Energi Dunia


Daftar Video Kajian Tasawuf[sunting | sunting sumber]

No. Judul Kajian Tasawuf Modern
1. Mengenal Allah Lebih Dekat - Melalui Diri Sendiri
2. Membedah Fenomena Kesadaran
3. Meningkatkan Kualitas Jiwa
4. Untuk Apa Berpuasa
5. Mencegat Lailatul Qadar
6. Memaknai Pengorbanan Nabi Ibrahim
7. Mengubah Takdir
8. Membongkar Rahasia Takdir
9. Rahasia Lauh Mahfudz & Sunatullah
10. Muhammad SAW Rasul yg Jenius
11. Jihad Ala Nabi Muhammad
12. Mencegah Trend Atheisme
13. Meniadakan Tuhan, Selain Allah
14. Meniadakan Tuhan, Menghadirkan Allah
15. SinggasanaNya Meliputi Langit dan Bumi
16. Planet Bumi Sang Panggung Kehidupan
17. Ketika Ibrahim Mencari Tuhan di Langit
18. Kiamat Semakin Dekat
19. Kehidupan Sesudah Mati
20. Peristiwa di Sekitas Kematian
21. Kehidupan di Alam Akhirat
22. Berburu kehidupan di Luar Angkasa
23. Isra’ Mi’raj dan Sains Modern
24. Menghidupkan Ramadhan, Menghidupkan AlQuran
25. Puasa sebagai Lifestyle
26. Penciptaan Adam di Planet Bumi
27. Menyelami Makna Keikhlasan
28. Islam dan Kontroversi Rekayasa Genetika
29. Khusyu’ di dalam dan di Luar Sholat
30. Manfaat Waktu Ibadah & Irama Tubuh Manunia
31. Ibadah Lintas Benua
32. Segalanya Satu
33. Wanita Modern di Dalam Islam
34. Islam Digital
35. Solusi beda hari raya, menuju kalender islam dunia.
36. Fenomena Sang Waktu
37. Reinkarnasi dalam Islam
38. Membela Allah
39. Riba vs Sedekah
40. Beragama dengan Akal Sehat
41. Berdoa Ataukah Menyuruh Tuhan
42. Mi'raj Bersama Para Malaikat
43. Makrifat Ramadan


Referensi[sunting | sunting sumber]

Mustofa, Agus. 2018. Islam Digital: Smart Thinking & Anti-Hoax. Surabaya: Padma Press.

Mustofa, Agus. 2014. Mengintip Bulan Sabit Sebelum Maghrib. Surabaya: Padma Press.

Mustofa, Agus. 2010. Ekspedisi Sungai Nil. Surabaya: Padma Press.