Agama damai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Setelah serangan 11 September pada 2001, beberapa orang menyebut Islam sebagai agama damai dalam upaya menjauhkannya dari teroris Islam.

Penggunaan istilah[sunting | sunting sumber]

Pada masa lalu, panggilan "agama damai" ditujukan kepada Kristen.[1]

Pada September 2001, saat serangan 11 September, Presiden AS George W. Bush berkata: "Wajah teror bukanlah kepercayaan Islam yang sebenarnya. Itu semua bukanlah mengenai Islam. Islam itu damai. Para teroris itu tidak mewakili damai. Mereka mewakili kejahatan dan perang."[2] Hal ini mendatangkan kritikan dari beberapa pihak[3] dan jajak pendapat para pemimpin Protestan Evangelikal Amerika Serikat yang dilakukan pada 2002 menyatakan bahwa hanya 10% yang sepakat dengan perkataan Bush bahwa Islam itu damai.[4]

Mahathir bin Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia berkata pada 2002, "Islam, seperti yang kukatakan, adalah sebuah agama damai. Namun sepanjang berabad-abad, tantangan-tantangan dari pengajaran Islam yang sebenarnya terjadi. Sehingga [orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri] "Muslim" membunuh disamping melukai agama mereka yang menentang pembunuhan khususnya orang-orang tak bersalah.[5]

Dalil Boubakeur, mufti Masjid Paris, berkata pada 2006, "Nabi tidak mendirikan sebuah agama teroris, namun agama damai."[6]

Kritikan[sunting | sunting sumber]

Para pengunjuk rasa Muslim membawa tanda-tanda yang bertuliskan "Memenggal semua orang yang menghina Nabi" dan "Orang-orang kita yang telah mati berada di Firdaus. Mati Anda ada di NERAKA!"

Sherman Jackson meyakini bahwa komentar-komentar para politikus Barat tentang Islam adalah agama damai adalah sebuah upaya pembenaran politik. Namun, Jackson menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak menyangkal kekerasan dari Islam, namun lebih kepada keberadaan damai dengan non-Muslim. [7]

Istilah "Agama Damai" digunakan sebagai ejekan oleh para kritikus Islam, seperti komentator sayap kanan Ann Coulter.[8] Filsuf dan penulis Ateis Baru Sam Harris menyatakan, "Posisi komunitas Muslim dalam menghadapi seluruh provokasi terlihat jelas: Islam adalah agama damai, dan jika kamu berkata tidak, mereka akan membunuhmu."[9]

Saat ditanyai oleh para wartawan pada 2005 jika Islam adalah agama damai Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa beberapa unsur Islam dapat dikatakan damai, namun juga memiliki unsur lainnya. [10]

Islamis berpengaruh Sayyid Qutb menyatakan bahwa Islam adalah agama damai dalam esensi yang mewakili seluruh umat manusia kepada Allah.[11]

Pada 13 Mei 2015, Negara Islam Irak dan Syam mengeluarkan sebuah pesan audio dari Abu Bakr al-Baghdadi, yang menyatakan bahwa Islam bukanlah agama damai, namun agama perang. [12]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Defensive War not Inconsistent with a Religion of Peace, a cermon, Seeley, Jackson, & Halliday, 1860, p. 11 Quote: "While however it is manifest and unquestionable that Christianity is emphatically a religion of peace and good will towards men — men of all countries and of all climes — it is assuredly not a religion of absolute and passive non-resistance."
  2. ^ Office of the Press Secretary (2001-09-17). "Islam is Peace" Says President. Siaran pers. Diakses pada 2007-11-22.
  3. ^ Till, Farrell (November 2001). "The Real Culprit". The Skeptical Review. Diakses tanggal 2007-11-22. 
  4. ^ Green, John (2003-04-07). "Evangelical Views of Islam". EPPC and beliefnet. Diakses tanggal 2007-11-22. 
  5. ^ "Islam, Terrorism, and Malaysia's Response (page 2)". Asia Society. 4 February 2002. 
  6. ^ "Prophet cartoons enraging Muslims". International Herald Tribune. 2 February 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 February 2006. Diakses tanggal 2007-11-22. 
  7. ^ Jackson, Sherman (Spring–Summer 2002). "Jihad and the Modern World". Journal of Islamic Law and Culture. Diakses tanggal 2007-11-22. "Religion of peace" does not imply that Islam is a pacifist religion, that it rejects the use of violence altogether, as either a moral or a metaphysical evil. "Religion of peace" connotes, rather, that Islam can countenance a state of permanent, peaceful coexistence with other nations and peoples who are not Muslims...This position, I shall argue, is no more than the result of an objective application of principles of Islamic jurisprudence which no jurist or activist, medieval or modern, has claimed to reject. 
  8. ^ Siddiqi, Imraan (5 June 2003). "Ann Coulter's Foul Mouth: The Blond Hate Machine". Counterpunch. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 June 2003. Diakses tanggal 2007-11-22. Ann on the other hand, apparently missed this Sunday school lesson, and continues to ridicule Islam sarcastically as the "religion of peace" whenever a negative story arises within the Muslim world. 
  9. ^ Harris, Sam (5 May 2008). "Losing Our Spines to Save Our Necks". Huffingtonpost.com. Diakses tanggal 19 March 2011.  (updated 25 May 2011)
  10. ^ "Pope says terror attacks cannot be defined as anti-Christian". Catholic News Agency. 2005-07-25. Diakses tanggal 2016-02-25. I would not like to use big words to apply generic labels. It certainly contains elements that can favor peace, it also has other elements: we must always seek the best elements. 
  11. ^ Qutb, Sayyid. Fiqh al-Da’wah. Fiqh al-Da’wah. IslamQA. hlm. 217–222. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-10-17. Diakses tanggal 2007-11-22. The defeatists should fear Allah lest they distort this religion and cause it to become weak on the basis of the claim that it is a religion of peace. Yes, it is the religion of peace but in the sense of saving all of mankind from worshiping anything other than Allah and submitting all of mankind to the rule of Allah. 
  12. ^ "ISIS Caliph Baghdadi in New Audio Message: 'Islam Was Never a Religion of Peace,' Our Jihad Is 'The War of All Muslims'". The Christian Post. 2015-05-15. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-05-17. Diakses tanggal 2015-05-16. Islam was never a religion of peace. Islam is the religion of fighting. No one should believe that the war that we are waging is the war of the Islamic State. It is the war of all Muslims, but the Islamic State is spearheading it. It is the war of Muslims against infidels. O Muslims, go to war everywhere. It is the duty of every Muslim. 

Buku[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]