Agama Wad’i

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Agama Buddha adalah salah satu dari banyak agama Wad'i di dunia.

Agama Wad'i adalah agama dunia (natural religion) yang tidak bersumber pada wahyu Illahi melainkan hasil ciptaan akal pikiran dan perilaku manusia, oleh karena disebut juga dengan agama budaya atau agama bumi.[1][2] Yang termasuk dalam agama wad’I adalah Hindu (Cuman Mau Ngasih Tau Sebenarnya Sistem Kepercayaan Asli Hindu Adalah Monoteisme, Yang Menyampaikan Adalah Para Resi Yang Mendapat Wahyu Tuhan Yang Disebut Brahman Atau Di Indonesia Disebut Hyang Widhi Wasa. Dan Wahyu Tersebut Di Sampaikan Para Malaikat Tuhan Yang Biasa Disebut Sebagai Deva Atau Dewa, Cuman Seiring Berjalan Waktu Mulai Tumbuh Sistem kepercayaan Yang Lain, Sehingga Hindu Dapat Dikategorikan Sebagai Setengah Agama Samawi Dan Agama Wad'i, Itupun Sesuai Sistem Kepercayaan Nya Bila Monoteisme Maka Agama Samawi Dan Bila Yang Lain Adalah Agama Wad'i) Buddha, Taoisme, Kong Hu Cu (Kung Fu Tse), Shinto dan berbagai aliran keagamanan lainnya.[1][2]

Agama Wad'i lahir dari filsafat masyarakat, baik yang berasal dari para pemimpin masyarakat ataupun dari para pengajar agama yang bersangkutan.[3] Agama ini berkembang pada masyarakat yang memliki tingkat solidaritas mekanik atau pada masyarakat yang masih memeliki pola berpikir yang tradisional.[4]

Ciri-ciri[sunting | sunting sumber]

  1. Konsep ketuhanannya tidak monotheis atau tidak hanya memiliki satu Tuhan.[3]
  2. Tidak disampaikan oleh nabi atau rasul sebagai utusan Tuhan.[3]
  3. Kitab sucinya bukan berdasarkan wahyu Tuhan.[3]
  4. Kebenaran ajaran dasarnya tidak tahan kritik terhadap akal manusia.[3]
  5. Ajaran agama tidak terpisahkan engann adat istiadat dan kebudayaan dari penduduk.[4]
  6. Sesuatu yang disembah adalah dewa-dewi, roh-roh, ataupun kekuatan alam lainnya, seperti api,air,atau Matahari.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Agama dan Budaya". 
  2. ^ a b Triwidiya. "Pengajuan Skripsi" (PDF). 
  3. ^ a b c d e Sutardi, Tedi. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya untuk Kelas XII. PT Grafindo Meia Pratama. 
  4. ^ a b c "Kelas 12 Antropologi Perkembangan Agam dan Kepercayaan di Indonesia". [pranala nonaktif permanen]