Afroze-Numa

Afroze-Numa (Urdu: افروز نما) adalah seorang penggembala asal Pakistan dan termasuk dalam daftar BBC 100 Women 2023. Ia dikenal sebagai salah satu penggembala perempuan terakhir dari komunitas Wakhi, kelompok etnis yang mendiami wilayah pegunungan utara Pakistan. Selama hampir tiga dekade, Afroze-Numa telah menggembalakan kambing, domba, dan yak di padang rumput tinggi yang terpencil, mempertahankan tradisi kuno yang diwariskan turun-temurun.
Kehidupan dan dedikasinya mencerminkan peran penting perempuan dalam menjaga ketahanan budaya dan ekologi di daerah pegunungan. Pengakuannya oleh BBC menyoroti ketekunan serta kontribusinya terhadap pelestarian warisan pastoral Wakhi yang kian langka.[1]
Biografi
[sunting | sunting sumber]
Di Lembah Shimshal, Pakistan, yang terletak di dataran tinggi Gilgit-Baltistan, Afroze-Numa merupakan bagian dari tradisi penggembalaan berusia berabad-abad yang kini perlahan menghilang akibat modernisasi dan perubahan gaya hidup. Ia mempelajari keterampilan menggembala dan mengolah hasil ternak dari ibunya dan nenek-neneknya, yang mewariskan pengetahuan tersebut dari generasi ke generasi perempuan Wakhi.
Setiap tahun, Numa dan para penggembala perempuan lainnya memimpin kawanan kambing, domba, dan yak menuju padang rumput pegunungan setinggi sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut, tempat mereka merawat hewan-hewan itu serta memproduksi mentega, keju, dan yogurt untuk diperdagangkan di pemukiman sekitar.
Pendapatan dari kegiatan ini selama berabad-abad telah berperan penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kemajuan sosial masyarakat Shimshal, termasuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak mereka.[2] Berkat hasil kerjanya, Numa menjadi orang pertama di lembahnya yang memiliki sepasang sepatu, sebuah simbol sederhana dari kesejahteraan dan keteguhan tradisi pastoral Wakhi yang terus ia pertahankan.[1]
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Pada November 2023, BBC memberikan pengakuan atas dedikasi Afroze-Numa terhadap komunitasnya dengan menempatkannya dalam daftar BBC 100 Women. Ia diakui sebagai salah satu dari penggembala perempuan Wakhi terakhir yang masih mempertahankan tradisi pastoral kuno di wilayah pegunungan Pakistan hingga saat ini.
Melalui kehidupannya yang sederhana namun penuh keteguhan, Afroze-Numa dianggap telah menjaga warisan budaya yang berusia berabad-abad serta menunjukkan peran penting perempuan dalam menjaga kelestarian sosial, ekonomi, dan ekologis masyarakat pedesaan. Penghargaan tersebut menyoroti kontribusinya dalam melestarikan identitas budaya serta semangat ketahanan komunitas Wakhi di tengah perubahan zaman.[2][3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Pakistani shepherdess, midwife make it on BBC 100 Women 2023 list". Arab News (dalam bahasa Inggris). 2023-11-21. Diakses tanggal 2025-11-01.
- 1 2 "BBC 100 Women 2023: Who is on the list this year? - BBC News". News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-01.
- ↑ "Two Pakistanis among BBC's 100 inspiring women of 2023". Dunya News (dalam bahasa Inggris). 2023-11-22. Diakses tanggal 2025-11-01.