Afrika Tenggara

Afrika Tenggara[1][2] adalah kawasan Afrika yang merupakan bagian tengah antara Afrika Timur dan Afrika Selatan.[3] Kawasan ini meliputi negara-negara Botswana, Eswatini, Kenya, Lesotho, Malawi,[4] Mozambik,[5][6] Namibia, Rwanda, Afrika Selatan, Tanzania, Uganda,[7] Zambia, dan Zimbabwe[8] di daratan, dengan negara-negara kepulauan Madagaskar, Mauritius, Komoro, dan Seychelles juga termasuk.[5]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Afrika Timur dan Selatan merupakan salah satu wilayah paling awal yang diyakini sebagai tempat tinggal manusia modern (Homo sapiens) dan para pendahulunya. Pada bulan September 2019, para ilmuwan melaporkan penentuan bentuk tengkorak secara virtual menggunakan komputer, berdasarkan 260 pemindaian CT, dari nenek moyang manusia terakhir yang menjadi cikal bakal manusia modern/H. sapiens. Hasil tersebut mewakili bentuk awal manusia modern, dan mereka menyatakan bahwa manusia modern muncul antara 350.000 hingga 260.000 tahun yang lalu melalui penyatuan populasi di Afrika Selatan dan Timur.[9][10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Axworthy, Mary (2004). Sowell, Teri L. (ed.). Asking for Eyes: The Visual Voice of Southeast Africa. University Art Gallery, San Diego State University. ISBN 0-937097-01-2.
- ↑ Wieschhoff, H. A. (2013). The Zimbabwe-Monomotapa Culture in Southeast Africa. Literary Licensing L. L. C. ISBN 978-1-4940-0993-9.
- ↑ Klopper, S.; Conru, K.; Nel, K. (2002). The Art of Southeast Africa: From the Conru Collection. Harry N. Abrams. ISBN 88-7439-001-7.
- ↑ "Malawi", Merriam-Webster, diakses tanggal 29 April 2018
- 1 2 "Bantu Ethnicity in South East Africa: From Kenya to the Southern Tip of Africa". Ancestry.com. Diakses tanggal 29 April 2018.
- ↑ "Mozambique", Merriam-Webster, diakses tanggal 29 April 2018
- ↑ "Tracing African Roots: Exploring the Ethnic Origins of the Afro-Diaspora". Tracing African Roots. 31 January 2016. Diakses tanggal 29 April 2018.
- ↑ Fry, Kathie. "Southeast African Countries". Do It in Africa. Diakses tanggal 19 April 2018.
- ↑ Zimmer, Carl (10 September 2019). "Scientists Find the Skull of Humanity's Ancestor — on a Computer – By comparing fossils and CT scans, researchers say they have reconstructed the skull of the last common forebear of modern humans". The New York Times. Diakses tanggal 10 September 2019.
- ↑ Mounier, Aurélien; Lahr, Marta (2019). "Deciphering African late middle Pleistocene hominin diversity and the origin of our species". Nature Communications. 10 (1): 3406. Bibcode:2019NatCo..10.3406M. doi:10.1038/s41467-019-11213-w. PMC 6736881. PMID 31506422.