Aesculus indica
| Aesculus indica | |
|---|---|
| Aesculus indica di Kebun Botani Kew | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Sapindaceae |
| Genus: | Aesculus |
| Spesies: | A. indica |
| Nama binomial | |
| Aesculus indica | |
| Sinonim[2] | |
|
Pavia indica Wall. ex Cambess. | |
Aesculus indica atau yang dikenal dengan sebutan kastanye kuda india atau kastanye kuda himalaya, merupakan spesies pohon gugur berdaun lebar yang termasuk dalam keluarga Sapindaceae.[3] Di Britania Raya, kultivar "Sydney Pearce'' telah memenangkan Penghargaan Taman Merit dari Royal Horticultural Society.[4]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Aesculus indica merupakan pohon yang dapat tumbuh setinggi 9–12 meter dengan lebar tajuk mencapai sekitar 11–15 meter. Spesies ini mampu bertahan pada suhu rendah hingga −18 °C dan tumbuh baik di zona iklim USDA 7–9.[5] Pohon ini berbunga antara bulan Juni hingga Juli, sedangkan bijinya mulai matang pada Oktober. Bunganya bersifat hermafrodit dan berwarna putih dalam jumlah banyak, biasanya diserbuki oleh lebah selama periode berbunga di bulan Mei dan Juni. Daunnya yang besar, berukuran sekitar 10–20 cm panjang dan 2–6 cm lebar, memberikan nilai estetika tersendiri, sementara pohon yang telah dewasa membentuk kanopi bulat yang rimbun.[6]
Persebaran
[sunting | sunting sumber]Pohon ini banyak ditemukan di wilayah Dataran Tinggi Himalaya, mulai dari Kashmir hingga Nepal bagian barat, pada ketinggian antara 900 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut.[7] Di Kepulauan Inggris, Aesculus indica menjadi tanaman populer yang kerap ditanam di taman dan lahan perkebunan sejak diperkenalkan pada pertengahan abad ke-19. Spesies ini juga telah menyebar ke berbagai wilayah di Amerika Serikat. Namun, kegiatan pengumpulan bijinya secara komersial untuk diolah menjadi tepung diduga telah memengaruhi persebaran alami pohon ini di habitat aslinya.[5]
Kegunaan
[sunting | sunting sumber]Di beberapa wilayah India Utara, daun Aesculus indica dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sementara itu, bijinya dikeringkan dan digiling menjadi tepung pahit yang dikenal sebagai tattawakher. Rasa pahit tersebut berasal dari kandungan saponin, yang biasanya dihilangkan dengan mencuci tepung secara menyeluruh sebelum digunakan. Tepung ini sering dicampur dengan tepung gandum untuk membuat chapati, serta digunakan dalam pembuatan halwa (manisan khas India) atau disajikan sebagai dalia, yaitu bubur yang umum dikonsumsi selama masa puasa. Dalam pengobatan tradisional India, bagian dari pohon ini digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit kulit, rematik, serta berfungsi sebagai zat astringen, bersifat pedas, dan memiliki efek narkotik ringan.[8]
Selain itu, tanaman ini juga dipercaya dapat meredakan sakit kepala. Daunnya yang lebar dan bunga yang indah menjadikannya cocok dibentuk sebagai bonsai berukuran besar.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Lakhey, P.; Pathak, J. (2020). "Aesculus indica" e.T150283250A152201802. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T150283250A152201802.en. ;
- ↑ "Aesculus indica (Wall. ex Cambess.) Hook. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online. Diakses tanggal 2020-02-05.
- ↑ BSBI List 2007 (xls). Botanical Society of Britain and Ireland. Diarsipkan dari asli (xls) tanggal 2015-06-26. Diakses tanggal 2014-10-17.
- 1 2 D'Cruz, Mark. "Ma-Ke Bonsai Care Guide for Aesculus indica". Ma-Ke Bonsai. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-14. Diakses tanggal 2010-12-02.
- 1 2 Aesculus indica Fact Sheet ST-63
- ↑ "Aesculus indica Indian Horse Chestnut". PFAF Plant Database. Diakses tanggal 2025-11-07.
- ↑ Indian Journal of Traditional Knowledge. Vol. 8(2), April 2009, pp. 285-286. Ethnobotany of Indian horse chestnut (Aesculus indica) in Mandi district, http://nopr.niscair.res.in/bitstream/123456789/3963/1/IJTK%208(2)%20285-286.pdf
- ↑ Plants and people of Nepal, By N. P. Manandhar, Sanjay Manandhar, Pg. 76