Lompat ke isi

Adelaida K. Semesi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Adelaida K. Semesi
Lahir1951
Haubi, Wilayah Tanganyika
Meninggal6 Februari 2001(2001-02-06) (umur 49–50)
Dar es Salaam, Tanzania
AlmamaterUniversitas Dar es Salaam
Dikenal atasEkologi hutan bakau
Karier ilmiah
BidangBiologi kelautan
InstitusiUniversitas Dar es Salaam

Adelaida Kleti Semesi, juga dikenal sebagai Adelaide K. Semesi (1951 – 6 Februari 2001),[1] adalah seorang ahli ekologi asal Tanzania, yang menjabat sebagai Profesor Biologi Kelautan di Universitas Dar es Salaam. Dikenal karena penelitiannya tentang ekologi hutan bakau, Semesi merupakan perempuan pertama yang menjadi profesor di bidang ilmu alam di Tanzania.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Semesi lahir pada tahun 1951 di Haubi, Tanzania.[2] Ia meraih gelar Sarjana Sains (BSc) dari Universitas Dar es Salaam pada tahun 1975,[2] lalu melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Doktor (PhD) di universitas yang sama pada tahun 1979.[3]

Karier mengajar Semesi dimulai pada tahun 1975 sebagai asisten pengajar, dan kemudian mencapai gelar profesor sebelum wafat.[2] Pada tahun 1982, ia memulai program penelitian mengenai budidaya rumput laut di Zanzibar; hasil penelitiannya mendorong peningkatan investasi dalam industri tersebut serta membuka lapangan kerja yang lebih luas, khususnya bagi perempuan.[2] Penelitian ekologi hutan bakau yang dimulainya pada tahun 1990 menghasilkan rencana pengelolaan lingkungan untuk hutan bakau di Tanzania, menjadikannya salah satu negara pertama yang memiliki program tersebut.[1]

Semesi juga dikenal karena mendukung pengetahuan tradisional yang diwariskan secara lisan, terutama dalam praktik pertanian di komunitas lokal.[4] Ia mendapat julukan mama mikoko ("ibu hutan bakau" dalam bahasa Swahili),[5][6] karena spesialisasinya dalam ekologi bakau.[5] Semesi dikenal sebagai profesor perempuan pertama ilmu alam di Tanzania.[6]

Semesi menjabat sebagai anggota dewan di International Society for Mangrove Ecosystems,[1] anggota International Seaweed Association,[7] dan anggota dewan pengawas di Western Indian Ocean Marine Science Association.[6] Semesi wafat

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Semesi menikah dan memiliki empat anak.[6]

Publikasi Terpilih

[sunting | sunting sumber]
  • Collen, J., M. Mtolera, K. Abrahamsson, A. Semesi, dan M. Pedersen. 1995. Farming and physiology of the red algae Eucheuma: Growing commercial importance in East Africa. Ambio 24(7): 497-450
  • Mtolera, M.S.P., J. Collen, dan A.K. Semesi. 1995. Destructive hydrogen peroxide production in Eucheuma denticulatum (Rhodophyta) during stress caused by elevated pH, high light intensities and competition with other species. European Journal of Phycology 30(4): 289
  • Semesi, A.K. 1993. Wetlands of sub-Saharan Africa, their relevance and management. Proceedings of the conference on water and environment: Key to Africa's Development, hlm. 151-164
  • Engdahl, S., F. Mamboya, M. Mtolera, A. Semesi, dan M. Björk. 1998. The brown macroalgae Pakina boergesenii as an indicator of heavy metal contamination in the Zanzibar Channel. Ambio 27(8): 694-700
  • Semesi, A.K. 1998. ':Coastal resources utilization and conservation issues in Bagamoyo, Tanzania. Ambio 27(8): 635-644
  • Semesi, A.K. 1998. Mangrove management and utilization in Eastern Africa. Ambio 27(8): 620-626
  • Mtolera, M.S.P., J. Collen, dan A.K. Semesi. 1996. Stressed-induced production of volatile halogenated organic compounds in Eucheuma denticulatum (Rhodophyta) caused by elevated pH and high light intensities. European Journal of Phycology 31(1): 91
  • Björk, M., S.M. Mohammed, dan A. Semesi. 1995. Coralline algae, important coral-reef builders threatened by pollution. Ambio 24(7): 502

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 "Adelaida Kleti Semesi 1951-2001" (PDF). Mangroves (24). International Society for Mangrove Ecosystems. Juli 2001.
  2. 1 2 3 4 5 Oliveira, E. C.; Österlund, K.; Mtolera, M. S. P. (2003). Marine Plants of Tanzania. A field guide to the seaweeds and seagrasses of Tanzania (dalam bahasa Inggris). Sida/Department for Research Cooperation, SAREC. hlm. Dedication.
  3. Nyika, E.A.; Ngusaru, A.S.; Mmochi, A. J. (2000). Directory of Marine Scientists Working in Tanzania (PDF). Tanzania Coastal Management Partnership. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 Oktober 2006.
  4. Brock-Utne, Birgit (1999). "African Universities and the African Heritage". International Review of Education. 45 (1): 87–104. Bibcode:1999IREdu..45...87B. doi:10.1023/A:1003577905270. ISSN 0020-8566. JSTOR 3444996. S2CID 142387251.
  5. 1 2 Brock-Utne, Birgit (8 Desember 2022). Learning from and Teaching Africans (dalam bahasa Inggris). Cambridge Scholars Publishing. hlm. 73. ISBN 978-1-5275-9157-8.
  6. 1 2 3 4 5 "A Tribute to Adelaida K. Semesi" (PDF). WIOMSA Newsbrief. 6 (1). Maret 2001. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 November 2021.
  7. 1 2 "Adelaida Semesi". pew.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Januari 2024.
  8. "Adelaida Semesi | Fulbright Scholar Program". fulbrightscholars.org. Diakses tanggal 4 January 2024.