Adelaida K. Semesi
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2025) |
| Adelaida K. Semesi | |
|---|---|
| Lahir | 1951 Haubi, Wilayah Tanganyika |
| Meninggal | 6 Februari 2001 (umur 49–50) Dar es Salaam, Tanzania |
| Almamater | Universitas Dar es Salaam |
| Dikenal atas | Ekologi hutan bakau |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Biologi kelautan |
| Institusi | Universitas Dar es Salaam |
Adelaida Kleti Semesi, juga dikenal sebagai Adelaide K. Semesi (1951 – 6 Februari 2001),[1] adalah seorang ahli ekologi asal Tanzania, yang menjabat sebagai Profesor Biologi Kelautan di Universitas Dar es Salaam. Dikenal karena penelitiannya tentang ekologi hutan bakau, Semesi merupakan perempuan pertama yang menjadi profesor di bidang ilmu alam di Tanzania.
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Semesi lahir pada tahun 1951 di Haubi, Tanzania.[2] Ia meraih gelar Sarjana Sains (BSc) dari Universitas Dar es Salaam pada tahun 1975,[2] lalu melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Doktor (PhD) di universitas yang sama pada tahun 1979.[3]
Karier
[sunting | sunting sumber]Karier mengajar Semesi dimulai pada tahun 1975 sebagai asisten pengajar, dan kemudian mencapai gelar profesor sebelum wafat.[2] Pada tahun 1982, ia memulai program penelitian mengenai budidaya rumput laut di Zanzibar; hasil penelitiannya mendorong peningkatan investasi dalam industri tersebut serta membuka lapangan kerja yang lebih luas, khususnya bagi perempuan.[2] Penelitian ekologi hutan bakau yang dimulainya pada tahun 1990 menghasilkan rencana pengelolaan lingkungan untuk hutan bakau di Tanzania, menjadikannya salah satu negara pertama yang memiliki program tersebut.[1]
Semesi juga dikenal karena mendukung pengetahuan tradisional yang diwariskan secara lisan, terutama dalam praktik pertanian di komunitas lokal.[4] Ia mendapat julukan mama mikoko ("ibu hutan bakau" dalam bahasa Swahili),[5][6] karena spesialisasinya dalam ekologi bakau.[5] Semesi dikenal sebagai profesor perempuan pertama ilmu alam di Tanzania.[6]
Semesi menjabat sebagai anggota dewan di International Society for Mangrove Ecosystems,[1] anggota International Seaweed Association,[7] dan anggota dewan pengawas di Western Indian Ocean Marine Science Association.[6] Semesi wafat
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]- Beasiswa Fulbright[8]
- Fellowship Pew Trust dalam bidang Ilmu Kelautan[7]
- Universitas Pertanian Norwegia: Penghargaan Publikasi Noragric (1999) atas keunggulan dalam publikasi riset[6]
- Buku Marine Plants of Tanzania: A field guide to the seaweeds and seagrasses of Tanzania didedikasikan untuk menghormati kehidupan dan karya Semesi.[2]
Kehidupan pribadi
[sunting | sunting sumber]Semesi menikah dan memiliki empat anak.[6]
Publikasi Terpilih
[sunting | sunting sumber]- Collen, J., M. Mtolera, K. Abrahamsson, A. Semesi, dan M. Pedersen. 1995. Farming and physiology of the red algae Eucheuma: Growing commercial importance in East Africa. Ambio 24(7): 497-450
- Mtolera, M.S.P., J. Collen, dan A.K. Semesi. 1995. Destructive hydrogen peroxide production in Eucheuma denticulatum (Rhodophyta) during stress caused by elevated pH, high light intensities and competition with other species. European Journal of Phycology 30(4): 289
- Semesi, A.K. 1993. Wetlands of sub-Saharan Africa, their relevance and management. Proceedings of the conference on water and environment: Key to Africa's Development, hlm. 151-164
- Engdahl, S., F. Mamboya, M. Mtolera, A. Semesi, dan M. Björk. 1998. The brown macroalgae Pakina boergesenii as an indicator of heavy metal contamination in the Zanzibar Channel. Ambio 27(8): 694-700
- Semesi, A.K. 1998. ':Coastal resources utilization and conservation issues in Bagamoyo, Tanzania. Ambio 27(8): 635-644
- Semesi, A.K. 1998. Mangrove management and utilization in Eastern Africa. Ambio 27(8): 620-626
- Mtolera, M.S.P., J. Collen, dan A.K. Semesi. 1996. Stressed-induced production of volatile halogenated organic compounds in Eucheuma denticulatum (Rhodophyta) caused by elevated pH and high light intensities. European Journal of Phycology 31(1): 91
- Björk, M., S.M. Mohammed, dan A. Semesi. 1995. Coralline algae, important coral-reef builders threatened by pollution. Ambio 24(7): 502
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Adelaida Kleti Semesi 1951-2001" (PDF). Mangroves (24). International Society for Mangrove Ecosystems. Juli 2001.
- 1 2 3 4 5 Oliveira, E. C.; Österlund, K.; Mtolera, M. S. P. (2003). Marine Plants of Tanzania. A field guide to the seaweeds and seagrasses of Tanzania (dalam bahasa Inggris). Sida/Department for Research Cooperation, SAREC. hlm. Dedication.
- ↑ Nyika, E.A.; Ngusaru, A.S.; Mmochi, A. J. (2000). Directory of Marine Scientists Working in Tanzania (PDF). Tanzania Coastal Management Partnership. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 Oktober 2006.
- ↑ Brock-Utne, Birgit (1999). "African Universities and the African Heritage". International Review of Education. 45 (1): 87–104. Bibcode:1999IREdu..45...87B. doi:10.1023/A:1003577905270. ISSN 0020-8566. JSTOR 3444996. S2CID 142387251.
- 1 2 Brock-Utne, Birgit (8 Desember 2022). Learning from and Teaching Africans (dalam bahasa Inggris). Cambridge Scholars Publishing. hlm. 73. ISBN 978-1-5275-9157-8.
- 1 2 3 4 5 "A Tribute to Adelaida K. Semesi" (PDF). WIOMSA Newsbrief. 6 (1). Maret 2001. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 November 2021.
- 1 2 "Adelaida Semesi". pew.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Januari 2024.
- ↑ "Adelaida Semesi | Fulbright Scholar Program". fulbrightscholars.org. Diakses tanggal 4 January 2024.