Ad-Din dan Al-Millah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ad-Din dan Al-Millah adalah Istilah Islam yang di dalam bahasa Indonesia berarti "agama". Kata Din dan Millah adalah kata yang bersinonim namun pada asalnya memiliki sedikit perbedaan.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Dalam KBBI kata Din merupakan kata benda yang berarti "agama". Contoh; dinul-Islam, agama Islam.[1] Sedangkan kata millah tidak ditemukan serapannya, meskipun begitu kata ini banyak ditemukan di dalam buku-buku Islam berbahasa arab terjemahan Indonesia, yang memiki arti semakna dengan Din. Contoh; Millah Ibrahim, agamanya Ibrahim. Dalam penggunaan khusus millah berarti negara, Yakni penggunaan Istilah Millah di dalam Kesultanan Utsmaniyah. Millah (Millet) berarti: "Seluruh masyarakat yang tinggal di tanah yang sama, orang yang berasal dari asal yang sama dan yang memiliki kesamaan sejarah, tradisi dan bahasa".[2]

Dalam Istilah Syar'i, kata Din dan Millah berarti: Makna kata Ad-Din dalam al-Qur`an adalah perhitungan (al-hisab), pembangkitan (al-ba`ts), pembalasan (al-jaza), ketetapan (al-qodho), ganjaran (ats-tsawab), siksaan (al-iqob), ibadah, doa, tauhid, ketaatan, agama, dan hukum. Sedangkan kata Al-Millah disebut dalam al-Quran mempunyai makna agama dan syariat.

Kedua istilah tersebut digunakan dalam konteks yang berlainan. Millah digunakan ketika dihubungkan dengan nama Nabi yang kepadanya agama itu diwahyukan dan Din digunakan ketika dihubungkan dengan salah satu agama, atau sifat agama, atau dihubungkan dengan Allah yang mewahyukan agama itu.[3]

Penggunaan di dalam Al-Qur'an[sunting | sunting sumber]

Jumlah kata Ad-Din disebutkan sebanyak 92 kali dalam Al-Qur`an yang terdapat dalam 82 ayat. Kata Al-Millah disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 10 kali. Sedangkan penggunaan kedua kata tersebut dalam al-Qur'an adalah:[4]

  • Kata Ad-Din mempunyai arti perhitungan (al-hisab), pembangkitan (al-ba`ts), pembalasan (al-jaza), ketetapan (al-qodho), ganjaran (ats-tsawab), siksaan (al-iqob), ketika al-Quran membicarakan tentang hari qiyamat . sebagaimana terdapat dalam surat al-fatihah: 4, al-hijr: 35, an-nur: 25, asy-syuara: 82, as-shofat: 20, shod: 78, adz-dzariyat: 6, 12, al-waqiah: 56, al-maarij: 26, al-mudatsir: 46, al-infithor: 9, 15, 17, 18, al-muthofifin: 11, at-tin: 7 al-maun: 1.
  • Kata Ad-Din mempunyai makna ibadah, doa, tauhid, ketaatan ketika al-Quran membahas tentang pemurnian terhadap Allah. Seperti yang terdapat pada surat al-baqoroh: 193, an-nisa: 146, al-a`raf: 29, al-anfal: 39, yunus: 22, yusuf: 40, an-nahl: 52, al-ankabut: 65, ar-ruum: 30, luqman: 32, az-zumar: 2, 3, 11, 14, ghofir: 14, 65, al-bayyinah: 5.
  • Kata Ad-Din mempunyai arti hukum dan ketetapan ketika al-Quran membahas mengenai pengambilan hukum yang dilakukan olehNya maupun yang dilakukan oleh hambaNya seperti dalam surat yusuf: 76, an-nur: 2.
  • Kata Ad-Din bermakna Al-Millah dan syariat ketika ia berada dalam kontek pembahasan penetapan syariat tuhan terhadap hambaNya. Sebagaimana dalam surat al syura: 13, ar-ruum: 30.
  • Kata Ad-Din berarti sesuatu yang dianut oleh manusia ketika berada dalam konteks pembahasan mengenai keyakinan seperti dalam surat al mumtahanah: 8, 9, al-fath: 28, al-ahzab: 5, ali-imran: 24, an-nisa: 60 al-kafirun: 6.
  • Kata Al-Millah mempunyai arti sesuatu yang dianut oleh seseorang (Ad-Din) ketika ia berada dalam konteks pembahasan mengenai keyakinan yang dianut oleh seseorang. Seperti dalam surat al baqarah: 135, al-an`am: 161, shod: 7.
  • Kata Al-Millah mempunyai arti syariat ketika ia berada dalam kenteks pembahasan mengenai penetapan syariat tuhan terhadap hambaNya. Seperti dalam surat ali-imran: 95, al-haj: 78.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/din
  2. ^ http://www.questionsonislam.com/question/can-you-explain-difference-between-%E2%80%9Cmillah%E2%80%9D-nation-and-%E2%80%9Cummah%E2%80%9D-community
  3. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-28. Diakses tanggal 2013-08-21. 
  4. ^ Makna kalimat al din dan al millah dalam al-Qur`an, Nur Laily Agustina, Surabaya

Pranala luar[sunting | sunting sumber]