Acer cappadocicum
| Acer cappadocicum | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Sapindaceae |
| Genus: | Acer |
| Spesies: | A. cappadocicum |
| Nama binomial | |
| Acer cappadocicum Gled. 1785 | |
Acer cappadocicum atau dikenal juga sebagai mapel kapadokia merupakan spesies mapel yang berasal dari kawasan Asia, mulai dari wilayah tengah di negara Turki (dahulu dikenal sebagai Kapadokia), melintasi kawasan Kaukasus dan Pegunungan Himalaya, hingga mencapai wilayah barat daya Tiongkok.[1][2][3][4][5]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Pohon ini merupakan spesies gugur berukuran sedang yang biasanya tumbuh mencapai 20–30 meter, membentuk mahkota yang lebar dan membulat sehingga memberikan kesan rindang dan kokoh. Daunnya tersusun berhadapan, berbentuk menjari dengan 5–7 lobus yang jelas, berukuran sekitar 6–15 cm. Ketika tangkai daunnya dipatahkan, akan keluar getah putih seperti susu, sebuah ciri khas yang mudah dikenali pada spesies ini. Bunganya muncul pada awal musim semi, tersusun dalam kelompok berisi 15–30 kuntum. Warna bunganya kuning kehijauan dengan lima kelopak kecil sepanjang 3–4 mm, memberikan tampilan halus namun menarik ketika bermekaran serentak. Buahnya berupa samara ganda, masing-masing membawa dua biji bersayap. Biji tersebut sangat pipih, berbentuk cakram, dengan ukuran 6–11 mm lebar dan 2–3 mm tebal. Sayapnya sendiri panjangnya 2,5–3 cm dan terbuka lebar, hampir membentuk garis lurus dengan sudut mendekati 180°, sehingga mudah terbawa angin. Kulit batang muda berwarna abu-abu kehijauan dan halus, lalu secara bertahap mengembangkan alur dangkal seiring bertambah usia, memberikan tekstur yang lebih berkarakter pada pohon dewasa.[1][5]
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Acer lobelii dari Italia selatan, yang memiliki kekerabatan dekat dengan spesies ini, oleh sejumlah ahli dianggap sebagai bagian subspesies dari A. cappadocicum. Selain itu, beberapa spesies Asia Timur seperti Acer amplum, Acer pictum, dan Acer truncatum juga memiliki hubungan yang sangat dekat dan kerap tertukar dengan A. cappadocicum dalam budidaya karena kemiripan rupa dan karakteristiknya.[3][4]
Kegunaan
[sunting | sunting sumber]Tanaman ini cukup umum dibudidayakan sebagai pohon hias di Eropa. Banyak individu yang ditanam memperlihatkan kecenderungan kuat membentuk anakan dari akar, sebuah sifat yang jarang ditemukan pada genus mapel. Mapel hibrida Acer × zoeschense juga menunjukkan ciri serupa, sehingga diduga Acer cappadocicum mungkin menjadi salah satu induk dalam persilangannya.[1][2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 Mitchell, A. F. (1974). A Field Guide to the Trees of Britain and Northern Europe. Collins ISBN 0-00-212035-6
- 1 2 Mitchell, A. F. (1982). The Trees of Britain and Northern Europe. Collins ISBN 0-00-219037-0
- 1 2 Bean, W. J. (1976). Trees and Shrubs Hardy in the British Isles 8th ed., vol. 1. John Murray ISBN 0-7195-1790-7.
- 1 2 Huxley, A., ed. (1992). New RHS Dictionary of Gardening. Macmillan ISBN 0-333-47494-5.
- 1 2 Rushforth, K. (1999). Trees of Britain and Europe. Collins ISBN 0-00-220013-9.