Abubakar bin Salim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Syaikh Abubakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurahman bin Abdullah bin Abdurahman Assegaf[1] atau Syekh Abubakar bin Salim adalah tokoh masyarakat di Hadramaut, Yaman yang hidup pada abad ke 9 Hijriah. Beliau dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut Yaman pada hari Sabtu tanggal 13 Jumadil Akhir tahun 919 H,

Nama Syaikh Abubakar bin Salim menjadi salah satu nama FAM (Family Name) dari keturunan Allawiyyin dari jalur putera beliau yang bernama "Husen bin Syekh Abubakar bin Salim" yang tersebar di berbagai wilayah.

FAM (Family Name) Syaikh Abubakar bin Salim dikenal dengan beberapa sebutan lain, yaitu:

Syekhbu,

Syekhabubakar,

Syechbubakar,

Bin Syekh Abubakar,

Binsyekhabubakar atau Binsyekhabubakr

Bin Syaikh Abubakar (disingkat BSA).

Adapun beberapa Putera dan Keturunan dari Syekh Abubakar bin Salim juga memunculkan Famili Name seperti:

  • Al Abu Futhaim
  • Al-Haddar
  • Al-Hamid
  • Al-Hiyyid
  • Al-Muhdar
  • Al bin Jindan
  • Al-Khumur
  • Al bin Hafidz

Kelahiran[sunting | sunting sumber]

Syekh Abubakar bin Salim dilahirkan di Kota Tarim, Hadramaut pada 13 Jumadil Akhir tahun 919 H. Terlahir sebagai bayi kembar dengan saudara kembarnya adalah Agil bin Salim (leluhur keluarga Al-Athas). Syechabubakar lahir dari pasangan:

Habib Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf, dan

Syarifah Afifah Thalhah binti Agil bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf.

Gelar[sunting | sunting sumber]

Syaikh Abubakar bin Salim digelari sebagai "Shohibul Inat", juga digelari "Al-Fakhrul Wujud" serta mendapatkan gelar "Maula Katsib".

Adapun Gelar "Syaikh" atau "Syekh" pada Abubakar bin Salim. Berdasarkan bahasa Arab, terdapat 2 pengertian yaitu:

  • pertama, "Syaikh" berarti lanjut usia,
  • kedua, "Syaikh" berarti Guru Besar.

Gelar Syaikh pada Abubakar bin Salim termasuk kategori Syaikh yang berarti Guru Besar dalam bidang ilmu agama pada zamannya. Dia adalah seorang sufi dan waliyullah yang bergelar "Al-Quthub".[2]

Silsilah (Ganeology)[sunting | sunting sumber]

Secara silsilah, Syekh Abubakar merupakan keturunan (dzuriyat) dari Rasulullah Muhammad SAW yang bersambung melalui Fathimah Azzahrah r.a. dan Ali bin Abu Thalib r.a.

Berikut adalah silsilah Syaikh Abubakar bin Salim:

Syechabubakar bin Salim bin Abdillah bin Abdurahman bin Abdullah bin Abdurahman Assegaf bin Muhammad Al-Mudawailah bin ‘Ali bin ‘Alwi Al-Ghuyur bin Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad Shahib Mirbad bin ‘Ali bin ‘Alwi bin Muhammad bin ‘Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin ‘Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin ‘Ali Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin ‘Ali Al-Ashghar Zainal Abidin bin Husein Sayyidus Syuhada bin ‘Ali Karaamallahu wajhah.[3]

Syechabubakar merupakan keturunan dari cucu Fathimah AzZahra dan Ali bin Abu Thalib, melalui Zainal Abidin Bin Husein bin Ali Karamallahu Wajhah (salah satu keluarga laki-laki yang hidup pada peristiwa Karbala). Keturunan beliaulah yang saat ini tersebar ke berbagai pelosok negeri, selain juga dari keturunan Hasan bin Ali bin Abu Thalib.

Kalau diteliti lebih lanjut, melalui silsilah Rasulullah SAW dapat ditemukan untainnya sampai kepada manusia pertama di muka bumi yaitu Adam a.s.

Ali bin Abu Thalib r.a yang merupakan sepupu satu (satu kakek) dengan nabi Muhammad saw yaitu Abdul Muthalib. Dalam Kanzul Ummal 6: 300, kitab Fadhail, hadis ke 35512 disebutkan:[4]

Saudara dan Keturunan[sunting | sunting sumber]

Syaikh Abubakar bin Salim memiliki 6 (enam) saudara/i yaitu:Sayyid Agil, Sayyid Syaikh, Sayyid Alwi, Sayyid Hussein, Sayyid Abdurrahman, dan Syarifah Aisyah.

Syaikh Abubakar bin Salim menurunkan tujuh belas anak, yang terdiri dari empat perempuan dan tiga belas laki-laki. Di antara anak laki-lakinya, Husein bin Syaikh Abubakar yang di pilih sebagai pengganti kedudukan orang tua. Husein bin Syaikh Abu Bakar bin Salim dikenal sebagai guru Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas.

Syaikh Abubakar bin Salim yang dari namanya menjadi Marga/Fam yaitu Fam "BINSYEKHABUBAKAR" juga dikaruniai keturunan yang diantaranya menjadi nama-nama Fam yaitu:

  • Al-Hamid, yang pertama kali dijuluki (digelari) "Al-Hamid" adalah Hamid bin Syekhabubakar bin Salim (dari keturunannya diberi nama FAM: Al-Hamid
  • Al-Muhdhar, yang pertama kali dijuluki (digelari) "Al-Muhdhar" adalah Umar bin Syekhabubakar bin Salim (dari keturunannya diberi nama FAM: Al-Muhdar atau disebut pula Al-Mahadir)
  • Al-Haddar, yang pertama kali dijuluki (digelari) "Al-Haddar " adalah Abdullah bin Ali bin Muhsein bin Husein bin Syaikh Abubakar bin Salim.(dari keturunannya diberi nama FAM: Al-Haddar)
  • Al-Hiyyid, yang pertama kali dijuluki (digelari) Al-Hiyyid adalah Abdullah bin Abubakar bin Hasan bin Husein bin Syaikh Abubakar bin Salim (dari keturunannya diberi nama FAM: Al-Hiyyid)
  • Al Bin Jindan yang pertama kali dijuluki (digelari) Al Bin Jindan adalah Djindan bin Abdullah bin Umar bin Abdullah bin Syaichan bin Syaich Abi Bakar.(dari keturunannya diberi nama FAM: Al Bin Jindan)
  • Al Abu Futhaim yang pertama kali dijuluki (digelari) Al Abu Futhaim adalah Muhammad bin Abubakar bin Ahmad bin Ali bin Hasan bin Syaich AbiBakar bin Salim.(dari keturunannya diberi nama FAM: Al Abu Futhaim)
  • Al-Khumur atau Al-Khamur, yang pertama kali dijuluki (digelari) Al-Khamur adalah Abdullah bin Shaleh bin Hasan bin Husein bin Syaikh Abubakar bin Salim (dari keturunannya diberi nama FAM: Al-Khamur)
  • (dari keturunannya diberi nama FAM: Al bin Hafidz)

Sebagai salah satu fam/marga dari silsilah keluarga besar Allawiyyin, keturunan Syekh Abubakar saat ini tersebar di berbagai tempat di Dunia, termasuk di Nusantara, khususnya di Indonesia:

Beberapa keturunan Syekh Abubakar bin Salim antara lain:

  • Habib Pangeran Syarif Ali ibn Abubakar Binsyekhabubakar (lahir di kota Palembang, Sumatra Selatan pada tahun 1208 H/1790 M, sebagai kerabat Kesultanan Palembang). Pangeran Syarif Ali wafat pada 27 Muharram 1295 H/1877 M dalam usia 87 tahun di kota Palembang. Jenazahnya di-makamkan di kompleks pemakaman keluarga, yaitu di Gubah 3 llir Palembang.
  • Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid, atau yang terkenal dengan Habib Sholeh Tanggul (Jember, Jawa Timur)
  • Habib Hadi bin Abdullah bin Umar bin Abdullah bin Soleh Al-Haddar. Lahir pada tahun 1908 M (1325H) di Banyuwangi. Jawa Timur
  • Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdhar (Ulama Bondowoso,Jawa Timur yang lahir di Quwairoh Hadramaut Yaman sekitar tahun 1280 H/1859 M, dan Wafat tanggal 4 Mei 1926)
  • Habib Salim bin Ahmad bin Jindan. Lahir di Surabaya,18 Rajab 1324/7 September 1906 dan wafat di Jakarta,16 Rabiulawal 1389/1 Juni 1969, dimakamkan di kompleks Masjid Alhawi, Condet, Jakarta Timur.
  • Habib Muhdhor bin Salim bin Agil bin Ahmad Binsyekhabubakar (wafat dan dimakamkan di turbah Alawiyyin, Jalan Keramat Manjang (simpang 10) Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan)
  • Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan (Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten)
  • Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan (Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten)
  • Habib Nagib Binsyekhabubakr, Pendiri Pondok Pesantren Al Khairat, Bekasi Timur. Jawa Barat
  • Habib Syafiq bin Ali Ridho Binsyekhabubakr (Pimpinan Majelis Riyatul Jannah Jakarta Barat)
  • Habib Salim Bin Hafiz Bin Syaikh Abu Bakar, lahir di Bondowoso, Jawa Timura pada 25 Syawwal 1288H / 6 Januari 1872M. Wafat pada tahun 1387H di Kota Misythah, Hadhramaut
  • Habib Umar bin Hafidz Binsyekhabubakar (Pendiri dan Pimpinan Darul Mustafa Hadramaut, Yaman)
  • Habib Ali Zaenal Abidin bin Abu Bakar Al Hamid (Pendiri dan Pimpinan Majlis Ta'lim Darul Murtadza, Kuala Lumpur, Malaysia).
  • Habib Segaf bin Mahdi Binsyekhbubakar (Pendiri Yayasan al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School level PAUD, SD, SMP, SMA, (https://www.nuruliman.or.id/), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) al-'Ashariyyah Nurul Iman, Parung, Bogor) tanggal 8 Juli 2002 dengan membuka dua program studi yaitu program studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Progam Studi al-Ahwal al-Syakhsiyyah Fakultas Syariah. Tahun 2008 progam studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah dan Progam Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah, Tahun 2009 STAINI diizinkan menambah satu prodi yakni Prodi Ilmu Al-quran dan Tafsir fakultas Usuluddin.
  • Habib Syafiq bin Ali Ridho Binsyekhabubakar (MT Riyaadhul Jannah)
  • Habib Salim AlMuhdar, Lc. MA, Ketua Forum Da’i Ahlus Sunnah wal Jama’ah (FORDASWAJA)
  • Abdurrahman Syekhabubakar (Ketua Dewan Pengurus The Institute for Democracy Education/IDe, pegiat Pembangunan Manusia dan Penanggulangan Kemiskinan)
  • Dr. Ivan Al-Hadar (Kolumnis, Aktivis LSM, Arsitek, Direktur Eksekutif The Institute for Democracy Education/IDe)
  • Prof. Dr. Muhammad Al-Hamid, SIP, MSi, (Ketua Bawaslu/Badan Pengawas Pemilu, Guru Besar FISIP Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar Sulawesi Selatan, Penerima Penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama dari Presiden Joko Widodo sebagai Tokoh Penegak Demokrasi)
  • Prof. Dr. Irjen Pol. (Pur) Farouk Muhammad bin Salim Binsyekhabubakar, SH, MBA, MCJA. (Mantan Kepala Biro Ortala Kementerian Pertahanan Republik Indonesia., mantan KAPOLDA NTB, mantan KAPOLDA Maluku, Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian PTIK dan Universitas Indonesia (UI), mantan Gubernur PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian; (2002-2006) sekarang berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Jakarta), Rektor Universitas Bung Karno (2008-2012), Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) R.I.
  • Prof. Dr. Ir. Muhammad Idrus Alhamid (Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dewan Pengawas Periode 2016-2021 Rabithah Alawiyah Jakarta)
  • Dr. Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar (Pengusaha Bukaka Group, Anggota DPR RI, Gubernur Propinsi Gorontalo Periode 10 Desember 2001 s/d 22 Oktober 2009; Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur. Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II,
  • Drs M. Saleh Mbodjo Binsyekhabubakar (Mantan Kepala Biro Rumah Tangga Depnaker R.I, Pendiri Yayasan Pendidikan TRITURA Cilangkap Tapos Depok)
  • Dr. Ali AlHaddar, SpA (Dokter Spesialis Anak)
  • Dr. Asma Alhamid, MD (Geriatric Medicine and Internal Medicine)
  • Sayyid Fuad Rizal Heyder Al Hamid (tokoh pejuang politik independen)
  • Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar (atlet nasional tenis meja, Pelatih Timnas PTMSI, Penyumbang 13 Medali Emas, 9 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu sejak SEAGAMES 1987)
  • Aziz Mochdar Binsyekhabubakar (Praktisi Bisnis, Bendahara Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam, Mustasyar/Dewan Penasehat Rabithah Alawiyah)
  • Muchsin Mochdar Binsyekhabubakar (Praktisi Bisnis)
  • Husin Muhammad Alhamid (Pemberdayaan Usaha dan Kesejahteraan Sosial Periode 2016-2021 Rabithah Alawiyah Jakarta)
  • Mustafa Husein SH, MM (Mantan Pejabat Tinggi Kementerian Keuangan; Komisaris PT. Pelindo)
  • Ir. Abdussalam AlHinduan (Dewan Pengawas Periode 2011-2016 Rabithah Alawiyah Jakarta)
  • Taufik Alwi Binsyekhabubakar (Akademisi, Mantan Ketua STIKOM CKI Jakarta, Dosen STIE IPWI Jakarta)
  • Chaedar Alwi Binsyekhabubakar (Perwira di POLDA Metro Jaya Jakarta)
  • Ir. Zainal Muhammad Binsyekhabubakar, MBA (Direktur Amalia Medical Center Jakarta)
  • Ir. Isa Muhammad Binsyekhabubakar, MM (Yayasan penyelenggara STTIKOM Insan Unggul Cilegon Banten)
  • Hamzah Ali BSA (Tenaga Ahli K3 Cilegon Banten)
  • Saleh Kader BSA dan Ahmad Kader BSA (Pendiri SAAICO, Pengusaha lintas daerah Surabaya, Banjarmasin dan Bima)
  • H. Kader Ahmad BSA (Pengusaha Transportasi PO Damai Indah)
  • Dr. Smith AlHadar (Dewan Penasehat The Indonesian Society for Middle East Studies/ISMES)
  • Usamah Muhammad Al Hadar (Anggota DPR RI 2004-2009 F- PPP Dapil Jawa Timur 3.)
  • Prof. Dr. Abdullah AlHamid, (a founding member of the Saudi Civil and Political Rights Association /ACPRA),
  • Nasser Hussein AlHaddar (GM Al-Haddar Golden Trading Est, Dammam, Saudi Arabia)
  • Farah AlHamid (Akademisi, Dosen di Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung)
  • Habib Mahmud bin Umar AlHamid (Pendiri MT Al Mubarak Makassar Sulawesi Selatan)
  • Rifqi Idrus Alhamid (Pendiri Yayasan Arrahmah Ambon Maluku)
  • Habib Abubakar bin Abdullah Binsyekhabubakr (Maluku Utara)
  • Haedar Al Hamid, (Pemimpin Cabang Bank Papua)
  • Saleh Al-Hamid, (Ketua Komisi A DPRD Kabupeten Mimika, Papua (Periode 2014-2018)
  • Thaha Al Hamid, (Sekretaris Jenderal Presidum Dewan Papua)
  • Sayid Fadhal Alhamid (Mantan Aktivis Mahasiswa era 1990, Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam / HMI Jayapura, Pengurus Dewan Adat Papua)
  • Husein Al Hamid, S.Pd.I, M.Pd (Kabid Urusan Agama Islam dan PHU, Papua Barat)
  • Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag., M.Si.(Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN AL-FATAH Jayapura, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua)
  • dr H. Muhammad Al Muhdor, M.Kes
  • H. Alwi Salim Binsyekhabubakar (Ketua PENCA Kabupaten Bima NTB 1988-1996)
  • Drs Idrus MS Binsyekhabubakar (Mantan Kepsek SMEA Bima, SMIK Bima, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bima NTB)
  • H Abdillah bin Mahdi Binsyekhabubakar (Ketua Cabang Rabithah Alawiyah Bima NTB)
  • Drs. H Abubakar bin Mahdi Binsyekhabubakar (Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bima, Mantan Anggota DPRD NTB)
  • Dr. Jindan Binsyekhabubakar (Bojonegoro Jawa Timur)
  • Fatma Bin Syekh Abubakar (Anggota DPRD Kota Manado Sulawesi Utara)
  • Hj. Masni Bin Syekh Abubakar, SH. MM (Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Propinsi Maluku Utara)
  • Farida AlHadar (Akademisi Poltekkes Kemenkes, Ternate)
  • Fadhliah M. AlHadar (Akademisi Universitas Khairun, Ternate)
  • Zahra Salim Alhaddar (Wealth Management and Priority Banking Specialist di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk)
  • Baqir Alhaddar (Head Of Product Development at ZEEPOS, Jakarta)
  • Mohammed Alhaddar (Lecturer at Effat University, Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia)
  • Fatmah Alhaddar (Director of Nutrition Administration at KSMC, Saudi Arabia)
  • Mohammed Alhaddar (Audit Senior at Grant Thornton, Southern Area, Bahrain)
  • AbdulQader AlHaddar (Admin & HR Manager at Zayani Otis Elevators Co. W.L.L, Bahrain)
  • Abdullah Alhaddar (Pediatrics doctor, Saudi Arabia)
  • Raed Alhaddar (Mechanical Engineer at Mutah University,Jordan)
  • Dr. Abdulaziz al-Hamid- (Vice President for Graduate Studies and Scientific Research of the University of Leicester, UK)
  • Dr. Husein AlHamid (Internal Medicine, Detroit MI, USA)
  • Dr. Asma Alhamid, MD (Spectrum Medical Group, Michigan, USA)
  • Dr. Hussein AlHamid (Gastroenterology Specialist in Detroit, Michigan, USA)

Karya Tulis[sunting | sunting sumber]

Karya-karya Syekh Abubakar bin Salim antara lain:

  • Miftah As-sara'ir wa Kanz Adz-Dzakha'ir, kitab ini dia karang sebelum usianya melampaui 17 tahun.
  • Mi’rajul Arwah Ilal Manhajil Idhah, membahas ilmu hakikat dia memulai menulis buku ini pada tahun 987 H dan menyelesaikannya pada tahun 989 H.
  • Fathu Babbil Al-Mawahib wa Bughayatu Matlati Thalib, kita yang membahas masalah-masalah ilmu hakikat. Beliau memulainya di bulan Syawal tahun 991 H dan dirampungkan dalam tahun yang sama tangal 9 bulan Dzulhijjah.
  • Ma'arij At-Tawhid, sebuah diwan yang berisi pengalaman pada awal mula perjalanan spiritualnya.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Perjalanan kehidupan Syeikh Abubakar bin Salim banyak dibukukan oleh para ulama terkenal, tidak kurang dari 25 buku yang menceritakan biografi kehidupan beliau, antara lain buku-buku yang ditulis mengenai biografinya yang ditulis para alim besar, di antaranya:

  • Bulugh Azh-Zhafr wa Al-Maghanim fi Manaqib Asy-Syaikh Abi Bakr bin Salim karya Allamah Syeikh Muhammad bin Sirajuddin.
  • Az-Zuhr Al-Basim fi Raba Al-Jannat; fi Manaqib Abi Bakr bin Salim Shahib ‘Inat oleh Allamah Syeikh Abdullah bin Abi Bakr bin Ahmad Basya’eib.
  • Sayyid al-Musnad pemuka agama yang masyhur, Salim bin Ahmad bin Jindan Al-’Alawy mengemukakan bahwa dia memiliki beberapa manuskrip (naskah yang masih berbentuk tulisan tangan) tentang Syeikh Abu Bakar bin Salim, di antaranya: Bughyatu Ahl Al-Inshaf, Manaqib Asy-Syeikh Abi Bakr bin Salim bin Abdullah As-Saqqaf karya Allamah Muhammad bin Umar bin Shalih bin Abdurraman Baraja’ Al-Khatib.
  • Kitab Insus Salikin Ila Maqomatil Washilin yang dikarang oleh Sayyid Abdullah bin Ahmad Baharun.

Kata Mutiara dan Untaian Hikmah[sunting | sunting sumber]

Syekh Abubakar bin Salim memiliki banyak kata mutiara dan untaian hikmah yang terkenal, di antaranya adalah:

Pertama:

Paling bernilainya saat-saat dalam hidup adalah ketika kamu tidak lagi menemukan dirimu. Sebaliknya adalah ketika kamu masih menemukan dirimu. Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa engkau takkan mencapai Allah sampai kau fanakan dirimu dan kau hapuskan inderamu. Barang siapa yang mengenal dirinya (dalam keadaan tak memiliki apa pun juga), tidak akan melihat kecuali Allah; dan barang siapa tidak mengenal dirinya (sebagai tidak memiliki suatu apapun) maka tidak akan melihat Allah. Karena segala tempat hanya untuk mengalirkan apa yang di dalamnya.

Kedua:

Ungkapan dia untuk menyuruh orang bergiat dan tidak menyia-nyiakan waktu: “Siapa yang tidak gigih di awal (bidayat) tidak akan sampai garis akhir (nihayat). Dan orang yang tidak bersungguh-sungguh (mujahadat), takkan mencapai kebenaran (musyahadat). Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang berjuang di jalan Kami, maka akan Kami tunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami”. Siapa pun yang tidak menghemat dan menjaga awqat (waktu-waktu) tidak akan selamat dari berbagia afat (malapetaka). Orang-orang yang telah melakukan kesalahan, maka layak mendapat siksaan.

Ketiga:

Tentang persahabatan: “Siapa yang bergaul bersama orang baik-baik, dia layak mendapatkan makrifat dan rahasia (sirr). Dan mereka yang bergaul dengan para pendosa dan orang bejat, akan berhak mendapat hina dan api neraka”.

Keempat: Penafsirannya atas sabda Rasul s.a.w: “Aku tidaklah seperti kalian. Aku selalu dalam naungan Tuhanku yang memberiku makan dan minum”. Makanan dan minuman itu, menurutnya, bersifat spiritual yang datang datang dari haribaan Yang Maha Suci”.

Kelima:

Engkau tidak akan mendapatkan berbagai hakikat, jika kamu belum meninggalkan benda-benda yang kau cintai (’Ala’iq). Orang yang rela dengan pemberian Allah (qana’ah), akan mendapt ketenteraman dan keselamatan. Sebaliknya, orang yang tamak, akan menjadi hina dan menyesal. Orang arif adalah orang yang memandang aib-aib dirinya. Sedangkan orang lalai adalah orang yang menyoroti aib-aib orang lain. Banyaklah diam maka kamu akan selamat. Orang yang banyak bicara akan banyak menyesal.

Keenam:

Benamkanlah wujudmu dalam Wujud-Nya. Hapuskanlah penglihatanmu, (dan gunakanlah) Penglihatan-Nya. Setelah semua itu, bersiaplah mendapat janji-Nya. Ambillah dari ilmu apa yang berguna, manakala engkau mendengarkanku. Resapilah, maka kamu akan meliht ucapan-ucapanku dlam keadaan terang-benderang. Insya-Allah….! Mengertilah bahawa Tuhan itu tertampakkan dalam kalbu para wali-Nya yang arif. Itu karena mereka lenyap dari selain-Nya, raib dari pandangan alam-raya melaluiKebenderangan-Nya. Di pagi dan sore hari, mereka menjadi orang-orang yang taat dalam suluk, takut dan berharap, ruku’ dan sujud, riang dan digembirakan (dengan berita gembira), dan rela akan qadha’ dan qadar-Nya. Mereka tidak berikhtiar untuk mendapat sesuatu kecuali apa-apa yang telah ditetapkan Tuhan untuk mereka”.

Ketujuh:

Orang yang bahagia adalah orang yang dibahagiakan Allah tanpa sebab (sebab efesien yang terdekat, melainkan murni anugerah fadhl dari Allah). Ini dalam bahasa Hakikat. Adapun dalam bahasa Syari’at, orang bahagia adalah orang yang Allah bahagiakan mereka dengan amal-amal saleh. Sedang orang yang celaka, adalah orang yang Allah celakakan mereka dengan meninggalkan amal-amal saleh serta merusak Syariat - kami berharap ampunan dan pengampunan dari Allah.

Kedelapan:

Orang celaka adalah yang mengikuti diri dan hawa nafsunya. Dan orang yang bahagia adalah orang yang menentang diri dan hawa nafsunya, minggat dri bumi menuju Tuhannya, dan selalu menjalankan sunnah-sunnah Nabi s.a.w.

Kesembilan:

Rendah-hatilah dan jangan bersikap congkak dan angkuh.

Kesepuluh:

Kemenanganmu teletak pada pengekangan diri dan sebaliknya kehancuranmu teletak pada pengumbaran diri. Kekanglah dia dan jangan kau umbar, maka engkau pasti akn menang (dalam melawan diri) dan selamat, Insya-Allah. Orang bijak adalah orang yang mengenal dirinya sedangkan orang jahil adalah orang yang tidak mengenal dirinya. Betapa mudah bagi para ‘arif billah untuk membimbing orang jahil. Karena, kebahagiaan abadi dapt diperoleh dengan selayang pandang. Demikian pula tirai-tirai hakikat menyelubungi hati dengan hanya sekali memandang selain-Nya. Padahal Hakikat itu juga jelas tidak erhalang sehelai hijab pun. Relakan dirimu dengan apa yang telah Allah tetapkan padamu. Sebagian orang berkata: “40 tahun lamanya Allah menetapkan sesuatu pada diriku yang kemudian aku membencinya”.

Kesebelas:

Semoga Allah memberimu taufik atas apa yang Dia ingini dan redhai. Tetapkanlah berserah diri kepada Allah. Teguhlah dalam menjalankan tatacara mengikut apa yang dilarang dan diperintahkan Rasul s.a.w. Berbaik prasangkalah kepada hamba-hamba Allah. Karena prasangka buruk itu bererti tiada taufik. Teruslah rela dengan qadha’ walaupun musibah besar menimpamu. Tanamkanlah kesabaran yang indah (Ash-Shabr Al-Jamil) dalam dirimu. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mengganjar orang-orang yang sabar itu tanpa perhitungan. Tinggalkanlah apa yang tidak menyangkut dirimu dan perketatlah penjagaan terhadap dirimu”.

Keduabelas:

Dunia ini putra akhirat. Oleh karena itu, siapa yang telah menikahi (dunia), haramlah atasnya si ibu (akhirat).

Masih banyak lagi ucapan dia r.a. yang lain yang sangat bernilai.

WAFAT[sunting | sunting sumber]

Syekh Abubakar bin Salim meninggal dunia di Kota Inat, Hadramaut Yaman pada 27 Dzulhijjah tahun 992 Hijriah.

(makam beliau berada di tengah kota Inat – sekitar 20 kilometer dari kota Tarim)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rabithah Alawiyah | Mari Kita Tingkatkan Akhlak, Pendidikan, Dan Kesejahteraan Umat
  2. ^ Petunjuk MonogramSilsilah berikut Biografi dan Arti Gelar Masing-masing leluhur Alawiyyin, Muhammad Hasan, hlm.79 Penerbit Amal Shaleh
  3. ^ The Pedigree Book of Alawiyin Families (Keluarga Besar Assadah Alawiyin), Derivation from General Alawiyiyeen Families Book, bagian 7, hlm 334, Al-Maktab Addaimi, Kantor pemeliharaan Sejarah dan Statistik Alawiyin, Rabithah Alawiyah, Jakarta, Indonesia, 2000.
  4. ^ Kanzul Ummal 6: 300, kitab Fadhail, hadis ke 35512