Abies sibirica
| Abies sibirica | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Abies |
| Spesies: | A. sibirica |
| Nama binomial | |
| Abies sibirica | |
Abies sibirica adalah spesies cemara konifer yang berasal dari wilayah taiga, membentang dari timur Sungai Volga hingga sekitar lintang utara 67°40', meliputi Siberia, Turkestan, timur laut Xinjiang, Mongolia, dan Heilongjiang. Minyak esensial yang diperoleh dari daunnya dimanfaatkan dalam industri parfum dan aromaterapi. Kayunya bersifat ringan, lunak, dan kurang kuat, sehingga umumnya digunakan untuk konstruksi ringan, pembuatan furnitur, serta bahan baku pulp. Spesies ini diketahui rentan terhadap infeksi jamur Delphinella balsameae, yang pertama kali dilaporkan menyerang pohon ini di Rusia pada tahun 2003.[2]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Abies sibirica dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 30–35 meter dengan diameter batang antara 0,5 hingga 1 meter pada ketinggian dada, serta memiliki mahkota berbentuk buah. Kulit batangnya berwarna abu-abu kehijauan hingga abu-abu kecokelatan dan halus, dengan lepuh resin khas seperti pada kebanyakan jenis cemara. Tunasnya berwarna kuning keabu-abuan, mengandung resin, dan sedikit berbulu halus. Daunnya berbentuk jarum, berukuran panjang 2–3 cm dan lebar sekitar 1,5 mm, berwarna hijau muda di bagian atas serta memiliki dua garis stomata berwarna abu-abu keputihan di bagian bawah. Daun tersusun mengarah ke atas di sepanjang batang, terasa lembut, pipih, dan sangat harum. Buahnya berbentuk silinder dengan panjang 5–9,5 cm dan lebar 2,5–3,5 cm, memiliki daun pelindung kecil yang tertutup oleh sisik. Saat matang di pertengahan musim gugur, warnanya berubah dari kebiruan menjadi cokelat atau cokelat tua. Biji berukuran sekitar 7 mm, memiliki sayap berbentuk segitiga sepanjang 0,7–1,3 cm, dan dilepaskan ketika buah terurai setelah matang.[3]
Persebaran
[sunting | sunting sumber]Spesies ini tumbuh di wilayah beriklim boreal yang dingin, terutama pada tanah yang lembap di daerah pegunungan atau di sekitar cekungan sungai pada ketinggian antara 1.900 hingga 2.400 meter di atas permukaan laut. Pohon ini memiliki toleransi tinggi terhadap naungan dan sangat tahan terhadap suhu beku ekstrem, mampu bertahan hidup hingga suhu serendah -50 °C. Meskipun dikenal kuat dan adaptif terhadap kondisi lingkungan yang keras, umur hidupnya relatif terbatas, jarang melebihi 200 tahun karena kayunya mudah terinfeksi dan mengalami pembusukan akibat jamur. Ketahanan ekologisnya yang tinggi membuatnya mampu mendominasi hutan boreal, tetapi kerentanannya terhadap penyakit kayu menjadi faktor alami yang membatasi regenerasi jangka panjangnya.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Katsuki, T.; Rushforth, K. & Zhang, D. (2011). "Abies sibirica". The IUCN Red List of Threatened Species. 2011. IUCN: e.T42299A10681312. doi:10.2305/IUCN.UK.2011-2.RLTS.T42299A10681312.en. Diakses tanggal 10 January 2018.
- ↑ Morozova, T. I.; Vasilyeva, L. N. (2003). "Ascomycetous fungi of Siberia. I. Delphinella balsameae - the causal agent of the shoot blight of Siberian fir" (PDF). Mikologiya i Fitopatologiya (dalam bahasa Rusia). 37 (1): 59–61. ISSN 0026-3648.
- ↑ "Abies sibirica (Пихта сибирская) description". conifers.org. Diakses tanggal 2025-11-12.
- ↑ "Abies sibirica". Chicago Botanic Garden (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-12.