Abdul Syakur Yasin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Prof Dr KH Abdul Syakur Yasin, MA
K.H. Abdul Syakur Yasin, MA.jpg
Lahir12 November 1960
Indramayu, Jawa Barat
KebangsaanIndonesia
Nama lainBuya Syakur
PendidikanS1 CAIRO, S2 TUNISIA, S3 TUNISIA
PekerjaanPengasuh Pondok Pesantren dan Pengalaman Kerja Staff Ahli Kedutaan Besar Tunisia.

K.H. Abdul Syakur Yasin, MA (lahir 12 November 1960),[1] juga dikenal dengan panggilan Buya Syakur, adalah seorang ulama Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Cadangpinggan.[2][3][4][5][6][7][8]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Masa pendidikan Buya Syakur dari kecil hingga dewasa banyak dihabiskan di pondok pesantren. Beliau secara intensif menggali pengetahuan keagamaan dari Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon. Lamanya belajar di pondok pesantren, membuat Buya Syakur menjadi mahir dalam berbahasa Arab. Hal ini kemudian yang membuat Buya Syakur menerjemahkan kitab-kitab bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Babakan, pada tahun 1971, Buya Syakur melanjutkan pendidikan di Kairo. Ketika Buya Syakur menjadi mahasiswa di sana, beliau diangkat menjadi ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Kairo.

Buya Syakur selesai dengan skripsi sarjananya yang berjudul Kritik Sastra Objektif terhadap karya novel-novel Yusuf as-Siba’i (Novelis Mesir).

Kemudian pada tahun 1977, Buya Syakur menyelesaikan ilmu al-Qur’an di Libya. Pada tahun 1979, beliau menyelesaikan sastra Arab. Dua tahun selanjutnya, tepatnya pada tahun 1981, beliau telah menyeselesaikan S2-nya dalam bidang sastra linguistik di Tunisia. Setelah itu, kemudian beliau diangkat menjadi staf ahli di kedutaan besar Tunisia.

Pada tingkat doktoral, Buya Syakur, mengambil kuliah di London dengan konsentrasi dialog teater dan lulus pada tahun 1985. Jadi kurang lebih sekitar 20 tahun lamanya beliau habiskan untuk belajar di Timur Tengah dan Eropa.

Tepat pada tahun 1991, Buya Syakur pulang ke Indonesia bersama Gusdur, Quraish Shihab, Nurcholis Majid dan Alwi Shihab. Setelah kembali ke Indonesia, beliau membaktikan diri berdakwah di kampung halamannya, di Indramayu.

Lima tahun (1995) setelah Buya Syakur pulang, beliau kemudian mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Cadangpinggan tahun 2000 dan pondok pesantrennya tahun 2006. Selain membaktikan diri lewat pondok pesantren yang beliau dirikan, beliau juga sering mengisi kajian pada masyarakat dan tidak jarang kajian tersebut diunggah melalui media sosial.

Karya[sunting | sunting sumber]

  1. Renungan Spiritual Buya Syakur Yasin,
  2. Surat-Surat Cinta Buya Syakur Yasin,
  3. Menembus Palung Hati Yang Paling Dalam,
  4. Buku Wamima: Zikir Wamima dan Doa Ya Latif

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Biografi Prof Dr KH Abdul Syakur Yasin, MA". santri.laduni.id. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 
  2. ^ "Profil Lengkap Pondok Pesantren Cadangpinggan". www.laduni.id. Diakses tanggal 12 Oktober 2021. 
  3. ^ "Buya Syakur Yasin: Berapa 'Harga' Surga? Apakah Cukup Dibayar dengan Bersujud?". muslim.okezone.com. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 
  4. ^ "Bertemu Buya Syakur, Zulhas Bicara Soal Situasi Kebangsaan Hingga Diajak Baca Puisi". m.tribunnews.com. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 
  5. ^ "Bertemu Buya Syakur, Zulhas Berdiskusi tentang Kondisi Bangsa". daerah.sindonews.com. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 
  6. ^ "Buya Syakur Indramayu Sebut Ada Pengerdilan terhadap Masjid dan Upaya Mengatasinya". www.nu.or.id. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 
  7. ^ "Biodata Buya Syakur Yasin, Ulama Cerdas Dan Bersahaja". www.kuliahalislam.com. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 
  8. ^ "Buya Syakur Yasin: Kita Bisa Berdamai, Bekerjasama, dan Belajar dengan Non Muslim". m.liputan6.com. Diakses tanggal 11 Oktober 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]