Abdul Karim Al-Banjari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Syekh Abdul Karim Al-Banjari (lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan) adalah seorang ulama asal Kalimantan Selatan yang kini menetap di Mekkah, Saudi Arabia dan menjadi pengajar di Masjidil Haram.[1]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Syekh Abdul Karim Al-Banjari lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan tahun 1342 H . Nama lengkapnya ialah Abdul Karim bin Muhammad Amin bin Abdul Rahman al-Makki Al-Banjari. Setiap ulama besar di Timur Tengah (Mekkah), selalu membawa nama besar tempat kelahirannya, termasuk Syekh Abdul Karim Al-Banjari. Ia mendapat tempat istimewa dikalangan mukimin atau keturunan Banjar (al-Muwallad) di Makkah. Terbukti, mayoritas santri-santri yang mengantar dan ngaji di sekeliling ia adalah orang Kalimantan (Banjar).

Sejak dini ia belajar Alquran dan menghafalnya atas bimbingan Ayahnya, Syekh Muhammad Amin. Beberapa teks-teks (al-Mutun) dari berbagai ilmu agama dengan berbahasa Arab juga mampu dihafal dengan mudah. Di samping itu, ia belajar fikih, hadis, serta cabang-cabang ilmu agama lainnya.

Tidak puas dengan apa yang diperoleh dari Ayahnya, ia kemudian bergabung dengan para ulama yang ada di daerahnya untuk menambah dan menyempurnakan ilmunya. Ketika berusia 15 tahun, ia memulai perjalanan menuju kota suci Makkah untuk ibadah haji, sekaligus memperdalam ilmu agama di tempat mulia itu. Setelah bermukim di Makkah, ia semakin rajin dan tekun, waktunya dihabiskan untuk belajar agama di beberapa ulama Nusantara dan mancanegara yang mengajar di Masjidil haram.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kisah Ulama Indonesia yang Berpengaruh di Tanah Suci - malangpost.com, Diakses 2 Februari 2014.