Abdoel Moeis Hassan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Abdoel Moeis Hasan)
Lompat ke: navigasi, cari
Abdoel Moeis Hassan
Abdoel Moeis Hassan
Gubernur Kalimantan Timur ke-2
Masa jabatan
1962 – 1966
Didahului oleh APT Pranoto
Digantikan oleh Soekadio
Informasi pribadi
Lahir 2 Juni 1924
Bendera Belanda Samarinda, Hindia Belanda
Meninggal 21 November 2005 (umur 81)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Profesi Politisi
Agama Islam

Haji Abdoel Moeis Hassan (lahir di Samarinda, 2 Juni 1924 – meninggal di Jakarta, 21 November 2005 pada umur 81 tahun) adalah tokoh pemuda dalam pergerakan kebangsaan pada masa kolonial Belanda dan Jepang serta pejuang kemerdekaan Samarinda dan Kalimantan Timur pada masa revolusi fisik 1945–1950, selain itu pernah menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 1962–1966.

Awal Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Abdoel Moeis Hassan adalah seorang Banjar, putra kelima dari Mohammad Hassan, seorang tokoh Syarikat Islam Samarinda pada masa pergerakan kebangsaan. Kakeknya dari pihak ayah bernama H. Mohammad Saleh yang berasal dari Amuntai, Kalimantan Selatan. Sementara itu, kakek dan nenek dari pihak ibunya berasal dari Banjarmasin.[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada usia 5 tahun Abdoel Moeis Hassan bersekolah di Meisje School yang didirikan oleh Aminah Sjoekoer (Atje Voorstad) bersama suaminya, Mohammad Jacob. Ia memperoleh ijazah MULO dari Instituut Het Zonnig Land. Di samping itu, ia juga memiliki ijazah Boekhouding A dan B. Ia menamatkan Hollandsch Inlandshe School (HIS) di Sungai Pinang, Samarinda. Pendidikan politiknya diperoleh dari A.M. Sangadji, seorang tokoh Gerakan Penyadar bersama H. Agus Salim di masa penjajahan Belanda.[2]

Perjuangan[sunting | sunting sumber]

Pada Mei 1940, Abdoel Moeis Hassan menggagas pembentukan organisasi kepemudaan yang berhaluan kebangsaan bernama Roepindo (Roekoen Pemuda Indonesia).[3] Ketika berusia 18 tahun, ia bersama A.M. Sangadji mengaktifkan Neutrale School menjadi Balai Pengajaran dan Pendidikan Rakyat (BPPR) pada 1942.[4]

Setelah Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945—sementara Samarinda dan Kalimantan Timur belum bergabung dengan Republik Indonesia—Abdoel Moeis Hassan bergabung dalam Gerakan Dr. Soewadji yang merencanakan proklamasi kemerdekaan di Samarinda.

Kemudian ia berjuang melalui jalur pergerakan diplomasi dalam wadah partai politik lokal bernama Ikatan Nasional Indonesia (INI) dan koalisi organisasi bernama Front Nasional. Tahun 1946 ia mendirikan INI cabang Samarinda.[5] Tahun 1947 ia ditunjuk INI menjadi ketua Front Nasional. Kedua organisasi yang bermarkas di Gedung Nasional Samarinda tersebut menyatakan sikap mendukung Negara Republik Indonesia dan menentang pendudukan Belanda di Indonesia.[6] Sikap ini bertolak belakang dengan empat kesultanan yang ada di Keresidenan Kalimantan Timur, yang lebih memilih bergabung dalam Pemerintah Federasi Kalimantan Timur bentukan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Dr. H.J. Van Mook.[7]

Setelah Kalimantan Timur resmi bergabung dengan Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1945 kemudian bergabung dengan Republik Indonesia pada 10 April 1950, Abdoel Moeis Hassan sebagai Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Kalimantan Timur gencar mempropagandakan gagasan penghapusan swapraja (kesultanan) karena menurutnya sistem feodalisme tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman yang demokratis.[8] Ide ini terwujud dengan disahkannya UU No. 27 tahun 1959 yang menghapuskan status Daerah Istimewa bagi Kesultanan Kutai Kartanegara, Kesultanan Berau, dan Kesultanan Bulungan.[9]

Ia juga termasuk tokoh yang memperjuangkan pembentukan Provinsi Kalimantan Timur yang dimekarkan dari Provinsi Kalimantan. Pada tahun 1954 ia menjadi Ketua Kongres Rakyat Kalimantan Timur yang menuntut status provinsi bagi Kalimantan Timur yang masih berstatus keresidenan di bawah Provinsi Kalimantan yang beribukota di Banjarmasin. Perjuangannya berhasil dengan terbitnya UU No. 25 tahun 1956 yang membagi Kalimantan menjadi tiga provinsi, di antaranya Provinsi Kalimantan Timur.[10]

Pada tanggal 30 Juni 1962 Presiden Soekarno menetapkan Abdoel Moeis Hassan sebagai Gubernur Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur dengan Keputusan Presiden No. 260/M tahun 1962. Kemudian, Menteri Dalam Negeri, Ipik Gandamana, melantiknya pada 10 Agustus 1962 dalam Sidang Istimewa DPRD Kalimantan Timur. Program pertama yang dihasilkannya adalah pendirian Universitas Kalimantan Timur pada 27 September 1962 yang berubah menjadi Universitas Mulawarman di Samarinda.[11]

Pada tahun 1965, walaupun Abdoel Moeis Hassan yang menggagas penghapusan sistem kesultanan, namun ia tidak membiarkan adanya gerakan radikal yang hendak menghancurkan keraton peninggalan Kesultanan Kutai di Tenggarong. Ia memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda untuk mengamankan bangunan keraton tersebut.[12]

Karier[sunting | sunting sumber]

  1. Kepala Kantor Sosial Keresidenan Kalimantan Timur 1950–1955.
  2. Koordinator Sosial Keresidenan Kalimantan Timur 1955–1957.
  3. Kepala Kantor Inspeksi Sosial Provinsi Kalimantan Timur 1957–1960.
  4. Kepala Perwakilan Departemen Sosial Provinsi Kalimantan Selatan 1960–1961.
  5. Anggota DPR-GR 1960–1963.
  6. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur 1962–1966.
  7. Anggota Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 1963–1966.
  8. Pegawai Tinggi diperbantukan Departemen Dalam Negeri 1966–1968.
  9. Pegawai Tinggi diperbantukan Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Pegawai Republik Indonesia 1971–1976 untuk kemudian masuk masa persiapan pensiun.[13]

Setelah pensiun sebagai pegawai negeri pada 1977, Abdoel Moeis Hassan aktif dalam bidang sosial dengan mendirikan Yayasan Bina Ruhui Rahayu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 191
  2. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 192
  3. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 14
  4. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 51
  5. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 221
  6. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 222
  7. ^ Tim Penyusun. 1992. p. 114
  8. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 226
  9. ^ Tim Penyusun. 1992. p. 134
  10. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 229
  11. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 234
  12. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 231
  13. ^ Hassan, A. Moeis. 1994. p. 239

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Hassan, A. Moeis. 1994. Ikut Mengukir Sejarah. Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu
  • Tim Penyusun (1992). Sejarah Pemerintahan di Kalimantan Timur dari Masa ke Masa. Samarinda: Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Timur
Jabatan politik
Didahului oleh:
APT Pranoto
Gubernur Kalimantan Timur
1962–1966
Diteruskan oleh:
Soekadio