AKR Corporindo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT AKR Corporindo Tbk
Sebelumnya
PT Aneka Kimia Raya (1977-2004)
Perseroan terbatas
Kode emitenIDX: AKRA
IndustriMinyak bumi
Didirikan28 November 1977; 44 tahun lalu (1977-11-28)
PendiriSoegiarto Adikoesoemo
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Haryanto Adikoesoemo[1]
(Direktur Utama)
Soegiarto Adikoesoemo[1]
(Komisaris Utama)
ProdukPerekat
Merek
  • Uloid
  • Hofmann
  • Hopelon
  • Uramin
Jasa
PendapatanRp 17,716 triliun (2020)[2]
Rp 972 milyar (2020)[2]
Total asetRp 18,684 triliun (2020)[2]
Total ekuitasRp 10,556 triliun (2020)[2]
PemilikPT Arthakencana Rayatama
Karyawan
2.545 (2020)[2]
Anak
usaha
PT Usaha Era Pratama Nusantara
PT Andahanesa Abadi
PT Arjuna Utama Kimia
PT Anugerah Karya Raya
PT Jakarta Tank Terminal
PT AKR Sea Transport
PT AKR Niaga Indonesia
PT AKR Transportasi Indonesia
PT Anugerah Krida Retailindo
Situs webwww.akr.co.id

PT AKR Corporindo Tbk adalah sebuah perusahaan perdagangan olahan minyak bumi yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 13 kantor cabang dan 20 fasilitas penyimpanan yang tersebar di seluruh Indonesia.[2][3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya di Surabaya pada tahun 1960 sebagai sebuah bisnis perdagangan kimia dasar. Pada tanggal 28 November 1977, bisnis tersebut resmi didaftarkan sebagai sebuah perseroan terbatas dengan nama PT Aneka Kimia Raya (AKR). Pada tahun 1980, perusahaan ini mulai membangun tangki penyimpanan kimia dasar dan gudang di beberapa pelabuhan di Indonesia. Perusahaan ini kemudian memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta. Pada tanggal 3 Oktober 1994, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 23 September 2004, karena tidak lagi hanya berbisnis di bidang perdagangan bahan kimia, perusahaan ini pun mengubah namanya menjadi seperti sekarang. Perusahaan ini kemudian mengakuisisi mayoritas saham pabrik sorbitol milik Sorini dan Khalista. Pada tahun 2005, perusahaan ini menjadi perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia. Pada tahun 2006, perusahaan ini mengakuisisi sejumlah pelabuhan sungai di Tiongkok. Perusahaan ini kemudian membeli kapal pengangkut BBM pertamanya, yakni SPOB AKRA-10. Pada tahun 2010, AKR menjadi perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan BBM bersubsidi di Indonesia, dengan mengoperasikan Stasiun Pengisian BBM Kendaraan Bermotor (SPBKB) dan Stasiun Pengisian BBM Nelayan (SPBN). Pada bulan April 2010, melalui PT Jakarta Tank Terminal (JTT) yang didirikan bersama Vopak, perusahaan ini mulai mengoperasikan fase 1 dari terminal tangki penyimpanan BBM yang terletak di Tanjung Priok. Pada tahun 2013, bersama Pelindo III, perusahaan ini mulai mengembangkan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang mengintegrasikan kawasan industri dengan pelabuhan laut dalam di Gresik, Jawa Timur. Pada tahun 2016, perusahaan ini meneken perjanjian joint venture untuk dapat mendistribusikan avtur. Pada tahun 2017, BP bermitra dengan perusahaan ini untuk dapat memperdagangkan BBM di Indonesia. Perusahaan ini kemudian juga mulai mendistribusikan pelumas buatan Castrol. Perusahaan ini lalu mendivestasi Pelabuhan Guigang di Tiongkok. Pada tahun 2018, perusahaan ini ditetapkan sebagai Badan Usaha Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (P3JBT) selama 5 tahun. Perusahaan ini kemudian melelang lahan pabrik sorbitol milik Khalista di Tiongkok. JTT juga memulai proyek pengembangan fase 2A, sehingga kapasitas terminal tangki penyimpanannya dapat meningkat sebesar 100.000 KL. Perusahaan ini kemudian meresmikan SPBU BP AKR pertama di Indonesia, yakni di De Latinos, Serpong. Pada tahun 2019, perusahaan ini menyerahkan lahan seluas 103 hektar di JIIPE kepada Freeport Indonesia untuk dijadikan lokasi smelter. Kemudian melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, perusahaan ini dan Waskita Bumi Wira meneken nota kesepahaman mengenai pembangunan jalan tol akses JIIPE. Perusahaan ini lalu membuka terminal avtur Air BP-AKR pertama di Indonesia, yakni di Morowali. Pada tahun 2020, BP-AKR dan Citinine meneken perjanjian untuk membangun SPBU DODO di Jawa Timur. Bersama Petronas Chemicals Group, perusahaan ini juga mendirikan sebuah perusahaan patungan untuk dapat mendistribusikan bahan kimia di Indonesia.[3][2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Komisaris & Direksi". PT AKR Corporindo Tbk. Diakses tanggal 16 Januari 2022. 
  2. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT AKR Corporindo Tbk. Diakses tanggal 16 Januari 2022. 
  3. ^ a b "Profil Perusahaan". PT AKR Corporindo Tbk. Diakses tanggal 16 Januari 2022. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]