24 Jam di Atas Pohon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
24 Jam di Atas Pohon
Sutradara
Produser
Penulis
Tanggal rilis
  • 12 Juni 2020 (2020-06-12)
Durasi11 menit 20 detik
Negara Malaysia
Bahasa

24 Jam di Atas Pohon (bahasa Melayu: 24 Jam di Atas Pokok, bahasa Inggris: 24 Hours on Tree) adalah video viral YouTube yang dibuat oleh Veveonah Mosibin, mahasiswi Universitas Malaysia Sabah. Video ini menampilkan Veveonah yang harus memanjat pohon untuk mendapatkan sinyal internet demi mengikuti ujian universitas.

Video ini kemudian mendapat perhatian banyak warganet sehingga menjadi viral. Namun, Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Zahidi Zainul Abidin sempat sempat menuduh Veveonah membuat video palsu sebelum akhirnya meminta maaf.

Ringkasan dan produksi[sunting | sunting sumber]

Mahasiswa Universitas Malaysia Sabah (UMS), Veveonah Mosibin, yang berasal dari Pitas, Kudat, Sabah, Malaysia, mengalami kendala ketika sinyal internet di tempat tinggalnya tergolong susah didapatkan, sementara ia sedang menghadapi ujian dalam jaringan di universitasnya. Ia harus memanjat pohon hanya untuk mendapat sinyal internet. Video ini diunggah pada 12 Juni di YouTube.[1]

Tanggapan[sunting | sunting sumber]

Video ini telah ditonton sebanyak 150 ribu kali hingga 16 Juni dan mendapat tanggapan yang positif dari kalangan warganet.[1] Akun Veveonah diikuti lebih dari 96 ribu pengguna hingga 26 Juni. Veveonah menanggapinya dengan berkata, "Ketika saya mulai mengunggah video di YouTube, saya tidak pernah berpikir video itu bisa menjadi viral dalam waktu singkat, dan saya tidak berharap banyak, karena saya hanya membuat video untuk bersenang-senang.[2][3] Universitas tempat ia berkuliah juga membagikan video ini dan memberikan beasiswa kepada Veveonah.[1][4] Video ini juga mendapat tanggapan dari Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) dan Telekom Malaysia. SKMM dilaporkan akan membangun menara telekomunikasi di Sapatalang, Pitas dan diperkirakan siap pada pertengahan tahun 2021. Pemerintah Sabah juga telah mengumumkan RM85 juta dari dana Sabah New Deal sebesar RM240 juta untuk digitalisasi Sabah.[5] Video ini kemudian mengilhami sejumlah pengguna Facebook seperti Rose ED, Sadiah Ddarel, dan Lunzxai Lunzxai−ketiganya berasal dari Sarawak−yang bercerita mengenai hal serupa.[6] Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengundang Veveonah dalam jamuan makan malam.[7] Wartawan Abdul Kadir Jasin berharap jamuan makan malam ini tidak dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab.[8]

Tuduhan video palsu[sunting | sunting sumber]

Zahidi Zainuil Abidin sempat menuduh Veveonah membuat video palsu sebelum akhirnya meminta maaf.

Pada 3 September, Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Zahidi Zainul Abidin menyebut Veveonah didapati tidak mengikuti ujian ketika video itu direkam ketika menjawab pertanyaan dari Donald Peter Mojuntin semasa sidang Dewan Negara. Zahidi menuduh Veveonah membuat video viral untuk membuatnya terkenal dengan singkat dan meminta pihak berwajib untuk menginformasikan kepada Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia.[9] Zahidi mengaku mendapat informasi terkait Veveonah dari Wakil Menteri Keuangan Abdul Rahim Bakri.[10] Abdul Rahim menuduh Veveonah menciptakan drama untuk mengharapkan perhatian lewat video ujian universitas palsu.[11] Veveonah membantah tuduhan Zahidi dan menegaskan dirinya tidak pernah berjumpa dan berbicara Zahidi.[12] Universitas Malaysia Sabah membenarkan Veveonah memang mengambil ujian. Zahidi kemudian meminta maaf karena telah menuduh Veveonah.[13][14] Veveonah mengungkapkan kekecewaan dan kesedihannya atas tuduhan Zahid sembari menekankan dirinya sangat berusaha keras dalam ujian dalam jarngan. Ia mengaku tidak menyangka video yang ia buat kembali viral, tetapi dalam konteks negatif.[15][16] Abang Veveonah, Mekvin Mosibin lewat status di Facebook meminta Zahidi dan Abdul Rahim turun sendiri ke perkampungan untuk melihat keadaan sebenarnya kehidupan penduduk di sana.[17] Menteri Komunikasi dan Multimedia Saifuddin Abdullah mengakui tuduhan Zahidi adalah sebuah kesalahan.[18] Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin membantah pernyataan Zahidi dan Abdul Rahim lewat Twitter serta meminta maaf secara langsung kepada Veveonah dengan mengatasnamakan pemerintah.[19][20] Pengurus UMS sekaligus Anggota Dewan Undangan Negeri Karanaan Masidi Manjun juga menyebutkan Veveonah tidak berbohong dan memang melakukan ujian akhir secara daring.[21] Zahidi kemudian menyatakan niatnya untuk menemui Veveonah.[22] Majelis Senator Malaysia mendesak Zahidi dilaporkan ke Komite Hak dan Kebebasan Dewan Negara.[23]

Di pihak anggota parlemen oposisi, Hannah Yeoh lewat cuitannya menyebut tuduhan Zainul ialah penindasan siber.[24] Namun, Zainul kemudian membalas pernyataan Hannah dengan tulisannya berjudul "Manipulasi Isu Amalan Biasa Wakil Rakyat DAP" (Manipulasi Isu Perbuatan Biasa Wakil Rakyat Partai Aksi Demokrat) dengan mengutip berita Malaysiakini berjudul "Hannah bidas timb menteri 'buli siber' Veveonah" (Hannah menyebut wakil menteri melakukan perundungan siber kepada Veveonah) yang kemudian diganti menjadi "Yeoh dakwa timbalan menteri 'buli siber' Veveonah" (Yeoh mengklaim wakil menteri melakukan perundungan siber kepada Veveonah). Zahidi menyebut berita itu sangat tidak tepat dan berniat jahat untuk memanipulasi fakta dan kronologi kontroversi ini, sembari menegaskan ia tidak menegakkan benang basah atau mencoba memberi pandangan negatif kepada Veveonah seperti yang dikatakan Hannah. Ia menyebut Hannah melakukan tindakan yang sembrono dan mencari politik murahan. Ia juga menyalahkan Partai Aksi Demokrat yang dianggapnya memelihara budaya politik yang jijik dan tidak waras lewat mengambil kesempatan membakar emosi dengan membingungkan rakyat untuk keuntungan politik. Ia meminta Partai Aksi Demokrat perlu berhenti menjadikannya sebagai kelaziman budaya politik mereka.[25] Lim Guan Eng meminta Zahidi mengundurkan diri imbas kontroversi ini.[26] Lim Kit Siang mengusulkan kepada pemerintah untuk mendirikan tim petugas khusus bagi meninjau akses internet di Sabah yang diketuai Veveonah.[27] Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dan Fahmi Fadzil juga menyatakan kekecewaannya terhadap Abdul Rahim.[28] Syed Ibrahim Syed Noh menyebut Zahidi memerlukan cermin sebelum membuat pernyataan.[29]

Berkaitan dengan tuduhan kepalsuan video yang diunggah Veveonah, warganet mendukung Veveonah lewat tagar #VforVeveonah.[30]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Video tular pelajar UMS jawab peperiksaan atas pokok". Berita Harian. 16 Juni 2020. Diakses tanggal 16 Juni 2020. 
  2. ^ Lee, Stephanie (26 Juni 2020). "'Treetop Girl' Veveonah didn't expect overwhelming response to her YouTube videos". The Star. Diakses tanggal 26 Juni 2020. 
  3. ^ Abdullah, Madiha (16 Juni 2020). "Video panjat pokok demi jawab peperiksaan tular, pelajar UMS luah penghargaan". Astro Awani. Diakses tanggal 16 Juni 2020. 
  4. ^ "UMS tawar biasiswa untuk Veveonah sambung pengajian". Malaysiakini. 24 Juni 2020. Diakses tanggal 24 Juni 2020. 
  5. ^ "Kisah Veveonah cari 'line' atas pokok dapat perhatian SKMM, TM". Sinar Harian. 18 Juni 2020. Diakses tanggal 18 Juni 2020. 
  6. ^ "Selepas Veveonah, ramai kongsi kesukaran akses internet di pedalaman". Malaysiakini. 26 Juni 2020. Diakses tanggal 26 Juni 2020. 
  7. ^ "Veveonah besar hati terima jemputan makan malam bersama Perdana Menteri". Astro Awani. 13 September 2020. Diakses tanggal 13 September 2020. 
  8. ^ "Kadir harap populariti Veveonah tak dieksploitasi 'pemburu publisiti'". Astro Awani. 14 September 2020. Diakses tanggal 14 September 2020. 
  9. ^ "Tiada peperiksaan semasa video tular Veveonah dirakam di atas pokok". Sinar Harian. 3 September 2020. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  10. ^ "Dakwa Veveonah menipu: Zahidi dedah dapat maklumat daripada ahli Parlimen Kudat". Astro Awani. 7 September 2020. 
  11. ^ "Sabah MP accuses tree girl Veveonah of faking exam drama" [Anggota Parlemen Asal Sabah Menuduh Bocah Pohon Veveonah Membuat Drama Ujian Palsu]. Free Malaysia Today. 7 September 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-11-03. Diakses tanggal 7 September 2020. 
  12. ^ Wahid, Ramieza (3 September 2020). "'Kenyataan timbalan menteri palsu, saya ambil periksa atas pokok'". Malaysiakini. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  13. ^ "Sorry, my mistake, says deputy minister to Sabah girl who took exam on a tree". Free Malaysia Today. 3 September 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-08. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  14. ^ "Saya mohon maaf atas kekeliruan isu Veveonah - Zahidi". Astro Awani. 10 September 2020. Diakses tanggal 10 September 2020. 
  15. ^ Amin, Khairil Anwar Mohd. (3 September 2020). "Veveonah kecewa, sedih didakwa tidak ambil peperiksaan". Sinar Harian. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  16. ^ ""Sejujurnya saya sangat sedih dan kecewa" - Veveonah". Astro Awani. 3 September 2020. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  17. ^ "'Cuba kau masuk kampung pedalaman' - Abang Veveonah cabar dua Timbalan Menteri". Astro Awani. 8 September 2020. Diakses tanggal 8 September 2020. 
  18. ^ Adnan, Tuan Buqhairah Tuan Muhamad (4 September 2020). "Saifuddin akui timbalannya lakukan kesilapan isu Veveonah". Sinar Harian. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  19. ^ Azman, Fareez (9 September 2020). "Jemaah Menteri sahkan kenyataan dua Timbalan Menteri terhadap Veveonah tidak betul, tidak wajar - Khairy". Astro Awani. Diakses tanggal 9 September 2020. 
  20. ^ Azman, Fareez (10 September 2020). "KJ jumpa Veveonah, mohon maaf bagi pihak kerajaan, tawar kerjasama inovasi". Astro Awani. Diakses tanggal 10 September 2020. 
  21. ^ "Veveonah tidak menipu, dia memang ambil peperiksaan dalam talian' - Masidi". 
  22. ^ Ghazali, N. Faizal (8 September 2020). "Zahidi mahu jumpa Veveonah". Malaysiakini. Diakses tanggal 8 September 2020. 
  23. ^ Ghazali, N. Faizal (9 September 2020). "Zahidi digesa dirujuk ke Jawatankuasa Hak dan Kebebasan". Sinar Harian. Diakses tanggal 9 September 2020. 
  24. ^ "Yeoh dakwa timbalan menteri 'buli siber' Veveonah". Malaysiakini. 8 September 2020. Diakses tanggal 8 September 2020. 
  25. ^ Yahaya, Nozina (8 September 2020). "Tuduhan berniat jahat, DAP cuba raih politik murahan: Zahidi". Diakses tanggal 8 September 2020. 
  26. ^ Abu Hassan, Mohd. Ridzuan (8 September 2020). "Guan Eng minta Zahidi letak jawatan". Diakses tanggal 8 September 2020. 
  27. ^ "Kit Siang cadang Veveonah ketuai pasukan pemantau internet Sabah". 16 Desember 2020. Diakses tanggal 10 Desember 2020. 
  28. ^ "Kit Siang cadang Veveonah ketuai pasukan pemantau internet Sabah". 16 Desember 2020. Diakses tanggal 10 Desember 2020. 
  29. ^ "Salahkan rakyat - Timbalan menteri perlu 'cermin diri', kata PKR". Malaysiakini. 27 Oktober 2020. Diakses tanggal 27 Oktober 2020. 
  30. ^ Adreena, Iylia (9 September 2020). "UMS Confirms Veveonah Did Sit For Her Exam On The Day She Climbed The Tree". Rojak Daily. Diakses tanggal 9 September 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]