Lompat ke isi

1 Raja-raja 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
1 Raja-raja 3
Kitab Raja-raja (Kitab 1 & 2 Raja-raja) lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
KitabKitab 1 Raja-raja
KategoriNevi'im
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Lama
Urutan dalam
Kitab Kristen
11
pasal 2
pasal 4

1 Raja-raja 3 (atau I Raja-raja 3, disingkat 1Raj 3) adalah pasal ketiga Kitab 1 Raja-raja dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi).[1] Pasal ini berisi catatan sejarah mengenai pemerintahan raja Salomo di Kerajaan Israel. [2]

  • Kisah yang dicatat di pasal ini menurut catatan sejarah terjadi sekitar tahun 967 SM.

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah TUHAN dan tembok sekeliling Yerusalem. (TB)[3]

Menurut Catholic Encyclopedia, Firaun itu kemungkinan "Psieukhannit (Psebkhan) II, raja terakhir dari Dinasti ke-21 Mesir, yang beribu kota di Zoan (Tanis), dan menguasai seluruh Delta."[4] Sejumlah sarjana mengusulkan Firaun Siamun.[5][6] Egyptologis Kenneth Kitchen (dan lain-lain) berpendapat bahwa Siamun merebut Gezer dan memberikannya kepada Salomo sebagai maskawin anak perempuannya. Professor Edward Lipinski berpendapat bahwa Gezer, yang saat itu tidak berkubu, dihancurkan pada akhir abad ke-10 SM (dan tidak sezaman dengan Salomo) sehingga Firaun yang memungkinkan adalah Shoshenq I (Sheshonk I).[7]

Hanya, bangsa itu masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, sebab belum ada didirikan rumah untuk nama TUHAN sampai pada waktu itu. (TB)[8]

Sebelum Bait Suci dibangun di Yerusalem sebagai pusat mempersembahkan korban, Israel mempersembahkan kurban kepada Allah di bukit-bukit atau dataran tinggi, kadang-kadang di tempat bekas penyembahan berhala bangsa Kanaan. Mempersembahkan korban di tempat-tempat semacam itu dilarang oleh hukum Perjanjian Lama, karena semua tempat penyembahan Kanaan harus dimusnahkan (Imamat 17:3–5; Ulangan 7:5; 12:3). Mezbah-mezbah untuk penyembahan dan persembahan korban hanya boleh didirikan di tempat-tempat yang ditentukan Allah (Keluaran 20:24; Ulangan 12:5,8,13–14).[9]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. 1 Raja–raja 3:1 - Sabda.org
  4. Gabriel Oussani (July 1, 1912). "Solomon". The Catholic Encyclopedia. Retrieved on Jan. 17, 2007
  5. Brian Roberts. "ANE - Solomon taking an Egyptian wife (to David Lorton)". Retrieved on Jan. 17, 2007
  6. "The Bible Chronology from Solomon to Hezekiah". 1935.Retrieved on Jan. 18, 2007
  7. Lipinski, Edward (2006). On the Skirts of Canaan in the Iron Age (Orientalia Lovaniensia Analecta). Leuven, Belgium: Peeters. hlm. 96–97. ISBN 978-90-429-1798-9.
  8. 1 Raja–raja 3:2 - Sabda.org
  9. The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]