ʿAnqā’

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

ʿAnqā’ (Arab:العنقاء al-‘Anqā’, Baca: Anqoʾ) adalah seekor burung besar misterius dalam mitologi Islam. Burung itu disebutkan namanya dalam buku karya Zakariya al-Qazwini yang berjudul ʿAjā’ib al-Makhlūqāt wa-Gharā’ib al-Mawjūdāt (Makhluk-makhluk Ajaib dan Hal-hal Aneh yang Ada).

Burung raksasa ini pernah dikisahkan oleh al-Kisa’i, bahwa burung tersebut pernah ada pada zaman Nabi Hanzhalah dengan umatnya yang disebut Ashab ar-Rass, ia berhasil membunuh burung ini dengan cara meminta do'a kepada Tuhan untuk mematikan dan memutuskan keturunannya. Burung ini sering di identikkan dengan burung Simurgh dari Persia dan Phoenix dari Mesir kuno.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

ʿAnqā’ memiliki arti 'berleher panjang'; ʿanq 'menjadi panjang di leher', dalam arti kalimat adjektif: langka, jarang, sulit untuk didapat atau ditemukan; indah, penasaran.[1]

Kisah ʿAnqā’[sunting | sunting sumber]

Menurut manuskrip kuno berupa teks Arab kuno dari Timur Tengah, legenda burung kolosal ini dikisahkan memiliki tubuh sangatlah besar, sehingga sanggup membawa seekor gajah dengan cakarnya yang tajam. Sumber-sumber kuno ini menjelaskan bahwa burung Anqaʾ pernah dipercaya sebagai makhluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan.

Al-Kisa'i mengisahkan bahwa burung ini tinggal di sebuah gunung tinggi yang bernama Gunung Falaj. Apabila burung itu terbang, maka ia sanggup menutup matahari seperti awan. Bulunya memiliki warna yang sangat banyak, lehernya seperti leher unta, memiliki empat sayap, dua panjang serta dua lagi ukurannya lebih pendek.

Akhirnya, meskipun binatang ini mengambil peran yang menyenangkan dan ketika ia mulai sembarangan menangkap mangsa, burung tersebut mulai beralih memangsa manusia, khususnya anak-anak. Ketika hal itu sering terjadi Penduduk Rass melaporkan hal ini kepada Nabi Hanzhalah, Hanzhalah pun memohon do'a kepada Allah agar memusnahkan burung besar itu. Allah pun ternyata mengabulkan permintaan salah seorang nabinya, akhirnya burung besar tersebut terbakar hingga musnah semua keturunannya. Hal inilah yang menurut legenda Arab, mengapa Anqaʾ akhirnya menjadi punah.

Makhluk ini juga memiliki banyak ciri-ciri yang sama dengan kisah phoenix yang mati terbakar, bedanya adalah phoenix kemudian dikisahkan lahir kembali setelah kematiannya melalu api. Sejarawan modern telah juga mencatat banyak kesamaan antara Anqaʾ dan apa yang dianggap sebagai burung paling terkenal yang pernah menguasai langit Arab, binatang berbulu raksasa yang dikenal sebagai Rukh (Roc).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]